Sisipublik.com – Kualitas udara Kota Jambi masih tidak sehat berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi. Kondisi tersebut membuat BMKG mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Prakirawan BMKG Sultan Thaha Jambi, Hari Taufiq, menyampaikan hasil pemantauan pada Sabtu, 3 Oktober 2026 menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) parameter PM2,5 berada pada kisaran 133 hingga 198. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Kualitas Udara Kota Jambi Perlu Diwaspadai
Kualitas udara Kota Jambi perlu mendapat perhatian karena tingginya partikulat PM2,5 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. BMKG mencatat kondisi tersebut dalam pemantauan kualitas udara pada 3 Oktober 2026.
BMKG menjelaskan bahwa PM2,5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan langsung ketika kualitas udara berada pada kategori buruk. BMKG juga menyediakan pemantauan kualitas udara dan peringatan dini berdasarkan konsentrasi PM2,5.
Hari Taufiq mengatakan masyarakat sebaiknya menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, warga perlu mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.
Jarak Pandang Mulai Membaik
Di sisi lain, jarak pandang di Kota Jambi berada pada kisaran 1.000 meter hingga lebih dari 4.000 meter. Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan hari sebelumnya.
Menurut BMKG Sultan Thaha Jambi, arah angin dari tenggara turut membantu memperbaiki jarak pandang. Namun, perbaikan tersebut belum menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan kondisi partikulat di udara.
BMKG sebelumnya juga mencatat tingginya konsentrasi PM2,5 sebagai salah satu perhatian di Jambi. Pada 19 September 2026, pemantauan BMKG mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 107,2 mikrogram per meter kubik di Kota Jambi.
Kelompok Rentan Perlu Mengurangi Paparan
Anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. Mereka disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi partikulat meningkat.
Sementara itu, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dapat menggunakan masker sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikulat. Warga juga perlu memantau pembaruan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan mengambil langkah perlindungan sesuai perkembangan kualitas udara. Dengan langkah tersebut, risiko kesehatan akibat paparan PM2,5 dapat ditekan.











Komentar