PSSI Perkuat Standar Medis Sepak Bola, Dokter dan Fisioterapis Disiapkan Jadi Penggerak Perubahan

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka Football Medical Workshop 2026 Batch 2 di Cibubur, Jakarta Timur, pada 12 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dokter dan fisioterapis dalam mendukung sepak bola Indonesia (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka Football Medical Workshop 2026 Batch 2 di Cibubur, Jakarta Timur, pada 12 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dokter dan fisioterapis dalam mendukung sepak bola Indonesia (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Sisipublik.com – PSSI memperkuat standar medis sepak bola melalui penyelenggaraan Football Medical Workshop 2026 Batch 2 di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur, Jakarta Timur, pada 12–14 Oktober 2026. Program ini menyasar peningkatan kompetensi dokter dan fisioterapis agar mampu mendukung keselamatan, kebugaran, dan performa pemain secara profesional.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka kegiatan tersebut melalui pemukulan gong bersama para peserta. Setelah pelaksanaan batch pertama, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PSSI untuk meningkatkan kualitas layanan medis di lingkungan sepak bola nasional.

Football Medical Workshop 2026 Batch 2 juga mendorong tenaga medis mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem sepak bola yang profesional. PSSI menilai keberhasilan pembinaan pemain tidak hanya bergantung pada pelatih, wasit, dan pengelola klub, tetapi juga pada kesiapan tim medis dalam mendampingi atlet selama latihan dan pertandingan.

Tim Medis Berperan Penting dalam Pengembangan Pemain

Erick menegaskan bahwa pemain harus menjadi fokus utama pengembangan sepak bola Indonesia. Karena itu, setiap klub perlu memperhatikan kualitas dukungan medis untuk membantu menjaga kondisi atlet dan menunjang performa mereka.

Baca Juga :  Kata Pelatih Jepang Usai Kalah Dramatis dari Brasil, Moriyasu Tetap Bangga dengan Perjuangan Samurai Biru

“Kita perlu seluruh komponen untuk perbaikan sepak bola nasional dari berbagai sisi. Bukan hanya pelatih, wasit, pemain, tapi medical supporting system menjadi sangat penting,” ujar Erick Thohir.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai unsur sepak bola. Selain meningkatkan kemampuan teknis pemain, klub juga perlu memperkuat layanan kesehatan olahraga, termasuk pendampingan dokter dan fisioterapis yang memahami kebutuhan atlet sepak bola.

Dengan dukungan medis yang kompeten, klub dapat meningkatkan kualitas pemantauan kondisi pemain serta mendukung proses pemulihan setelah mengalami kelelahan atau cedera.

PSSI Dorong Tenaga Medis Menjadi Penggerak Perubahan

Melalui Football Medical Workshop 2026 Batch 2, PSSI ingin mendorong peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam pekerjaan sehari-hari. Erick meminta dokter dan fisioterapis tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi juga membawa perubahan nyata di lingkungan klub dan sepak bola Indonesia.

“Saya berharap juga yang hadir di sini jangan sekadar hadir, tapi inilah bagaimana kalian men-challenge diri kalian menjadi agents of change di sepak bola Indonesia,” kata Erick.

Baca Juga :  Champions Stage ISS 2026 Ungkap Strategi di Balik Lahirnya Klub dan Atlet Juara

Harapan tersebut menempatkan tenaga medis sebagai bagian penting dalam peningkatan profesionalisme sepak bola. Mereka tidak hanya menangani kebutuhan kesehatan pemain, tetapi juga berkontribusi dalam membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesiapan atlet.

Oleh karena itu, peningkatan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan penerapan standar medis yang sesuai dengan kebutuhan sepak bola modern.

Perluasan Pelatihan ke Berbagai Daerah

PSSI berencana memperluas program pengembangan football medicine ke berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan membuka akses yang lebih luas bagi dokter dan fisioterapis daerah yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sepak bola nasional.

Selain memperluas jangkauan peserta, keberlanjutan program menjadi faktor penting agar peningkatan kompetensi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Tenaga medis membutuhkan kesempatan untuk terus memperbarui pengetahuan dan menerapkannya sesuai perkembangan ilmu kedokteran olahraga.

Melalui program tersebut, PSSI berupaya memperkuat fondasi pendukung sepak bola nasional. Peningkatan kualitas tenaga medis diharapkan berjalan seiring dengan pembenahan unsur lain sehingga sepak bola Indonesia memiliki ekosistem yang semakin profesional dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Berita Terkait

Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas
Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan
Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi
Indonesia Youth Summit 2026 Siapkan 160 Pemuda untuk Bahas Tantangan Ekonomi dan Isu Strategis
Pembinaan Atlet Jawa Timur Jadi Sorotan, Kemenpora Siapkan Perlindungan Masa Pensiun
Asian Para Games 2026, Indonesia Bidik 7 Emas dan Posisi 10 Besar
ISS 2026 Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp17 Miliar, Peluang Investasi Tembus Rp1,12 Triliun
MotoGP Mandalika 2026 Catat 157.875 Penonton, Dampak Ekonomi Daerah Jadi Sorotan
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Youth Summit 2026 Siapkan 160 Pemuda untuk Bahas Tantangan Ekonomi dan Isu Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Pembinaan Atlet Jawa Timur Jadi Sorotan, Kemenpora Siapkan Perlindungan Masa Pensiun

Berita Terbaru