Sisipublik.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka peluang penguatan kerja sama pariwisata dengan Yordania melalui rencana perjalanan wisata bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. Pembahasan tersebut mengemuka saat Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menerima Duta Besar Yordania untuk Indonesia Sudqi Atallah Al Omoush di kantor Kemenhaj, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan itu menindaklanjuti usulan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya diajukan pihak Yordania kepada pemerintah Indonesia. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan bagi jemaah Indonesia singgah di Yordania sebelum atau setelah menjalankan ibadah haji dan umrah.
Peluang Wisata Haji-Umrah Indonesia ke Yordania
Rencana kerja sama wisata haji-umrah Indonesia tersebut tidak hanya berkaitan dengan penambahan pilihan destinasi bagi jemaah. Pemerintah juga melihat peluang untuk membangun pola kunjungan wisata yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Irfan Yusuf menjelaskan, usulan MoU tersebut mencakup perjalanan wisata jemaah Indonesia yang berangkat menuju atau kembali dari Tanah Suci. Dengan skema tersebut, Yordania dapat menjadi salah satu destinasi persinggahan dalam perjalanan ibadah.
Selain itu, Kemenhaj mendorong agar kerja sama tersebut berjalan secara timbal balik. Artinya, hubungan pariwisata tidak hanya membawa jemaah Indonesia ke Yordania, tetapi juga membuka peluang bagi wisatawan Yordania untuk mengenal destinasi di Indonesia.
Kerja Sama Wisata Diarahkan Saling Menguntungkan
Menurut Irfan, prinsip manfaat bersama menjadi bagian penting dalam pembahasan kerja sama tersebut. Pemerintah berharap rencana kunjungan jemaah Indonesia ke Yordania dapat berjalan bersamaan dengan promosi destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Yordania.
Dengan pola tersebut, kerja sama kedua negara berpotensi memperluas konektivitas wisata di luar kepentingan perjalanan ibadah. Jemaah Indonesia memperoleh alternatif destinasi saat melakukan perjalanan, sementara Indonesia juga mendapat peluang meningkatkan kunjungan wisatawan dari Yordania.
Pemerintah Indonesia dan Yordania selanjutnya perlu mematangkan aspek teknis sebelum kesepakatan tersebut terealisasi.











Komentar