InaExport Tambah Lima Layanan untuk Buka Peluang Ekspor Produk Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meluncurkan secara terbatas pengembangan platform digital InaExport di Jakarta (foto: kementerian perdagangan)

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meluncurkan secara terbatas pengembangan platform digital InaExport di Jakarta (foto: kementerian perdagangan)

Sisipublik.com – InaExport mencatat 866 ribu pengunjung sejak Januari hingga 22 September 2026. Kementerian Perdagangan (Kemendag) kemudian memperkuat platform tersebut dengan sejumlah layanan baru untuk menghubungkan eksportir Indonesia dengan peluang pasar internasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan secara terbatas pengembangan InaExport di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pengembangan itu menjadi bagian dari transformasi InaExport menuju gerbang ekspor berskala nasional atau national export gateway.

Data Kemendag menunjukkan, InaExport mencatat kenaikan jumlah pengunjung sebesar 497 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 145 ribu pengunjung. Selain itu, platform tersebut kini memiliki sekitar 15 ribu anggota terverifikasi dan telah menindaklanjuti sekitar 160 permintaan informasi (inquiry) dari buyer internasional bersama perwakilan perdagangan Indonesia.

InaExport Hadirkan Lima Layanan untuk Eksportir

Pengembangan InaExport kini mencakup lima layanan utama yang menyatukan kebutuhan informasi, pencarian pasar, hingga penjajakan bisnis dalam satu ekosistem.

Baca Juga :  IIMS Surabaya 2026 Cetak Rekor Kunjungan, Lebih dari 36 Ribu Pengunjung Hadiri Pameran Otomotif

Pertama, CEK Ekspor membantu pelaku usaha melakukan asesmen mandiri dan validasi eksportir. Layanan tersebut juga membantu memetakan kesiapan ekspor serta kebutuhan pembinaan, pembiayaan, promosi, dan fasilitasi pasar.

Selanjutnya, Export Sandbox dan Chatbot menyediakan informasi mengenai tarif, persyaratan, sertifikasi, regulasi, serta akses pasar. Platform itu juga menyediakan kalkulator ekspor untuk membantu pelaku usaha melakukan simulasi berdasarkan negara tujuan.

Kemudian, layanan inquiry mempertemukan permintaan buyer dengan eksportir yang sesuai. Sementara itu, Dashboard Peluang Ekspor menyediakan informasi peluang pasar dan tarif preferensi di negara tujuan.

InaExport juga menyediakan informasi intelijen pasar serta layanan pendukung ekspor, seperti fasilitasi pameran, business matching, misi dagang, dan pitching.

19 Mitra Bergabung dalam Ekosistem InaExport

Pada peluncuran terbatas tersebut, Kemendag juga menandatangani nota kesepahaman dengan 19 mitra strategis. Kerja sama melibatkan kementerian, lembaga, pelaku usaha, dan perguruan tinggi.

Baca Juga :  Innova Crysta 2026 Hadir Lebih Segar, Apa Saja Pembaruan yang Dibawa MPV Andalan Toyota Ini?

Kemendag mengarahkan kolaborasi tersebut untuk mengintegrasikan sejumlah program ke dalam ekosistem InaExport, antara lain UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, dan Campuspreneur.

Penguatan tersebut juga berkaitan dengan agenda Kemendag untuk memperluas akses pasar produk Indonesia. Salah satu program yang berjalan, UMKM BISA Ekspor, mencatat transaksi USD 134,87 juta sepanjang 2025. Pada Januari hingga Agustus 2026, nilai transaksinya mencapai USD 346,99 juta berdasarkan data yang disampaikan Kemendag.

Selain itu, Kemendag menjalankan Campuspreneur bersama 24 perguruan tinggi. Peserta terpilih dari program tersebut mendapat kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.

Dengan peningkatan jumlah pengguna sekaligus penambahan layanan, InaExport kini tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk. Kemendag mengarahkannya menjadi sarana yang mempertemukan informasi pasar, eksportir, calon pembeli, serta berbagai layanan pendukung perdagangan dalam satu platform.

Berita Terkait

Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi
Produk Dalam Negeri Bidik Pasar Domestik, TKDN Jadi Penguat Daya Saing Industri
Koperasi BKMT Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi Umat hingga Desa
KDKMP Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Desa, Pemerintah Perkuat Pasokan dan Pengawasan
Sinergi Kemenkeu-BI Fokus Perkuat Sektor Riil dan Stabilitas Keuangan
Fermentasi Nusantara Disiapkan Jadi Produk Kreatif untuk Pasar Global
Industri Tekstil Jadi Fokus Pemerintah, Bahan Baku hingga Impor Jadi Perhatian
Kerja Sama Industri Indonesia-Bulgaria Bidik Investasi dan Akses Pasar Eropa
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 06:00 WIB

Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi

Minggu, 27 September 2026 - 11:00 WIB

Produk Dalam Negeri Bidik Pasar Domestik, TKDN Jadi Penguat Daya Saing Industri

Sabtu, 26 September 2026 - 09:00 WIB

Koperasi BKMT Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi Umat hingga Desa

Sabtu, 26 September 2026 - 07:00 WIB

KDKMP Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Desa, Pemerintah Perkuat Pasokan dan Pengawasan

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

Sinergi Kemenkeu-BI Fokus Perkuat Sektor Riil dan Stabilitas Keuangan

Berita Terbaru