Air Bersih Pascagempa NTT Jadi Prioritas, Kementerian PU Jangkau Warga Ende dan RSUD Aeramo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menyalurkan dukungan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga dan fasilitas kesehatan setelah gempa di Nusa Tenggara Timur. (foto: Dok. Kementerian PU)

Petugas menyalurkan dukungan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga dan fasilitas kesehatan setelah gempa di Nusa Tenggara Timur. (foto: Dok. Kementerian PU)

Sisipublik.com – Air bersih pascagempa NTT menjadi salah satu kebutuhan utama warga yang masih menjalani masa pemulihan setelah gempa kuat mengguncang Flores. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan dukungan penyediaan air untuk masyarakat dan fasilitas kesehatan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

Air bersih pascagempa NTT menjadi bagian penting dalam penanganan kebutuhan dasar. Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT mengerahkan sarana distribusi untuk menjangkau sejumlah lokasi.

Air Bersih Pascagempa NTT Menjangkau Warga Ende

Di Kabupaten Ende, petugas menggunakan mobil tangki dan hidran umum untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Kobaleba, Kecamatan Maukaro. Dukungan tersebut menyasar sekitar 75 kepala keluarga.

Distribusi air membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika kondisi permukiman dan layanan dasar masih dalam tahap pemulihan. Sebelumnya, warga di sejumlah wilayah Kecamatan Maukaro juga menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat gempa dan gempa susulan.

Baca Juga :  Gempa NTT: Pemerintah Kerahkan Tim Pusat dan 50.000 Paket Bantuan ke Maumere

Selain kebutuhan rumah tangga, pemerintah juga memperhatikan fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan air untuk menjaga layanan tetap berjalan.

Dukungan Air untuk RSUD Aeramo

Pada Rabu malam, 19 Agustus 2026, Kementerian PU menambah dukungan sarana air di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Petugas mengisi dua hidran umum yang sudah tersedia. Masing-masing hidran memiliki kapasitas 2.300 liter. Petugas menempatkan tiga tandon air tambahan. Dua tandon memiliki kapasitas 300 liter, sedangkan satu tandon lainnya berkapasitas 250 liter.

Langkah tersebut membantu menjaga ketersediaan air bagi pasien dan aktivitas pelayanan rumah sakit. RSUD Aeramo menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang berperan dalam penanganan masyarakat setelah gempa.

Pemerintah Jaga Layanan Dasar Selama Pemulihan

Kepala BPBPK NTT Didik Wahyudi menilai ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam kondisi tanggap darurat dan pemulihan bencana. Menurut dia, pemerintah perlu menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan setiap lokasi.

Baca Juga :  Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga bagian penting untuk menjaga kesehatan dan aktivitas masyarakat,” ujar Didik.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur penanganan bencana. Koordinasi tersebut diperlukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau lokasi yang membutuhkan.

BNPB sebelumnya mencatat gempa Flores menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah NTT. Pada pembaruan 16 Agustus 2026, BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia dan 137 orang mengalami luka-luka. Petugas masih melakukan pendataan serta penanganan di lapangan.

Dengan kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian dari proses pemulihan. Kementerian PU juga terus memantau kebutuhan sarana air dan infrastruktur pendukung di wilayah yang masih menghadapi dampak gempa.

Berita Terkait

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Berita Terbaru