Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya verifikasi identitas, keterbukaan data, dan integrasi antarlembaga untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial (foto: kementerian sosial)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya verifikasi identitas, keterbukaan data, dan integrasi antarlembaga untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial (foto: kementerian sosial)

Sisipublik.com – Digitalisasi bansos melalui portal perlindungan sosial (Perlinsos) menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat akurasi data, meningkatkan transparansi, dan memastikan bantuan sosial (bansos) menjangkau penerima yang tepat. Kementerian Sosial juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawasi data penerima manfaat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi rencana pelaksanaan nasional digitalisasi perlindungan sosial di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Jumat (16/10/2026). Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat yang melibatkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga tersebut.

Digitalisasi bansos tidak hanya mengandalkan integrasi data antarkementerian dan lembaga, tetapi juga memperkuat verifikasi identitas melalui teknologi biometrik. Pemerintah turut mendorong keterbukaan data agar masyarakat dapat menyampaikan masukan ketika menemukan ketidaksesuaian informasi penerima bantuan.

Digitalisasi Bansos Buka Ruang Pengawasan Masyarakat

Gus Ipul menjelaskan bahwa perubahan penting dalam pengelolaan data perlindungan sosial terletak pada peralihan dari sistem tertutup menuju sistem yang lebih terbuka. Melalui pendekatan ini, masyarakat memperoleh ruang untuk mencermati data penerima manfaat dan menyampaikan keberatan jika menemukan ketidaksesuaian.

Menurut Gus Ipul, Presiden Prabowo Subianto mendorong keterbukaan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola data yang transparan dan akuntabel.

Keterlibatan masyarakat diharapkan membantu pemerintah menemukan persoalan pendataan yang mungkin tidak teridentifikasi melalui pemeriksaan administratif. Dengan demikian, proses pemutakhiran data dapat mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Baca Juga :  Cara cek desil Kemensos online untuk mengetahui status kesejahteraan keluarga

Meski begitu, pemerintah perlu memastikan mekanisme penyampaian masukan dan sanggahan berjalan jelas. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang memadai mengenai cara memeriksa data serta prosedur untuk mengajukan koreksi.

Verifikasi Biometrik Perkuat Ketepatan Penerima Bantuan

Selain membuka akses pengawasan, pemerintah memperkuat proses verifikasi identitas penerima manfaat melalui teknologi biometrik, termasuk pengenalan wajah atau face recognition.

Sebelumnya, pendataan penerima bantuan mengandalkan prinsip by name by address, yakni pencatatan berdasarkan nama dan alamat. Melalui sistem yang sedang pemerintah kembangkan, proses tersebut mendapat tambahan verifikasi identitas untuk membantu memastikan orang yang menerima bantuan sesuai dengan data penerima yang terdaftar.

Gus Ipul menilai penggunaan biometrik menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ketidaksesuaian antara identitas penerima yang tercatat dan individu yang menerima bantuan.

Namun, efektivitas teknologi tersebut tetap bergantung pada kualitas data, ketepatan prosedur verifikasi, serta kesiapan petugas di lapangan. Pemerintah juga perlu menyiapkan mekanisme alternatif bagi masyarakat yang mengalami kendala saat menjalani verifikasi digital.

Sosialisasi dan Keamanan Data Tetap Menjadi Prioritas

Di tengah pengembangan sistem digital, Gus Ipul menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan. Pemerintah perlu menjelaskan perubahan mekanisme pendataan, manfaat verifikasi biometrik, serta prosedur pengawasan kepada masyarakat.

Pemahaman publik menjadi faktor penting agar penerima manfaat dapat mengikuti proses verifikasi dengan benar. Selain itu, sosialisasi yang memadai dapat membantu mengurangi kebingungan ketika pemerintah memperbarui mekanisme penyaluran bantuan.

Baca Juga :  KUR Perumahan Rp 880 Miliar Siap Disalurkan, Akad Massal Ribuan Debitur Digelar Akhir Juli

Pada saat yang sama, integrasi data dan perluasan akses informasi harus berjalan bersama perlindungan data pribadi. Pemerintah perlu menjaga keamanan sistem, membatasi akses sesuai kewenangan, dan memastikan penggunaan data mengikuti ketentuan yang berlaku.

Karena itu, keterbukaan data untuk kepentingan pengawasan tidak berarti seluruh informasi pribadi penerima bantuan dapat diakses tanpa batas. Pemerintah perlu membedakan informasi yang dapat masyarakat periksa dari data pribadi yang wajib mendapat perlindungan.

Integrasi Data Lintas Kementerian Jadi Fondasi Perlinsos

Gus Ipul juga mengapresiasi kerja sama antarkementerian dan lembaga dalam mendukung integrasi data perlindungan sosial. Menurutnya, keterhubungan data lintas instansi dapat memperkuat informasi yang pemerintah gunakan untuk menentukan sasaran program bantuan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.

Kolaborasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam menyelaraskan data dan memperbaiki proses penetapan penerima manfaat. Meski demikian, pemerintah tetap perlu memastikan setiap instansi menjalankan tanggung jawabnya dalam pemutakhiran, validasi, dan perlindungan informasi.

Keberhasilan digitalisasi Perlinsos pada akhirnya tidak hanya bergantung pada penerapan teknologi. Kualitas data, transparansi prosedur, keamanan informasi, serta kemudahan masyarakat mengajukan koreksi juga menentukan apakah sistem tersebut mampu meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial.

Berita Terkait

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Perluas Kerja Sama dengan Bank Dunia
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk

Berita Terbaru