Sisipublik.com – Pembinaan atlet Jawa Timur menjadi perhatian Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam upaya memperkuat prestasi olahraga daerah sekaligus menjamin kesejahteraan atlet setelah pensiun. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menilai Jawa Timur memiliki potensi besar, terutama pada cabang olahraga unggulan seperti bulu tangkis.
Taufik menyampaikan pandangan tersebut saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, bersama jajaran di Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10). Pertemuan itu membahas pengembangan olahraga daerah, kesinambungan pembinaan atlet, serta peluang kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
Selain mendorong peningkatan prestasi, pembinaan atlet Jawa Timur juga perlu mendapat dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Taufik menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur dan DPRD setempat agar program pembinaan cabang olahraga prioritas berjalan konsisten.
Pembinaan Atlet Jawa Timur Membutuhkan Dukungan Berkelanjutan
Taufik menilai Jawa Timur memiliki modal kuat untuk mengembangkan atlet berprestasi. Namun, potensi tersebut membutuhkan pembinaan terarah, kompetisi yang berkesinambungan, serta dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai.
Menurut dia, prestasi olahraga tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Atlet membutuhkan latihan rutin dan kesempatan bertanding agar mampu menjaga performa serta meningkatkan kemampuan.
Karena itu, Kemenpora mendorong pemerintah daerah untuk menjaga kesinambungan program pembinaan. Kolaborasi antara Dispora dan DPRD juga berperan penting dalam menentukan prioritas pengembangan olahraga sesuai kebutuhan daerah.
Kemenpora Dorong Sekolah Mendukung Atlet Muda
Selain memperkuat pembinaan di daerah, Kemenpora menyiapkan langkah untuk memperluas kesempatan bagi atlet muda. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mempermudah perizinan sekolah bagi siswa yang mengikuti kegiatan olahraga.
Kemenpora juga ingin meningkatkan kapasitas guru olahraga agar mereka dapat membimbing siswa menggunakan materi dan teknik yang tepat. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan keterbatasan fasilitas olahraga di sejumlah sekolah dasar.
Taufik menilai sekolah memiliki peran strategis dalam menemukan dan mengembangkan bakat sejak dini. Dengan dukungan tenaga pendidik dan akses latihan yang lebih baik, siswa berpotensi mengembangkan kemampuan olahraga tanpa mengabaikan pendidikan formal.
Skema Dana Pensiun Atlet Masuk Agenda Kemenpora
Di sisi lain, Kemenpora tengah menyiapkan skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesejahteraan setelah mereka mengakhiri karier kompetitif.
Taufik juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi atlet. Bekal tersebut dapat membantu atlet mengelola pendapatan dan merencanakan kehidupan setelah tidak lagi aktif bertanding.
Pembahasan kesejahteraan atlet turut mendapat perhatian DPRD Jawa Timur. Deni Wicaksono mengapresiasi langkah Kemenpora dan berharap koordinasi kedua pihak menghasilkan program konkret, terutama untuk mendukung kehidupan atlet setelah pensiun.
Meski demikian, Kemenpora masih menyiapkan skema tersebut. Karena itu, rincian mengenai mekanisme, persyaratan, dan waktu penerapan dana pensiun belum dijelaskan dalam pertemuan tersebut.
Industri Olahraga Berpeluang Menggerakkan Ekonomi Daerah
Selain pembinaan dan perlindungan atlet, Taufik mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan olahraga nasional. Menurut dia, industri olahraga dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas apabila mendapat dukungan penyelenggaraan dan investasi.
Ia mencontohkan ajang MotoGP di Mandalika yang berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari penerbangan dan penginapan hingga usaha kuliner.
Bagi Jawa Timur, pengembangan ekosistem olahraga dapat membuka peluang serupa melalui kompetisi, pembinaan klub, penyelenggaraan acara olahraga, dan kemitraan dengan pelaku usaha. Namun, realisasi manfaat ekonomi tersebut membutuhkan perencanaan, infrastruktur, serta kerja sama antarpemangku kepentingan.
Pertemuan Kemenpora dan DPRD Jawa Timur pun menjadi kesempatan untuk menyelaraskan agenda peningkatan prestasi dengan perlindungan kesejahteraan atlet. Ke depan, konsistensi pembinaan, dukungan pendidikan, dan kepastian program pascakarier akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.











Komentar