Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPJN Sumatera Barat mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (foto: kementerian pekerjaan umum)

Petugas BPJN Sumatera Barat mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (foto: kementerian pekerjaan umum)

Sisipublik.com – Pemulihan jalan nasional Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih berlangsung setelah hujan berintensitas tinggi pada 9–10 Oktober 2026 memicu longsor dan amblasnya badan jalan di delapan titik. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor dan memulihkan akses yang terdampak.

Hingga laporan penanganan pada 12 Oktober 2026, petugas telah membersihkan empat dari delapan titik terdampak. Sementara itu, empat titik lainnya masih membutuhkan penanganan agar jalan kembali berfungsi dengan aman.

Kondisi jalan Tapan–Jambi menjadi perhatian karena ruas nasional tersebut berperan penting dalam menghubungkan wilayah serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Namun, luapan Sungai Tapan dan material longsor menghambat konektivitas di Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan.

Dua Excavator dan Dua Wheel Loader Dikerahkan

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Kementerian PU mengerahkan dua unit excavator dan dua unit wheel loader untuk mempercepat penanganan darurat. Petugas menggunakan alat berat tersebut untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup badan jalan sekaligus mendukung pekerjaan pada bagian jalan yang amblas.

Baca Juga :  Padang Bidik Status UNESCO Creative City of Gastronomy, Kementerian Ekraf Siap Berkolaborasi

Selain membersihkan material, petugas memasang rambu peringatan dan garis pembatas atau police line di sekitar lokasi terdampak. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan maupun petugas selama pekerjaan berlangsung.

Menteri PU Dody Hanggodo menempatkan pemulihan konektivitas sebagai prioritas dalam penanganan bencana. Menurut dia, akses jalan yang kembali berfungsi akan membantu masyarakat beraktivitas dan memperlancar distribusi kebutuhan logistik.

Hujan dan Kondisi Lereng Hambat Pemulihan Jalan Tapan–Jambi

BPJN Sumatera Barat melanjutkan pembersihan material longsor dan penanganan badan jalan pada Senin, 12 Oktober 2026. Meski demikian, petugas harus menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi medan, intensitas hujan, serta kestabilan lereng di sekitar lokasi.

Curah hujan yang masih tinggi meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan. Karena itu, petugas perlu memastikan kondisi lapangan sebelum melanjutkan pekerjaan pada setiap titik terdampak. Pendekatan bertahap tersebut juga membantu menjaga keselamatan personel dan efektivitas penanganan darurat.

Baca Juga :  Warga Jakarta Bisa Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Denda hingga Agustus 2026

Di sisi lain, jumlah titik yang telah dibersihkan belum menjadi jaminan bahwa seluruh ruas sudah aman untuk dilewati. Petugas masih perlu menyelesaikan penanganan di empat titik tersisa dan memastikan kondisi badan jalan memenuhi persyaratan keselamatan.

Pengguna Jalan Diminta Menunda Perjalanan

Kementerian PU menyatakan ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi masih belum dapat dilalui kendaraan selama proses penanganan berlangsung. Oleh sebab itu, pengguna jalan perlu menunda perjalanan melalui jalur tersebut sampai petugas menyatakan akses aman dan membuka kembali ruas jalan.

Masyarakat juga perlu memperhatikan rambu peringatan serta pembatas di sekitar lokasi bencana. Pengguna jalan sebaiknya tidak menerobos area pekerjaan karena kondisi lereng dan badan jalan yang terdampak masih berisiko.

Melalui BPJN Sumatera Barat, Kementerian PU terus mempercepat penanganan darurat dengan mempertimbangkan keselamatan petugas dan masyarakat. Pemulihan akses akan mendukung konektivitas antarwilayah, tetapi pembukaan jalan tetap harus menunggu penyelesaian pekerjaan dan kepastian keamanan di seluruh titik terdampak.

Berita Terkait

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Kapal Fiberglass Buka Akses Warga Segun Saat Sungai Surut
Manasik Sepanjang Tahun Jadi Strategi Kemenhaj Perkuat Kemandirian Jemaah Aceh
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa

Berita Terbaru