206 Relawan TCK Dikirim ke NTT, Enam Wilayah Terdampak Gempa Dapat Penguatan Medis

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha melepas 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan menuju NTT (foto: kementerian kesehatan)

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha melepas 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan menuju NTT (foto: kementerian kesehatan)

Sisipublik.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirim 206 relawan TCK ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat layanan kesehatan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores. Kemenkes melepas para relawan dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (24/8/2026).

Selanjutnya, para relawan akan menjalankan tugas selama 14 hari. Kemenkes menempatkan mereka di enam wilayah yang terdampak berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

206 Relawan TCK Perkuat Layanan Kesehatan Pascagempa

Pengiriman 206 relawan TCK merespons kebutuhan tenaga medis setelah gempa pada 15 Agustus 2026. Data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus mencatat gempa berdampak terhadap sekitar 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota. Bencana tersebut juga menyebabkan 91 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, serta 161.874 warga mengungsi.

Selain itu, gempa mengganggu operasional sejumlah fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan tenaga medis ketika fasilitas layanan di sejumlah daerah belum kembali berfungsi optimal.

Baca Juga :  Gempa NTT: Pemerintah Kerahkan Tim Pusat dan 50.000 Paket Bantuan ke Maumere

Karena itu, Kemenkes menyiapkan personel dengan berbagai kompetensi. Dari total relawan, 128 orang merupakan tenaga kesehatan yang mencakup dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi, serta perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Mereka juga mendapat dukungan 78 dokter internsip yang telah berada di Flores.

Fokus Penugasan Relawan di Enam Wilayah NTT

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha meminta para relawan memusatkan tugas pada kebutuhan medis di lapangan. Ia juga menekankan koordinasi lintas institusi dan keselamatan personel selama menjalankan misi.

Menurut Kunta, relawan perlu membantu masyarakat tanpa mengabaikan kondisi fisik mereka sendiri. Arahan tersebut penting karena penanganan bencana membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara berkelanjutan.

Baca Juga :  SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu

Sementara itu, dokter spesialis ortopedi Muhammad Amir Sahala akan bertugas di RSUD Borong, Manggarai Timur. Ia melihat kebutuhan layanan medis masih tinggi, terutama untuk menangani korban yang mengalami cedera akibat reruntuhan.

Bidan Istiqomah juga menjadi bagian dari tim yang berangkat ke Nagekeo. Sebelumnya, ia pernah menjalankan tugas kemanusiaan dalam penanganan krisis di Tamiang, Aceh, pada Desember 2025.

Pengalaman tersebut mendorongnya kembali bergabung dalam misi TCK. Ia menilai kesiapan fisik dan obat-obatan pribadi menjadi bagian penting sebelum menjalankan tugas di lokasi bencana.

Dengan tambahan personel tersebut, Kemenkes menargetkan layanan kesehatan di wilayah terdampak tetap berjalan. Kehadiran TCK juga diharapkan membantu tenaga kesehatan daerah hingga kapasitas layanan setempat kembali pulih.

Berita Terkait

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan
Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan
Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen
KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data
RS Dustira Perkuat Layanan Kesehatan Prajurit dan Masyarakat, Pengembangan Jadi Sorotan
Rujukan Pasien Teluk Wondama Diperkuat Lewat Rekam Medis Elektronik
Kemenkes Turunkan Syarat SKP Dokter Jadi 160, Fokus Kompetensi Bergeser ke Pelayanan
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data

Berita Terbaru