Malaysia Siapkan Pesawat dan Helikopter untuk Bantu Indonesia Tangani Karhutla

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (foto: kementerian sekretaris negara)

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Malaysia siapkan pesawat dan helikopter untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kerja sama kedua negara dalam menghadapi persoalan lingkungan yang dampaknya dapat melintasi batas wilayah.

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas penanganan karhutla serta sejumlah peluang kerja sama Indonesia-Malaysia.

Malaysia Siapkan Bantuan untuk Karhutla

Malaysia siapkan bantuan untuk karhutla berupa satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 anggota tim pemadam kebakaran. Presiden Prabowo mengatakan bantuan tersebut akan dikirim dalam waktu dekat untuk mendukung penanganan kebakaran di Indonesia.

Tawaran tersebut sebelumnya disampaikan Ahmad Zahid dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia. Otoritas Malaysia menyebut aset yang disiapkan mencakup pesawat amfibi Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, serta 52 personel dari sejumlah lembaga terkait penanggulangan bencana dan pertahanan Malaysia.

Baca Juga :  Perubahan Desil DTSEN Tak Otomatis Hentikan Bansos, Kemensos Buka Ruang Sanggah

Dukungan itu bukan kali pertama Malaysia membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan. Prabowo menyebut kedua negara sebelumnya pernah melakukan kerja sama serupa.

Dampak Karhutla Melintasi Batas Negara

Menurut Prabowo, kebakaran hutan tidak hanya menimbulkan persoalan di wilayah tempat kebakaran berlangsung. Dampaknya juga dapat dirasakan negara-negara tetangga, terutama ketika asap dan gangguan lingkungan bergerak melintasi perbatasan.

Karena itu, Presiden menyebut bantuan dari Malaysia sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap persoalan lingkungan. Indonesia sebelumnya juga menerima bantuan dari Jepang serta tawaran dukungan dari sejumlah negara lain.

Baca Juga :  BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Selain merespons kondisi kebakaran, pemerintah Indonesia juga menyiapkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Prabowo mengatakan pemerintah sedang menyusun langkah pencegahan secara menyeluruh.

Kerja Sama Indonesia-Malaysia Diperluas

Pertemuan Prabowo dan Ahmad Zahid tidak hanya membahas karhutla. Keduanya juga bertukar pandangan mengenai peluang kerja sama di sektor lain, termasuk industri halal.

Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia. Menurut Presiden, kedua negara perlu menyelesaikan persoalan bilateral melalui kerja sama agar perbedaan tidak berkembang menjadi gangguan terhadap hubungan kedua negara.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Berita Terkait

TNI Fair 2026 Buka Akses Publik untuk Kenal Alutsista dan Teknologi Pertahanan
Kekayaan Intelektual Berbasis Budaya Jadi Fokus Indonesia dan WIPO
Program 3 Juta Rumah, Delapan Pemda Maluku-Nusa Tenggara Dapat Tambahan Kuota Bedah Rumah
Hotspot Sumsel Turun, Kalteng Jadi Fokus Baru Pengendalian Karhutla
LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai Perkuat Hub Transportasi di Jakarta
KDKMP Masuk Tahap Operasional, Kemenkop Percepat Verifikasi dan Penguatan Tata Kelola
E50 Mulai Disiapkan, Pemerintah Fokus Perkuat Pasokan BBM dari Dalam Negeri
Anggaran Haji 2027 Diminta Berbasis Kebutuhan Jemaah, Menhaj Tekankan Efisiensi
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:00 WIB

TNI Fair 2026 Buka Akses Publik untuk Kenal Alutsista dan Teknologi Pertahanan

Minggu, 20 September 2026 - 09:00 WIB

Kekayaan Intelektual Berbasis Budaya Jadi Fokus Indonesia dan WIPO

Minggu, 20 September 2026 - 07:00 WIB

Program 3 Juta Rumah, Delapan Pemda Maluku-Nusa Tenggara Dapat Tambahan Kuota Bedah Rumah

Minggu, 20 September 2026 - 06:00 WIB

Hotspot Sumsel Turun, Kalteng Jadi Fokus Baru Pengendalian Karhutla

Sabtu, 19 September 2026 - 14:00 WIB

LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai Perkuat Hub Transportasi di Jakarta

Berita Terbaru