Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Program revitalisasi sekolah di Bali pada 2026 mencakup perbaikan ruang kelas dan fasilitas pendukung untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak (foto: kementerian sekretaris negara)

Program revitalisasi sekolah di Bali pada 2026 mencakup perbaikan ruang kelas dan fasilitas pendukung untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Program revitalisasi sekolah di Bali menjangkau 401 satuan pendidikan pada 2026, meningkat dari 188 sekolah pada 2025. Perluasan program ini menyasar perbaikan sarana pendidikan agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Pemerintah menjalankan program tersebut untuk mengatasi kerusakan bangunan dan keterbatasan fasilitas yang menghambat kegiatan belajar. Selain memperbaiki ruang kelas, program ini juga mencakup fasilitas pendukung yang dibutuhkan sekolah dan peserta didik.

Revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan infrastruktur pendidikan. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pemerintah menyelesaikan renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan paling lambat pada 2029.

Revitalisasi Sekolah Menjangkau Lebih Banyak Satuan Pendidikan

Kenaikan jumlah penerima program di Bali dari 188 sekolah pada 2025 menjadi 401 satuan pendidikan pada 2026 menunjukkan perluasan cakupan revitalisasi. Pemerintah mengarahkan program ini untuk membantu sekolah yang menghadapi kerusakan bangunan maupun keterbatasan fasilitas dasar.

Salah satu contoh terlihat di SD Negeri 15 Dangin Puri, Kota Denpasar. Sebelum menerima perbaikan, salah satu ruang kelas di lantai tiga sekolah tersebut pernah mengalami kerusakan akibat cuaca buruk, termasuk hujan dan angin.

Setelah program revitalisasi, sekolah itu memiliki ruang kelas yang lebih rapi dan bersih. Kondisi tersebut mendukung kegiatan belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik dan guru.

Baca Juga :  Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Idul Adha 2026 untuk Daerah dan Lembaga Sosial

Perbaikan Fasilitas Mengubah Kondisi Sekolah

Persoalan infrastruktur juga pernah dihadapi TK Indraprasta Kuta, Kabupaten Badung. Sekolah yang berdiri sejak 1975 itu mengalami sejumlah kerusakan, mulai dari atap bocor dan dinding rapuh hingga dampak banjir dan serangan rayap.

Melalui program revitalisasi pada 2026, pemerintah memperbaiki enam ruang kelas, satu ruang administrasi, dan satu toilet. Program tersebut juga mencakup penataan taman bermain untuk mendukung aktivitas anak-anak di lingkungan sekolah.

Perbaikan fasilitas dasar tersebut membantu sekolah menyediakan ruang belajar dan area bermain yang lebih layak. Bagi pendidikan anak usia dini, kondisi lingkungan yang aman dan nyaman menjadi salah satu unsur penting dalam menunjang kegiatan pembelajaran.

Meski demikian, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kondisi bangunan. Sekolah juga membutuhkan tenaga pendidik yang kompeten, pembelajaran yang bermutu, serta akses pendidikan yang merata.

Revitalisasi Sekolah Turut Menggerakkan Ekonomi Daerah

Selain mendukung kegiatan belajar, pembangunan dan perbaikan sekolah berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelaksanaan proyek dapat membuka kesempatan kerja bagi tenaga lokal dan meningkatkan aktivitas usaha yang berkaitan dengan kebutuhan konstruksi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.

Baca Juga :  Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka 18 Agustus, BKN Ingatkan Peserta Cermati Jadwal

Namun, besarnya manfaat ekonomi bergantung pada pelaksanaan setiap proyek, termasuk keterlibatan pekerja lokal dan penggunaan jasa usaha di sekitar lokasi pembangunan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan program berjalan sesuai kebutuhan sekolah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Target Penyelesaian Menjadi Tantangan Berikutnya

Pemerintah menargetkan penyelesaian renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan paling lambat pada 2029. Target tersebut menuntut pendataan kebutuhan yang akurat, penentuan prioritas berdasarkan tingkat kerusakan, serta pengawasan mutu pekerjaan.

Kementerian Sekretariat Negara mendukung koordinasi pelaksanaan program prioritas pemerintah agar kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kementerian dan lembaga terkait perlu bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pengelola satuan pendidikan.

Perluasan program revitalisasi di Bali memberikan gambaran tentang upaya perbaikan infrastruktur pendidikan. Akan tetapi, keberhasilan program juga perlu dilihat dari ketepatan sasaran, kualitas hasil pembangunan, dan keberlanjutan pemeliharaan fasilitas.

Dengan pengawasan yang konsisten, sekolah yang sebelumnya menghadapi kerusakan dapat menyediakan lingkungan belajar yang lebih layak. Pada akhirnya, perbaikan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran agar peserta didik memperoleh dukungan yang memadai untuk berkembang.

Berita Terkait

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Berita Terbaru