IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA Perkuat Perdagangan serta Investasi

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA  (foto: kementerian perdagangan)

IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA (foto: kementerian perdagangan)

Sisipublik.com – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) mendorong optimalisasi IUAE-CEPA untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi di Jaipur, India, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di sela-sela rangkaian BRICS Trade Ministers’ Meeting (TMM) 2026 yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026. Kedua menteri membahas perkembangan hubungan ekonomi sekaligus sejumlah agenda yang berkaitan dengan pelaksanaan perjanjian perdagangan Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

IUAE-CEPA Dorong Peluang Perdagangan

Memasuki tahun ketiga sejak berlaku pada 1 September 2023, IUAE-CEPA terus menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan UEA. Budi Santoso menilai perjanjian tersebut memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan hubungan perdagangan kedua negara.

“Perjanjian IUAE-CEPA menjadi katalis yang mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kita ke tingkat yang lebih maju. Saya meyakini masih terdapat ruang yang sangat besar untuk semakin meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi melalui pemanfaatan IUAE-CEPA secara optimal,” ujar Mendag Budi Santoso.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia dan UEA terus mendorong pelaksanaan berbagai kesepakatan yang telah masuk dalam kerangka perjanjian tersebut. Kedua negara juga telah menggelar Joint Committee Meeting (JCM) pertama pada 15–17 Oktober 2024.

Implementasi IUAE-CEPA Terus Diperkuat

Forum JCM pertama turut melibatkan Committee on Trade in Goods, Islamic Economy Committee, dan Economic Cooperation Committee. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah tindak lanjut dalam bidang perdagangan barang, ekonomi Islam, serta kerja sama ekonomi.

Baca Juga :  Green Jobs Jadi Fokus, Wamenaker Dorong Daerah Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Industri

Karena itu, Budi Santoso berharap pelaksanaan JCM kedua dapat berjalan lancar dan membantu menyelesaikan berbagai agenda yang masih memerlukan pembahasan.

“Saya berharap Joint Committee Meeting kedua tahun ini dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan seluruh isu implementasi yang masih tersisa dengan cepat. Saya percaya Indonesia dan UEA memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan manfaat IUAE-CEPA. Dengan meningkatnya pemanfaatan perjanjian, maka partisipasi dunia usaha akan semakin luas serta hubungan dagang dan investasi kedua negara akan semakin kuat,” jelas Mendag Budi Santoso.

Selain agenda JCM, kedua pihak membicarakan sejumlah persoalan teknis dalam implementasi IUAE-CEPA. Pembahasan mencakup ketentuan skema TRQ (Tariff Rate Quota), mekanisme transshipment, serta perkembangan kasus antidumping produk kopolimer asal UEA.

“Indonesia berkomitmen menjaga implementasi IUAE-CEPA tetap transparan, akuntabel, dan sejalan dengan ketentuan perjanjian maupun prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia juga terbuka untuk terus berdialog dalam menyelesaikan berbagai isu implementasi yang dihadapi pelaku usaha kedua negara,” tambah Mendag Budi Santoso.

UEA Siapkan Delegasi Bisnis ke Indonesia

Sementara itu, Menteri Thani menyampaikan rencana membawa delegasi bisnis UEA ke Indonesia dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut diharapkan membuka lebih banyak pertemuan langsung antara pelaku usaha dari kedua negara.

Selain mempertemukan dunia usaha, delegasi tersebut akan mencari peluang perdagangan dan kerja sama baru yang dapat berkembang melalui pemanfaatan IUAE-CEPA.

Baca Juga :  Robot Burung Penghalau, Jadi Andalan Baru Australia untuk Lindungi Tanaman

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan IUAE-CEPA secara lebih optimal. Untuk itu, kami berencana membawa delegasi bisnis UEA ke Indonesia dan bertemu dengan pelaku usaha Indonesia. Kami harap, upaya ini dapat mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan melalui perjanjian ini,” ujar Menteri Thani.

Perdagangan Indonesia-UEA Capai USD 3,14 Miliar

Dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan nilai transaksi yang cukup besar. Pada Januari–Juni 2026, total perdagangan Indonesia dan UEA mencapai USD 3,14 miliar.

Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke UEA sebesar USD 1,76 miliar dan impor dari UEA senilai USD 1,38 miliar.

Sementara itu, sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia dan UEA mencapai USD 6,42 miliar. Indonesia mencatat ekspor sebesar USD 4,02 miliar dan impor senilai USD 2,39 miliar. Dengan angka tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 1,63 miliar terhadap UEA.

Adapun produk utama ekspor Indonesia ke UEA mencakup perhiasan, lemak dan minyak hewani atau nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja.

Di sisi lain, produk utama yang Indonesia impor dari UEA meliputi perhiasan; garam, belerang, dan kapur; aluminium perlengkapan militer serta plastik dan barang dari plastik.

Dengan perkembangan tersebut, Indonesia dan UEA memiliki peluang untuk terus memperluas hubungan ekonomi melalui peningkatan pemanfaatan IUAE-CEPA. Keterlibatan dunia usaha dari kedua negara menjadi salah satu faktor penting untuk mengembangkan perdagangan dan investasi ke depan.

Berita Terkait

Politik Nonblok Indonesia Ditegaskan Prabowo di Tengah Perubahan Peta Global
Pasar Wisman Taiwan Jadi Target Baru Kemenpar, Indonesia Perluas Promosi di Luar Bali
Teknologi Persinyalan Transportasi Jadi Awal Kolaborasi Baru Indonesia dan Jepang untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta
Gerhana Matahari Total 12 Agustus Bisa Disaksikan Secara Langsung, ESA Siapkan Siaran dari Spanyol
Kapten Pertama Real Madrid, Federico Valverde Siap Emban Tanggung Jawab di Era Jose Mourinho
Hasil Piala Dunia 2026: Satu Gol Mikel Merino Ubah Nasib Spanyol di Perempat Final
Kemenangan Portugal Jadi Fokus Utama, Ronaldo Abaikan Rekor Pribadi Usai Pesta Gol ke Gawang Uzbekistan
Top Skor Piala Dunia 2026 Semakin Menarik, Messi Unggul Tipis dari Haaland dan Mbappe
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:00 WIB

Pasar Wisman Taiwan Jadi Target Baru Kemenpar, Indonesia Perluas Promosi di Luar Bali

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA Perkuat Perdagangan serta Investasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Teknologi Persinyalan Transportasi Jadi Awal Kolaborasi Baru Indonesia dan Jepang untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus Bisa Disaksikan Secara Langsung, ESA Siapkan Siaran dari Spanyol

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Kapten Pertama Real Madrid, Federico Valverde Siap Emban Tanggung Jawab di Era Jose Mourinho

Berita Terbaru