Kualitas Udara Kota Jambi Masih Tidak Sehat, BMKG Minta Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

kualitas udara di Kota Jambi menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat sehingga BMKG mengimbau warga mengurangi paparan udara luar (foto: dok. sisipublik.com)

kualitas udara di Kota Jambi menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat sehingga BMKG mengimbau warga mengurangi paparan udara luar (foto: dok. sisipublik.com)

Sisipublik.com – Kualitas udara Kota Jambi masih tidak sehat berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi. Kondisi tersebut membuat BMKG mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Prakirawan BMKG Sultan Thaha Jambi, Hari Taufiq, menyampaikan hasil pemantauan pada Sabtu, 3 Oktober 2026 menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) parameter PM2,5 berada pada kisaran 133 hingga 198. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kualitas Udara Kota Jambi Perlu Diwaspadai

Kualitas udara Kota Jambi perlu mendapat perhatian karena tingginya partikulat PM2,5 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. BMKG mencatat kondisi tersebut dalam pemantauan kualitas udara pada 3 Oktober 2026.

BMKG menjelaskan bahwa PM2,5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan langsung ketika kualitas udara berada pada kategori buruk. BMKG juga menyediakan pemantauan kualitas udara dan peringatan dini berdasarkan konsentrasi PM2,5.

Baca Juga :  Pilah Sampah Jakarta Dorong Hotel dan Kafe Berlomba Kelola Sampah, Insentif Pajak Jadi Daya Tarik

Hari Taufiq mengatakan masyarakat sebaiknya menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, warga perlu mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

Jarak Pandang Mulai Membaik

Di sisi lain, jarak pandang di Kota Jambi berada pada kisaran 1.000 meter hingga lebih dari 4.000 meter. Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan hari sebelumnya.

Menurut BMKG Sultan Thaha Jambi, arah angin dari tenggara turut membantu memperbaiki jarak pandang. Namun, perbaikan tersebut belum menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan kondisi partikulat di udara.

Baca Juga :  Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

BMKG sebelumnya juga mencatat tingginya konsentrasi PM2,5 sebagai salah satu perhatian di Jambi. Pada 19 September 2026, pemantauan BMKG mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 107,2 mikrogram per meter kubik di Kota Jambi.

Kelompok Rentan Perlu Mengurangi Paparan

Anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. Mereka disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi partikulat meningkat.

Sementara itu, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dapat menggunakan masker sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikulat. Warga juga perlu memantau pembaruan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan mengambil langkah perlindungan sesuai perkembangan kualitas udara. Dengan langkah tersebut, risiko kesehatan akibat paparan PM2,5 dapat ditekan.

Berita Terkait

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Kapal Fiberglass Buka Akses Warga Segun Saat Sungai Surut
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa

Berita Terbaru