Sisipublik.com – MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor baru dengan menarik 157.875 penonton selama tiga hari penyelenggaraan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Capaian tersebut memperkuat posisi ajang balap motor internasional ini sebagai peluang untuk mendorong aktivitas pariwisata dan usaha masyarakat setempat.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi penyelenggara, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang mendukung gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Menurutnya, peningkatan jumlah penonton menjadi catatan penting sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan olahraga internasional.
MotoGP Mandalika 2026 mencatat jumlah pengunjung yang lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dorna yang tercantum dalam informasi penyelenggaraan, total kehadiran tahun ini melampaui catatan 140.324 penonton pada 2025.
Jumlah Penonton MotoGP Mandalika Terus Meningkat
Kehadiran penonton menunjukkan tren peningkatan sepanjang akhir pekan balapan. Pada hari pertama, penyelenggara mencatat 39.510 penonton. Jumlah itu kemudian naik menjadi 53.296 orang pada Sabtu dan mencapai 65.069 orang pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Dengan demikian, akumulasi kehadiran selama tiga hari mencapai 157.875 orang. Angka tersebut melampaui catatan penyelenggaraan sebelumnya, yakni 121.252 penonton pada 2024, 102.929 penonton pada 2023, dan 102.801 penonton pada 2022.
Erick menyambut capaian tersebut saat berada di area paddock Sirkuit Mandalika. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi terhadap keberhasilan penyelenggaraan ajang balap tersebut.
MotoGP Mandalika 2026 Buka Peluang Ekonomi bagi Warga
Selain mencatat rekor pengunjung, MotoGP Mandalika 2026 kembali menyoroti potensi event olahraga internasional dalam menggerakkan ekonomi daerah. Kehadiran penonton dari berbagai wilayah dapat membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha akomodasi, transportasi, kuliner, perdagangan, dan sektor pariwisata lainnya.
Erick menilai kegiatan berskala internasional dapat membantu memperluas aktivitas ekonomi masyarakat. Ia juga menyinggung pernyataan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengenai penurunan angka kemiskinan di provinsi tersebut dari 14 persen menjadi 11 persen.
Namun, perubahan angka kemiskinan itu memerlukan konteks periode pengukuran dan data statistik resmi. Karena itu, penurunan tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai dampak MotoGP semata tanpa kajian yang mengukur kontribusi ajang tersebut terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Untuk menilai manfaat ekonomi secara lebih menyeluruh, penyelenggara dan pemerintah daerah perlu melihat indikator seperti tingkat hunian hotel, transaksi UMKM, lama tinggal wisatawan, penyerapan tenaga kerja, serta belanja pengunjung selama acara berlangsung.
Antusiasme Penonton dan Peran Pembalap Indonesia
Rekor kehadiran juga memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap MotoGP di Indonesia. Kehadiran pembalap Indonesia, termasuk Veda Ega Pratama dan Mario Aji, menjadi salah satu unsur yang dapat memperkuat keterikatan penonton lokal dengan dunia balap motor.
Selain itu, persaingan para pembalap papan atas turut menjadi daya tarik kompetisi. Meski demikian, data klasemen dan selisih poin kejuaraan dunia perlu merujuk pada hasil resmi MotoGP setelah seri Mandalika agar informasi mengenai persaingan gelar tetap akurat.
Tingginya jumlah pengunjung memberi peluang bagi pelaku usaha lokal. Akan tetapi, besarnya manfaat yang benar-benar diterima warga tetap bergantung pada distribusi belanja wisatawan, keterlibatan usaha lokal, serta kemampuan daerah mempertahankan kunjungan di luar periode balapan.
Keputusan Perpanjangan Kontrak Menunggu Presiden
Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 juga menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah penyelenggaraan pada masa mendatang. Erick menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan ajang tersebut karena menilai MotoGP membawa manfaat bagi Indonesia.
Meski demikian, keputusan mengenai perpanjangan kontrak belum dapat dipastikan. Erick menyebut pemerintah masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait langkah berikutnya.
Ke depan, evaluasi tidak hanya perlu mempertimbangkan jumlah penonton dan kelancaran penyelenggaraan. Pemerintah juga perlu mengukur manfaat ekonomi secara transparan, termasuk dampaknya terhadap usaha masyarakat, kesempatan kerja, pariwisata berkelanjutan, dan penerimaan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, rekor penonton MotoGP Mandalika dapat menjadi dasar untuk memperkuat penyelenggaraan berikutnya sekaligus memastikan manfaat kegiatan olahraga internasional dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB.











Komentar