Petani Sawit Produktif Dorong Sembilan Usulan Strategis untuk Tingkatkan Kesejahteraan

PKSPI mengajukan sembilan usulan strategis kepada Kementerian Pertanian untuk memperkuat petani sawit swadaya, meningkatkan produktivitas, dan mendorong nilai tambah sektor sawit nasional.

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Sawit Produktif Dorong Sembilan Usulan Strategis untuk Tingkatkan Kesejahteraan (foto: gemuruhnews)

Petani Sawit Produktif Dorong Sembilan Usulan Strategis untuk Tingkatkan Kesejahteraan (foto: gemuruhnews)

Sisipublik.com – Petani Sawit Produktif menjadi fokus utama dalam usulan yang disampaikan Petani Kelapa Sawit Produktif Indonesia (PKSPI) kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Pertemuan yang berlangsung pada 17 Juli 2026, organisasi tersebut menawarkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat pembinaan petani sawit swadaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ketua Umum PKSPI, Nasarudin, menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas kebun sawit akan memberikan manfaat langsung bagi petani. Selain itu, langkah tersebut juga berpotensi memperkuat kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Petani Sawit Produktif Perlu Dukungan Regulasi yang Lebih Kuat

Petani Sawit Produktif juga membutuhkan kebijakan yang mampu menciptakan kemitraan yang lebih adil antara perusahaan perkebunan dan petani di sekitar wilayah operasional. Oleh karena itu, PKSPI mendorong Kementan menyusun regulasi khusus yang dapat memperkuat kerja sama tersebut.

Menurut Nasarudin, kebijakan itu dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan angka kemiskinan ekstrem di kawasan perkebunan. Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa PKSPI terus berkomitmen memperjuangkan kepentingan petani sawit swadaya di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Timnas Voli Indonesia Gagal ke Final SEA V Cup 2026, Hadapi Kamboja pada Perebutan Posisi Ketiga

Sementara itu, PKSPI berharap pemerintah segera menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasil usaha perkebunan mereka.

Sembilan Usulan Strategis untuk Pengembangan Sawit Nasional

Dalam kesempatan itu, PKSPI menyampaikan sembilan poin usulan yang dinilai penting untuk memperkuat sektor kelapa sawit nasional. Beberapa usulan tersebut meliputi:

  • Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) secara nasional.
  • Penyelesaian legalitas lahan petani sawit yang berada di kawasan hutan.
  • Pembentukan sertifikasi ISPO bagi kelompok tani swadaya.
  • Penyederhanaan birokrasi program peremajaan atau replanting sawit.
  • Pembangunan portal database petani sawit Indonesia.
  • Penyediaan kredit perbankan berbunga rendah sekitar 3 persen bagi petani.
  • Dukungan ekspor CPO hasil petani swadaya melalui pabrik kelapa sawit tanpa kebun dengan mekanisme khusus bersama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
  • Penyusunan kebijakan hulu hingga hilirisasi sawit dalam satu pintu di bawah koordinasi Kementerian Pertanian.
  • Peningkatan produksi sawit nasional guna memenuhi kebutuhan program B50 sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Baca Juga :  Program Mandatori B50 Resmi Meluncur, Indonesia Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

Dukungan bagi Ketahanan Industri Sawit

Di sisi lain, PKSPI menilai seluruh usulan tersebut dapat memperkuat daya saing sektor sawit Indonesia. Jika terealisasi, kebijakan yang berpihak kepada petani swadaya di yakini mampu menciptakan produktivitas yang lebih baik, memperluas akses pembiayaan, memperkuat legalitas usaha, serta meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi petani, sektor kelapa sawit di harapkan terus berkembang sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat di daerah sentra perkebunan. (j/*)

Berita Terkait

Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah
BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Berita Terbaru