Sisipublik.com – InaExport mencatat 866 ribu pengunjung sejak Januari hingga 22 September 2026. Kementerian Perdagangan (Kemendag) kemudian memperkuat platform tersebut dengan sejumlah layanan baru untuk menghubungkan eksportir Indonesia dengan peluang pasar internasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan secara terbatas pengembangan InaExport di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pengembangan itu menjadi bagian dari transformasi InaExport menuju gerbang ekspor berskala nasional atau national export gateway.
Data Kemendag menunjukkan, InaExport mencatat kenaikan jumlah pengunjung sebesar 497 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 145 ribu pengunjung. Selain itu, platform tersebut kini memiliki sekitar 15 ribu anggota terverifikasi dan telah menindaklanjuti sekitar 160 permintaan informasi (inquiry) dari buyer internasional bersama perwakilan perdagangan Indonesia.
InaExport Hadirkan Lima Layanan untuk Eksportir
Pengembangan InaExport kini mencakup lima layanan utama yang menyatukan kebutuhan informasi, pencarian pasar, hingga penjajakan bisnis dalam satu ekosistem.
Pertama, CEK Ekspor membantu pelaku usaha melakukan asesmen mandiri dan validasi eksportir. Layanan tersebut juga membantu memetakan kesiapan ekspor serta kebutuhan pembinaan, pembiayaan, promosi, dan fasilitasi pasar.
Selanjutnya, Export Sandbox dan Chatbot menyediakan informasi mengenai tarif, persyaratan, sertifikasi, regulasi, serta akses pasar. Platform itu juga menyediakan kalkulator ekspor untuk membantu pelaku usaha melakukan simulasi berdasarkan negara tujuan.
Kemudian, layanan inquiry mempertemukan permintaan buyer dengan eksportir yang sesuai. Sementara itu, Dashboard Peluang Ekspor menyediakan informasi peluang pasar dan tarif preferensi di negara tujuan.
InaExport juga menyediakan informasi intelijen pasar serta layanan pendukung ekspor, seperti fasilitasi pameran, business matching, misi dagang, dan pitching.
19 Mitra Bergabung dalam Ekosistem InaExport
Pada peluncuran terbatas tersebut, Kemendag juga menandatangani nota kesepahaman dengan 19 mitra strategis. Kerja sama melibatkan kementerian, lembaga, pelaku usaha, dan perguruan tinggi.
Kemendag mengarahkan kolaborasi tersebut untuk mengintegrasikan sejumlah program ke dalam ekosistem InaExport, antara lain UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, dan Campuspreneur.
Penguatan tersebut juga berkaitan dengan agenda Kemendag untuk memperluas akses pasar produk Indonesia. Salah satu program yang berjalan, UMKM BISA Ekspor, mencatat transaksi USD 134,87 juta sepanjang 2025. Pada Januari hingga Agustus 2026, nilai transaksinya mencapai USD 346,99 juta berdasarkan data yang disampaikan Kemendag.
Selain itu, Kemendag menjalankan Campuspreneur bersama 24 perguruan tinggi. Peserta terpilih dari program tersebut mendapat kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Dengan peningkatan jumlah pengguna sekaligus penambahan layanan, InaExport kini tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk. Kemendag mengarahkannya menjadi sarana yang mempertemukan informasi pasar, eksportir, calon pembeli, serta berbagai layanan pendukung perdagangan dalam satu platform.











Komentar