Sisipublik.com – Kehadiran Menag di Flores mendapat apresiasi dari Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus karena menunjukkan dukungan pemerintah kepada masyarakat yang masih menjalani pemulihan setelah gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (3/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agama menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar untuk masyarakat terdampak gempa di lingkungan Kemenag di Flores.
Kehadiran Menag di Flores Menjadi Simbol Persaudaraan
Kehadiran Menag di Flores, menurut Mgr. Maksimus, tidak sekadar menunjukkan pelaksanaan tugas pemerintahan. Ia melihat kunjungan tersebut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus ruang untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang menghadapi dampak bencana.
Uskup Labuan Bajo itu menilai solidaritas menjadi penting karena gempa tidak membedakan latar belakang masyarakat. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan kerja sama dan kepedulian berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan pemerintah.
Berdasarkan data BMKG hingga 1 September 2026 pukul 05.00 WIB, aktivitas kegempaan di wilayah tersebut telah mencapai 10.747 kejadian gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2.
Pemulihan Tidak Hanya Menyangkut Bangunan
Menurut Mgr. Maksimus, pemulihan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga upaya mengembalikan rasa aman dan harapan warga.
Karena itu, ia memandang kunjungan langsung pejabat pemerintah memiliki arti tersendiri. Kehadiran tersebut memungkinkan pemerintah melihat kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan dukungan secara langsung.
Sementara itu, Nasaruddin mengatakan bantuan yang pemerintah salurkan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan mempercepat pemulihan layanan pendidikan serta keagamaan. Kementerian Agama juga menyerahkan 16 tenda darurat untuk kegiatan belajar dan 100 paket perlengkapan sekolah.
Solidaritas Lintas Agama Dibutuhkan dalam Pemulihan
Mgr. Maksimus berharap dukungan pemerintah dapat mendorong masyarakat Flores untuk terus menjaga semangat gotong royong selama masa pemulihan. Menurut dia, bencana justru menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian antarsesama.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama atas perhatian terhadap masyarakat terdampak gempa. Baginya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan bencana membutuhkan kehadiran berbagai unsur masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
Di sisi lain, aktivitas kegempaan yang masih berlangsung membuat masyarakat perlu tetap mengikuti informasi resmi. BMKG mengimbau warga menjauhi bangunan yang rusak akibat gempa serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah dan tokoh agama pun mendorong masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi serta menjaga gotong royong selama proses pemulihan berlangsung.











Komentar