BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani membahas penguatan perdagangan dan investasi bilateral dalam pertemuan JTIC di Jakarta (foto: kementerian perdagangan)

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani membahas penguatan perdagangan dan investasi bilateral dalam pertemuan JTIC di Jakarta (foto: kementerian perdagangan)

Sisipublik.com – Perdagangan lintas batas Indonesia-Malaysia mendapat dorongan baru setelah kedua negara sepakat memperkuat pelaksanaan Border Trade Agreement (BTA) 2023. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu agenda dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani membahas sejumlah langkah untuk memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan. Keduanya juga menilai koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar berbagai persoalan yang masih menghambat perdagangan dapat segera ditangani.

Perdagangan lintas batas fokus di Entikong-Tebedu

Perdagangan lintas batas Indonesia-Malaysia terutama mendapat perhatian di kawasan Entikong-Tebedu. Kedua negara mendorong otoritas terkait mengambil langkah konkret untuk memperlancar aktivitas perdagangan yang berlangsung secara legal di kawasan tersebut.

BTA 2023 mulai berlaku pada 29 Mei 2026 setelah Indonesia dan Malaysia menyelesaikan prosedur internal serta menyampaikan notifikasi melalui jalur diplomatik. Perjanjian ini menjadi landasan bagi kedua negara untuk memfasilitasi perdagangan di wilayah perbatasan.

Budi mengatakan pemerintah Indonesia akan memperkuat koordinasi dengan Malaysia untuk menyelesaikan berbagai persoalan di perbatasan Entikong-Tebedu. Langkah tersebut, menurut dia, penting agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih lancar dan efisien.

Baca Juga :  Kerja Sama Industri Indonesia-Bulgaria Bidik Investasi dan Akses Pasar Eropa

Selain BTA, kedua negara juga mulai menerapkan Border Crossing Agreement (BCA) 2023 sejak 17 Juli 2026. Perjanjian tersebut mengatur fasilitasi pergerakan lintas batas dan diharapkan ikut memperkuat konektivitas ekonomi kedua negara.

Akses pasar dan kerja sama usaha diperkuat

Selanjutnya, pertemuan JTIC membahas akses pasar dan fasilitasi perdagangan, termasuk untuk produk pertanian dan pangan. Indonesia dan Malaysia mendorong otoritas masing-masing menyelesaikan persoalan perdagangan yang masih muncul di lapangan.

Kerja sama antarpelaku usaha juga menjadi bagian dari pembahasan. Kedua negara mendorong hubungan bisnis melalui kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE).

Di sisi investasi, Indonesia dan Malaysia membahas peran Malaysia-Indonesia Investment Committee Working Group (MIIC-WG). Kedua negara ingin memperkuat sinergi otoritas investasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Selain itu, agenda bilateral mencakup perdagangan elektronik, pertanian, produk halal, dan standardisasi. Kedua menteri meminta otoritas terkait menindaklanjuti hasil pertemuan melalui langkah yang konkret.

Nilai perdagangan Indonesia-Malaysia naik 21,01 persen

Penguatan hubungan ekonomi tersebut berlangsung ketika nilai perdagangan kedua negara terus meningkat. Pada Januari-Juli 2026, perdagangan Indonesia-Malaysia mencapai USD16,83 miliar, naik 21,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai USD13,91 miliar.

Baca Juga :  Peran Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam periode tersebut, ekspor Indonesia ke Malaysia mencapai USD8,26 miliar, sedangkan impor dari Malaysia mencapai USD8,57 miliar. Dengan demikian, nilai impor Indonesia sedikit lebih besar daripada ekspornya pada periode Januari-Juli 2026.

Sementara itu, sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia-Malaysia mencapai USD24,18 miliar. Indonesia mencatat ekspor USD13,06 miliar dan impor USD11,12 miliar.

Komoditas ekspor nonmigas utama Indonesia ke Malaysia mencakup bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani atau nabati, produk kimia, tembaga, serta besi dan baja. Adapun impor utama dari Malaysia meliputi mesin dan peralatan mekanik, plastik dan barang dari plastik, mesin serta peralatan listrik, bahan kimia organik, dan kakao serta cokelat.

JTIC ke-5 akan digelar di Malaysia pada waktu yang akan disepakati kedua negara. Setelah pertemuan keempat di Jakarta, JTIC ke-5 akan berlangsung di Malaysia pada waktu yang akan disepakati kedua negara.

Berita Terkait

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Berita Terbaru