Sisipublik.com – Air bersih pascagempa NTT menjadi salah satu kebutuhan utama warga yang masih menjalani masa pemulihan setelah gempa kuat mengguncang Flores. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan dukungan penyediaan air untuk masyarakat dan fasilitas kesehatan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
Air bersih pascagempa NTT menjadi bagian penting dalam penanganan kebutuhan dasar. Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT mengerahkan sarana distribusi untuk menjangkau sejumlah lokasi.
Air Bersih Pascagempa NTT Menjangkau Warga Ende
Di Kabupaten Ende, petugas menggunakan mobil tangki dan hidran umum untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Kobaleba, Kecamatan Maukaro. Dukungan tersebut menyasar sekitar 75 kepala keluarga.
Distribusi air membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika kondisi permukiman dan layanan dasar masih dalam tahap pemulihan. Sebelumnya, warga di sejumlah wilayah Kecamatan Maukaro juga menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat gempa dan gempa susulan.
Selain kebutuhan rumah tangga, pemerintah juga memperhatikan fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan air untuk menjaga layanan tetap berjalan.
Dukungan Air untuk RSUD Aeramo
Pada Rabu malam, 19 Agustus 2026, Kementerian PU menambah dukungan sarana air di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Petugas mengisi dua hidran umum yang sudah tersedia. Masing-masing hidran memiliki kapasitas 2.300 liter. Petugas menempatkan tiga tandon air tambahan. Dua tandon memiliki kapasitas 300 liter, sedangkan satu tandon lainnya berkapasitas 250 liter.
Langkah tersebut membantu menjaga ketersediaan air bagi pasien dan aktivitas pelayanan rumah sakit. RSUD Aeramo menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang berperan dalam penanganan masyarakat setelah gempa.
Pemerintah Jaga Layanan Dasar Selama Pemulihan
Kepala BPBPK NTT Didik Wahyudi menilai ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam kondisi tanggap darurat dan pemulihan bencana. Menurut dia, pemerintah perlu menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan setiap lokasi.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga bagian penting untuk menjaga kesehatan dan aktivitas masyarakat,” ujar Didik.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur penanganan bencana. Koordinasi tersebut diperlukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau lokasi yang membutuhkan.
BNPB sebelumnya mencatat gempa Flores menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah NTT. Pada pembaruan 16 Agustus 2026, BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia dan 137 orang mengalami luka-luka. Petugas masih melakukan pendataan serta penanganan di lapangan.
Dengan kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian dari proses pemulihan. Kementerian PU juga terus memantau kebutuhan sarana air dan infrastruktur pendukung di wilayah yang masih menghadapi dampak gempa.











Komentar