Sisipublik.com – Teknologi persinyalan transportasi menjadi fokus kerja sama terbaru antara Indonesia dan Jepang setelah PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ) dan Nippon Signal Co., Ltd. menandatangani Head of Agreement (HoA) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, 3 Agustus 2026.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, Nurmala Kartini Sjahrir, menyaksikan langsung penandatanganan tersebut. Direktur Utama PT MITJ, Fuad I. Z. Fachroeddin, menandatangani kesepakatan bersama Overseas Manager Nippon Signal Co., Ltd., Kota Kinugasa.
Teknologi Persinyalan Transportasi Perkuat Keselamatan Perkeretaapian
Teknologi persinyalan transportasi menjadi dasar kolaborasi kedua perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan sekaligus mempercepat modernisasi sistem perkeretaapian nasional. Kesepakatan ini mengusung semangat “The Japanese Precision, Indonesian Trust: Advancing Railway Safety for Indonesia” sebagai bentuk sinergi teknologi Jepang dengan kebutuhan transportasi Indonesia.
Selain penandatanganan HoA, agenda tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian PT MITJ Business Matching Forum yang terselenggara melalui kerja sama antara KBRI Tokyo dan PT MITJ.
Forum ini mempertemukan PT MITJ bersama mitra strategisnya, PT Duta Sarana Perkasa (Dusaspun), dengan lebih dari sepuluh perusahaan Jepang. Mereka membahas peluang kemitraan dalam proyek Precast Tunnel Segment MRT Jakarta Fase 3 untuk Jalur Timur–Barat.
Kolaborasi tersebut mencakup sektor industri precast, Transit Oriented Development (TOD), hingga teknologi perkeretaapian. Seluruh proyek mendapat dukungan pembiayaan melalui skema pinjaman Official Development Assistance (ODA) Jepang dari JICA dengan nilai lebih dari 140 miliar yen.
Dubes Kartini: MRT Jakarta Simbol Persahabatan Indonesia dan Jepang
Dalam sambutannya, Dubes Nurmala Kartini Sjahrir menilai keberhasilan kerja sama Indonesia dan Jepang pada pembangunan MRT Jakarta kini memasuki tahap yang lebih maju.
“MRT Jakarta adalah simbol nyata persahabatan Indonesia dan Jepang. Kemitraan yang ditandatangani hari ini menunjukkan bahwa kerja sama kita tidak berhenti pada konstruksi, tetapi menjangkau teknologi keselamatan dan persinyalan yang menjaga jutaan penumpang setiap harinya. KBRI Tokyo siap menjadi jembatan bagi setiap kemitraan Indonesia–Jepang yang lahir dari forum ini,” ujar Dubes Kartini.
Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan teknologi transportasi modern sekaligus mempererat hubungan kedua negara.
PT MITJ Targetkan Sistem Transportasi Lebih Aman dan Terintegrasi
Sementara itu, Direktur Utama PT MITJ, Fuad I. Z. Fachroeddin, menegaskan bahwa kerja sama dengan Nippon Signal merupakan langkah strategis untuk menghadirkan standar keselamatan transportasi kelas dunia di kawasan Jabodetabek.
“Presisi teknologi Jepang yang dipadukan dengan kepercayaan dan kebutuhan Indonesia akan melahirkan sistem transportasi yang lebih aman, andal, dan terintegrasi. Head of Agreement ini menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang antara PT MITJ dan Nippon Signal,” ungkap Fuad.
Setelah penandatanganan HoA, forum berlanjut dengan presentasi teknis proyek Precast Tunnel Segment MRT Jakarta Fase 3.
Dorong Investasi dan Alih Teknologi dari Jepang
Pemerintah dan dunia usaha menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat investasi sekaligus mempercepat alih teknologi dari Jepang ke Indonesia.
kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor infrastruktur transportasi yang aman, modern, dan berkelanjutan.











Komentar