Pilah Sampah Jakarta Dorong Hotel dan Kafe Berlomba Kelola Sampah, Insentif Pajak Jadi Daya Tarik

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pilah Sampah Jakarta Dorong Hotel dan Kafe Berlomba Kelola Sampah, Insentif Pajak Jadi Daya Tarik (foto: jakarta.tribunnews)

Pilah Sampah Jakarta Dorong Hotel dan Kafe Berlomba Kelola Sampah, Insentif Pajak Jadi Daya Tarik (foto: jakarta.tribunnews)

Sisipublik.com – Pilah Sampah Jakarta akan menjadi gerakan yang semakin luas melalui kompetisi khusus bagi hotel, restoran, dan kafe. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan lomba pemilahan sampah dengan hadiah berupa insentif pajak untuk mendorong partisipasi pelaku usaha.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan rencana tersebut saat meninjau kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). Ia menilai pendekatan kompetisi dapat meningkatkan antusiasme masyarakat dan dunia usaha dalam menjalankan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Selain itu, Pemprov DKI berharap program tersebut mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pilah Sampah Jakarta juga diharapkan menjadi kebiasaan yang tumbuh dari lingkungan usaha hingga masyarakat luas.

Pilah Sampah Jakarta Tawarkan Insentif Pajak untuk Pemenang

Pramono menjelaskan bahwa peserta terbaik dalam lomba pemilahan sampah akan memperoleh insentif pajak. Menurutnya, bentuk penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi kuat bagi hotel, restoran, dan kafe untuk menjalankan program pengelolaan sampah secara konsisten.

Baca Juga :  Alwi Farhan Juara Australian Open 2026, Bawa Pulang Gelar Super 500 Kedua

Ia menilai insentif pajak memiliki nilai strategis karena dapat memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha. Karena itu, Pemprov DKI memilih skema penghargaan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peserta.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah ingin menciptakan persaingan positif yang mendorong setiap pelaku usaha menghadirkan inovasi dalam pengurangan dan pemilahan sampah.

Pilah Sampah Jakarta Mulai Diterapkan Sejumlah Hotel

Di sisi lain, gerakan pemilahan sampah sebenarnya sudah mulai berjalan di sejumlah sektor usaha. Pramono mengungkapkan bahwa salah satu hotel di Jakarta telah mengambil langkah awal untuk menerapkan program tersebut.

Menurutnya, inisiatif yang di lakukan hotel tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pengelolaan sampah mulai berkembang di kalangan pelaku usaha. Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperluas implementasi program di berbagai lokasi lainnya.

Karena itu, Pemprov DKI optimistis gerakan ini dapat berkembang lebih cepat ketika di dukung oleh kompetisi dan insentif yang menarik.

Baca Juga :  SNI Wajib AMDK, Kemenperin Buka Pendampingan Sertifikasi bagi Industri Maluku

CFD Rasuna Said Jadi Sarana Edukasi Masyarakat

Sementara itu, Pemprov DKI juga memanfaatkan momentum CFD Rasuna Said untuk mengampanyekan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih tertata kepada masyarakat.

Untuk memperluas jangkauan pesan, pemerintah daerah menggandeng Cinta Laura sebagai duta pilah sampah. Kehadiran figur publik di harapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Pramono menjelaskan bahwa komitmen Cinta Laura terhadap pemilahan sampah sudah terbentuk sejak lama melalui kebiasaan di lingkungan keluarganya. Oleh sebab itu, keterlibatannya di nilai sejalan dengan tujuan pemerintah dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Melalui berbagai program tersebut, Pemprov DKI menargetkan gerakan Pilah Sampah Jakarta semakin masif, melibatkan lebih banyak pelaku usaha, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih serta berkelanjutan. (j/*)

Berita Terkait

JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering
Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah
Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana

Berita Terbaru