Data Antrean Haji Dipadankan, Kemenhaj Pastikan Nomor Porsi Jemaah Tetap

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengikuti koordinasi terkait pemadanan data jemaah haji dan peningkatan pelayanan calon jemaah di Jakarta (foto: kementerian haji dan umrah)

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengikuti koordinasi terkait pemadanan data jemaah haji dan peningkatan pelayanan calon jemaah di Jakarta (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Pemadanan data jemaah haji menjadi langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk memperbaiki akurasi daftar tunggu haji nasional. Kemenhaj membahas integrasi data dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui pertemuan di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kerja sama tersebut menyasar data jemaah yang masih berada dalam masa tunggu. Pemerintah ingin mencocokkan data pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Langkah pemadanan data jemaah haji terutama berkaitan dengan pencocokan identitas, Nomor Induk Kependudukan (NIK), domisili, serta status kependudukan. Pemerintah juga membahas data ahli waris untuk memastikan informasi jemaah tetap sesuai dengan kondisi administrasi terbaru.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pembenahan tata kelola data haji. Sebelumnya, pemerintah juga menyampaikan rencana validasi ulang daftar antrean haji nasional bersama Kemendagri karena terdapat data porsi yang perlu diverifikasi.

Baca Juga :  Kemenhaj Blokir Akses PT Gema Suara Talbia Setelah 103 Jemaah Gagal Berangkat

Pemadanan data jemaah haji tidak mengubah nomor porsi

Kemenhaj menyatakan proses sinkronisasi data bersifat administratif. Karena itu, proses tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah nomor porsi ataupun menggeser hak antrean jemaah.

Sebagian besar proses pencocokan data juga berlangsung melalui sistem. Dengan demikian, jemaah tidak perlu mengurus pemadanan secara mandiri selama tidak ada permintaan resmi dari instansi terkait.

Jika pemerintah menemukan perbedaan data yang membutuhkan klarifikasi, petugas akan menghubungi jemaah melalui mekanisme resmi. Jemaah karena itu perlu memastikan informasi kontak yang tercatat tetap dapat digunakan.

Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang, dokumen asli, atau kata sandi kepada pihak yang mengaku menawarkan jasa pemutakhiran data. Proses pemadanan data tersebut tidak memungut biaya.

Pemerintah siapkan pembenahan pemeriksaan kesehatan

Selain persoalan data, Kemenhaj dan Kemendagri membahas pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di daerah.

Baca Juga :  Voucher Listrik PLN di bagikan Bulan Juni 2026, Pelanggan Bisa Dapat Bonus Rp10.000

Pemerintah ingin memastikan fasilitas kesehatan menjalankan pemeriksaan sesuai standar yang berlaku. Selain itu, pemerintah membahas penyeragaman tarif agar biaya pemeriksaan tetap wajar dan tidak menambah beban calon jemaah.

Agenda kesehatan ini sejalan dengan perhatian Kemenhaj terhadap kesiapan fisik calon jemaah untuk menghadapi rangkaian ibadah haji. Dalam agenda manasik nasional pada September 2026, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf juga menekankan pentingnya persiapan kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Kemendagri menyatakan kesiapan untuk mendukung kedua agenda tersebut. Selanjutnya, kedua kementerian akan melanjutkan koordinasi teknis untuk mengintegrasikan data kependudukan dengan data haji serta memperkuat mekanisme pemeriksaan kesehatan di daerah.

Dengan pembaruan tersebut, pemerintah menargetkan pengelolaan daftar tunggu haji berjalan berdasarkan data yang lebih akurat. Pada saat yang sama, perbaikan layanan kesehatan di daerah diharapkan memberi kepastian kepada calon jemaah sejak masa persiapan keberangkatan.

Berita Terkait

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Berita Terbaru