Sisipublik.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mulai memperkuat peran ekonomi desa melalui penyaluran kebutuhan pokok bersubsidi dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koperasi ini juga menyiapkan pengembangan usaha pengolahan hasil pertanian agar warga memperoleh nilai tambah dari komoditas unggulan daerah.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meninjau operasional KDKMP Sorowako dalam kegiatan pangan murah pada Sabtu (10/10/2026). Ia menyampaikan bahwa gerai koperasi telah melayani masyarakat dengan menyediakan LPG 3 kilogram, pupuk, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta minyak goreng. Gerai tersebut juga memasarkan produk unggulan pelaku usaha lokal.
KDKMP Sorowako Catat Pendapatan Sekitar Rp1 Miliar
KDKMP Sorowako mencatat pendapatan sekitar Rp1 miliar dari penyaluran beras dan minyak goreng yang dipasok langsung oleh Perum Bulog. Menurut Ferry, nilai tersebut belum mencakup pendapatan dari penjualan barang lainnya.
Capaian awal ini menunjukkan potensi koperasi dalam memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus membangun kegiatan ekonomi berbasis desa. Namun, keberlanjutan usaha tetap bergantung pada pengelolaan operasional, permintaan pasar, dan kemampuan koperasi menghasilkan keuntungan bagi anggotanya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut sekitar 70 persen barang yang tersedia di gerai koperasi merupakan produk masyarakat lokal. Komposisi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran melalui jaringan koperasi.
KDKMP Sorowako Siapkan Pengolahan Hasil Pertanian
Selain memperkuat perdagangan kebutuhan pokok, pemerintah mendorong KDKMP Sorowako mengembangkan usaha pengolahan pascapanen. Ferry meminta gubernur dan bupati setempat mendukung penyediaan peralatan yang dapat meningkatkan nilai jual lada, vanili, dan komoditas pertanian lainnya.
Melalui pengolahan pascapanen, petani berpeluang menjual produk dengan kualitas lebih baik dan nilai ekonomi lebih tinggi daripada sekadar memasarkan hasil panen mentah. Meski demikian, koperasi perlu menyesuaikan jenis peralatan dengan kebutuhan petani, kapasitas produksi, dan permintaan pasar.
Ferry menilai kepemilikan bangunan dan lokasi koperasi oleh desa menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha jangka panjang. Lokasi KDKMP yang berada di depan Danau Matano juga menawarkan peluang untuk memperluas kegiatan ekonomi, termasuk pemasaran produk lokal kepada pengunjung.
Keanggotaan Koperasi Ditargetkan Menjangkau Seluruh Warga
Saat ini, KDKMP Sorowako telah memiliki sekitar 500 anggota dari total populasi desa yang mencapai 4.000 jiwa. Pengelola menargetkan keterlibatan warga yang lebih luas secara bertahap seiring dengan pematangan model bisnis dan peningkatan kelayakan usaha.
Perluasan keanggotaan menjadi salah satu langkah penting agar manfaat koperasi dapat menjangkau lebih banyak warga. Di sisi lain, pengelola perlu memastikan transparansi transaksi, pembagian manfaat yang adil, dan pengelolaan usaha yang sehat supaya koperasi dapat bertahan dalam jangka panjang.
Ferry menegaskan bahwa operasionalisasi KDKMP memerlukan model bisnis yang matang serta dukungan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, penguatan tata kelola perlu berjalan seiring dengan pengembangan layanan dan pemasaran produk lokal.
Perpres KDKMP Perkuat Landasan Operasional
Pemerintah menyatakan operasionalisasi KDKMP mengikuti penerbitan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola dan Operasionalisasi KDKMP. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi penguatan tata kelola dan pelaksanaan kegiatan koperasi.
Andi Sudirman berharap regulasi itu dapat memperkuat penyaluran barang bersubsidi sehingga masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas. Pemerintah daerah juga diharapkan mendukung pengembangan usaha koperasi agar produk lokal memiliki akses pasar yang lebih baik.
Dengan menggabungkan distribusi kebutuhan pokok, pemasaran produk UMKM, dan rencana pengolahan hasil pertanian, KDKMP Sorowako berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Keberhasilan jangka panjangnya akan bergantung pada kemampuan pengelola menjaga kesehatan usaha sekaligus memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan anggota dan masyarakat.










Komentar