Sisipublik.com – Rumah sakit lapangan Ruteng mulai disiapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan setelah gempa berdampak pada fasilitas RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kemenkes menempatkan fasilitas sementara tersebut di Stadion Golo Dukal, Manggarai. Pemerintah menyiapkan fasilitas itu bukan hanya untuk perawatan pasien, tetapi juga untuk menangani kebutuhan operasi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau persiapan rumah sakit lapangan Ruteng pada Selasa, 18 Agustus 2026. Ia memastikan fasilitas tersebut dapat mendukung pelayanan pasien ketika bangunan rumah sakit utama belum dapat digunakan secara optimal.
Rumah Sakit Lapangan Ruteng Disiapkan dengan Ruang Operasi
Kemenkes menyiapkan sejumlah tenda untuk mendukung pelayanan medis. Fasilitas tersebut mencakup area perawatan pasien, instalasi gawat darurat (IGD), serta ruang operasi.
Keberadaan ruang operasi menjadi bagian penting dari fasilitas tersebut. Pasien dengan kondisi yang membutuhkan tindakan pembedahan dapat memperoleh penanganan tanpa menunggu seluruh fasilitas RSUD Ruteng kembali berfungsi.
Ruang operasi menggunakan tenda khusus yang dapat diisolasi. Kemenkes juga menyiapkan proses pembersihan dan sterilisasi sebelum ruangan digunakan untuk tindakan medis.
Fasilitas itu mencakup lampu operasi, meja operasi, serta area untuk menyiapkan dan memasukkan peralatan medis. Dengan fasilitas tersebut, tim kesehatan dapat menangani kebutuhan bedah di lokasi terdampak.
Kapasitas Perawatan Ditargetkan Mencapai 100 Tempat Tidur
Selain ruang operasi, Kemenkes terus memperkuat kapasitas rawat inap. Fasilitas awal menyediakan puluhan tempat tidur melalui tenda perawatan pasien.
Selanjutnya, pemerintah mengirim tambahan tenda dari Bali. Penambahan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelayanan hingga sedikitnya 100 tempat tidur sesuai kebutuhan di lapangan.
Kemenkes juga memperhatikan kondisi lingkungan pasien. Area perawatan menggunakan lantai khusus yang membantu mobilisasi pasien dan peralatan medis.
Selain itu, desain lantai membantu menjaga kebersihan area perawatan. Fasilitas tersebut juga membantu mengurangi risiko air masuk ke dalam tenda ketika hujan.
Kemenkes Siapkan Replikasi di Nagekeo
Langkah pemerintah tidak berhenti di Manggarai. Kemenkes juga menyiapkan rumah sakit lapangan di Kabupaten Nagekeo sebagai bagian dari respons kesehatan pascagempa.
Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pelayanan di wilayah yang fasilitas kesehatan rujukannya ikut terdampak. Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki akses terhadap pelayanan medis ketika fasilitas permanen mengalami gangguan.
Kemenkes juga memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, untuk mendukung penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan.
Dengan kombinasi rumah sakit lapangan, tenaga medis, dan dukungan logistik, pemerintah berupaya menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.











Komentar