Kerja Sama Akademik Kemenag-University of Münster Diperluas ke Pendidikan dan Riset Islam

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Prof. Sahiron menghadiri peresmian Faculty of Islamic Theology di University of Münster, Jerman (foto: kementerian agama)

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Prof. Sahiron menghadiri peresmian Faculty of Islamic Theology di University of Münster, Jerman (foto: kementerian agama)

Sisipublik.com – Kerja sama akademik Kementerian Agama RI dengan University of Münster, Jerman, memasuki tahap baru setelah kedua institusi menyepakati Letter of Intent (LoI) untuk membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik. Momentum tersebut berlangsung bersamaan dengan peresmian Faculty of Islamic Theology di University of Münster pada Kamis, 24 September 2026.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menghadiri langsung agenda tersebut di Münster. Ia juga menyampaikan sambutan dalam bahasa Jerman pada acara peresmian fakultas.

University of Münster sebelumnya mengembangkan kajian teologi Islam melalui Center for Islamic Theology yang berdiri pada 2012. Universitas tersebut kemudian membentuk Faculty of Islamic Theology secara resmi pada 1 Juli 2026. University of Münster menyebutnya sebagai fakultas teologi Islam pertama di Jerman. Fakultas itu mulai menjalankan kegiatan akademik pada semester musim dingin 2026/2027.

Kerja sama akademik Kemenag dan University of Münster

Penandatanganan LoI menjadi bagian penting dari agenda Kementerian Agama dan University of Münster. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menandatangani dokumen tersebut dari Indonesia, sedangkan Rektor University of Münster Prof. Dr. Johannes Wessels menandatanganinya di Münster.

Kedua pihak menyatakan niat untuk mengembangkan kerja sama akademik. Ruang kolaborasi yang dibahas mencakup pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, serta bentuk kerja sama kelembagaan lain yang relevan dengan kajian keislaman.

Baca Juga :  Museum Mesir Jadi Rujukan Fadli Zon untuk Mengembangkan Ekonomi Budaya Indonesia

Dengan demikian, LoI tersebut tidak hanya berkaitan dengan seremoni pembukaan fakultas. Dokumen itu menjadi pijakan awal bagi kedua institusi untuk mengembangkan program akademik yang melibatkan sivitas akademika Indonesia dan Jerman.

Faculty of Islamic Theology menjadi ruang kajian Islam di Jerman

Pembentukan Faculty of Islamic Theology memperkuat posisi kajian Islam dalam struktur akademik University of Münster. Universitas tersebut menjelaskan bahwa fakultas baru itu akan memiliki delapan profesor, terdiri atas empat perempuan dan empat laki-laki, dengan bidang kajian antara lain filsafat Islam dan Islam dalam pekerjaan sosial. Saat ini sekitar 450 mahasiswa telah terdaftar dalam program yang berkaitan dengan pendidikan guru maupun jenjang sarjana dan magister teologi.

Selain itu, University of Münster menyiapkan integrasi Fakultas Teologi Islam bersama fakultas teologi Protestan dan Katolik dalam Campus of Theologies and Religious Studies. Universitas tersebut menjadwalkan perpindahan ketiga bidang tersebut ke kampus bersama pada musim semi 2027.

Kondisi tersebut membuka konteks akademik yang lebih luas bagi pengembangan studi Islam, terutama karena kajian teologi Islam akan berdampingan dengan tradisi kajian keagamaan lain dalam lingkungan universitas.

Kemenag dorong program akademik yang lebih konkret

Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa penguatan jejaring internasional dapat memperluas kesempatan dosen dan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia untuk terlibat dalam kegiatan akademik global.

Baca Juga :  Hasil Piala Dunia 2026: Satu Gol Mikel Merino Ubah Nasib Spanyol di Perempat Final

Sahiron juga menekankan pentingnya menerjemahkan LoI ke dalam program yang dapat dijalankan kedua pihak. Menurut dia, kerja sama tersebut perlu menghasilkan kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi institusi di Indonesia maupun Jerman.

Bagi Kementerian Agama, pembentukan fakultas baru di University of Münster juga membuka ruang pertemuan antara tradisi akademik Indonesia dan Jerman dalam pengembangan kajian Islam.

“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program-program akademik yang konkret,” ujar Sahiron.

Indonesia-Jerman memperluas ruang dialog keilmuan

Sahiron menilai pengembangan kerja sama dengan University of Münster dapat memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Jerman, khususnya dalam bidang studi Islam.

University of Münster sendiri menempatkan dialog lintas agama sebagai salah satu tema penting dalam pengembangan fakultas tersebut. Dalam agenda peresmian pada 24 September, universitas juga menyoroti rencana pengembangan Campus of Theologies and Religious Studies sebagai ruang pertemuan berbagai tradisi teologi dan kajian agama.

Kerja sama Indonesia-Jerman melalui LoI tersebut selanjutnya bergantung pada pengembangan program konkret antara kedua institusi. Fokus pada pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik dapat menjadi jalur bagi perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia untuk memperluas keterlibatan dalam ekosistem kajian Islam internasional.

Berita Terkait

Museum Mesir Jadi Rujukan Fadli Zon untuk Mengembangkan Ekonomi Budaya Indonesia
Pasar Yacht Tumbuh, Indonesia Buka Peluang Investasi Marina di Monako
Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia Lewat Kerja Sama BRICS
Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi
Potensi Pasar Wisata Pune Menguat, Kemenpar Catat Transaksi Rp12,8 Miliar
Politik Nonblok Indonesia Ditegaskan Prabowo di Tengah Perubahan Peta Global
Pasar Wisman Taiwan Jadi Target Baru Kemenpar, Indonesia Perluas Promosi di Luar Bali
IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA Perkuat Perdagangan serta Investasi
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 06:00 WIB

Kerja Sama Akademik Kemenag-University of Münster Diperluas ke Pendidikan dan Riset Islam

Jumat, 25 September 2026 - 11:00 WIB

Museum Mesir Jadi Rujukan Fadli Zon untuk Mengembangkan Ekonomi Budaya Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 15:00 WIB

Pasar Yacht Tumbuh, Indonesia Buka Peluang Investasi Marina di Monako

Senin, 14 September 2026 - 08:02 WIB

Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia Lewat Kerja Sama BRICS

Kamis, 10 September 2026 - 07:00 WIB

Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi

Berita Terbaru