Pemerintah Dorong Stabilitas Harga Sawit Petani Selama Masa Transisi Ekspor

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Dorong Stabilitas Harga Sawit Petani Selama Masa Transisi Ekspor (foto: 123rf)

Pemerintah Dorong Stabilitas Harga Sawit Petani Selama Masa Transisi Ekspor (foto: 123rf)

Sisipublik.com – Pemerintah terus memperkuat langkah untuk menjaga harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani tetap stabil di tengah masa transisi kebijakan mekanisme ekspor baru.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan harga sawit dunia masih berada dalam tren positif dengan permintaan pasar yang tetap tinggi. Karena itu, pergerakan harga TBS di tingkat petani dinilai belum sesuai dengan kondisi pasar global.

Dalam rapat bersama pelaku industri sawit di Jakarta, Jumat (29/5/2026), pemerintah meminta perusahaan refinery dan eksportir tetap menjalankan transaksi seperti biasa dengan mengacu pada harga lelang KPBN. Langkah ini di harapkan bisa menjaga kelancaran perdagangan sekaligus memberi kepastian bagi petani.

Baca Juga :  Kredit Usaha Rakyat BRI Capai Rp84,36 Triliun, Sektor Ini Ternyata Menjadi Penerima Terbesar

Kementerian Pertanian sebelumnya menemukan 139 pabrik kelapa sawit membeli TBS di bawah harga ketentuan daerah. Setelah koordinasi berjalan, sebanyak 16 pabrik mulai menyesuaikan harga pembelian.

Pemerintah juga memaparkan tahapan kebijakan mekanisme ekspor baru melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Masa transisi berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebelum di terapkan penuh pada awal 2027.

Baca Juga :  Kemenkop Perkuat Koperasi agar Hasil Tangkapan Nelayan Bernilai Tambah

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyambut positif langkah cepat pemerintah. Petani berharap harga TBS segera kembali stabil seiring kepastian mekanisme perdagangan yang mulai terbentuk.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta rapat dari unsur pemerintah, asosiasi petani, eksportir, dan pelaku industri menandatangani kesimpulan bersama untuk menjaga tata niaga sawit tetap berjalan lancar selama masa transisi. (j/*)

Berita Terkait

Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal
Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Berita Terbaru