Sisipublik.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan kesiapan prajurit Yonif TP 922/Upun Taka (UT) dalam menjalankan tugas di kawasan perbatasan. Pesan itu ia sampaikan saat mengunjungi Marshalling Area Yonif TP 922/UT di Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu (3/10/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda untuk melihat kondisi satuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Menhan untuk memberikan arahan langsung kepada prajurit. Selain itu, ia meninjau sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugas Yonif TP 922/UT di wilayah penugasan.
Kesiapan Yonif TP 922/UT Perlu Beriringan dengan Peran Sosial
Kesiapan Yonif TP 922/UT juga berkaitan dengan kemampuan prajurit menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Menhan mengingatkan bahwa tugas personel di perbatasan tidak berhenti pada penjagaan wilayah, tetapi juga mencakup peran sebagai pelindung masyarakat di sekitar satuan.
Karena itu, prajurit perlu menjalankan tugas secara profesional sekaligus membangun hubungan yang baik dengan warga. Kehadiran satuan di kawasan perbatasan diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Prajurit di perbatasan adalah benteng terdepan kedaulatan bangsa sekaligus pelindung rakyat,” ujar Sjafrie.
Menhan menyampaikan arahan tersebut setelah makan siang bersama prajurit Yonif TP 922/UT. Dengan pendekatan itu, komunikasi antara pimpinan dan personel berlangsung secara langsung sebelum kegiatan berlanjut pada peninjauan kesiapan satuan.
Peninjauan Sarana Menjadi Bagian dari Evaluasi Satuan
Selanjutnya, Menhan menerima paparan dari Wakil Komandan Yonif TP 922/UT mengenai kondisi satuan. Ia kemudian meninjau sejumlah fasilitas di Marshalling Area untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas.
Langkah tersebut menjadi bagian penting karena satuan yang bertugas di kawasan perbatasan membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai. Dengan demikian, kesiapan personel dapat berjalan bersama dengan kesiapan lingkungan kerja dan fasilitas satuan.
Selain agenda internal, kunjungan Menhan juga diawali pertemuan dengan Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali. Pertemuan itu menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan unsur pertahanan dan TNI di wilayah tersebut.
Sinergi Pemerintah dan TNI Diperkuat
Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie didampingi Wakil Panglima TNI, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, serta Panglima Kodam VI/Mulawarman.
Dengan demikian, kunjungan ke Yonif TP 922/UT tidak hanya berfokus pada motivasi personel, tetapi juga mencakup pengecekan kesiapan satuan dan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah. Langkah itu mendukung pelaksanaan tugas prajurit dalam menjaga kedaulatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di kawasan perbatasan.











Komentar