Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama para peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta (foto: kementerian sekretaris negara)

Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama para peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong kolaborasi peraih Nobel dengan peneliti dan akademisi Indonesia untuk memperkuat ekosistem riset nasional. Dorongan itu muncul saat Prabowo menerima Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama 20 peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas hubungan Indonesia dan Timor-Leste. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dalam riset, pendidikan tinggi, sains, inovasi, serta lingkungan hidup. Para peraih Nobel yang hadir memiliki latar belakang keilmuan yang beragam, termasuk perdamaian, sains, kimia, dan pangan.

Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Jadi Peluang Riset

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan Presiden Prabowo meminta peluang kolaborasi tersebut segera ditindaklanjuti. Menurut Arif, keterlibatan ilmuwan peraih Nobel dapat memberikan pengalaman sekaligus memperkuat pengembangan talenta riset Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga melihat peluang kerja sama yang luas karena para peraih Nobel memiliki keahlian dari berbagai bidang. Karena itu, pemerintah dapat mengeksplorasi kolaborasi sesuai kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Baca Juga :  Listrik di Jakarta Padam 13 Juni, Pemprov Ajak Warga Hemat Energi dan Peduli Lingkungan

Salah satu contoh kerja sama yang telah berjalan melibatkan peraih Nobel Kimia asal Jepang, Susumu Kitagawa. BRIN mengembangkan sister lab di Indonesia untuk mengkaji teknologi berbasis Metal-Organic Framework yang berkaitan dengan pengolahan gas alam.

Menurut Arif, kerja sama tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan ilmuwan kelas dunia dapat diarahkan pada pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. Model serupa berpotensi menjadi rujukan untuk memperluas jejaring riset nasional.

Riset dan Konservasi Menjadi Bagian Pembahasan

Selain sains dan inovasi, pertemuan juga menyinggung konservasi lingkungan. Para peraih Nobel yang hadir sebelumnya mengunjungi kawasan konservasi di Lampung. Arif menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian terhadap perlindungan flora dan fauna Indonesia. Karena itu, penguatan riset dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati.

Prabowo turut memaparkan sejumlah program strategis Indonesia. Pembahasannya mencakup ketahanan pangan, pengalaman pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta rencana pembangunan kampung nelayan.

Baca Juga :  MagangHub Buka Pendaftaran Mitra Batch 2, Perusahaan Bisa Ajukan Program Pemagangan

Pemerintah juga melihat hubungan Indonesia dan Timor-Leste sebagai bagian dari penguatan kerja sama kawasan. Fadli Zon menyebut Ramos-Horta turut mengundang Prabowo untuk berkunjung ke Timor-Leste, dan Prabowo menyatakan kunjungan tersebut akan diagendakan.

Inovasi Teknologi untuk Mengantisipasi Bencana

Penguatan riset juga mendapat dorongan untuk menjawab tantangan kebencanaan. Arif mengatakan Prabowo meminta BRIN terus mengembangkan inovasi teknologi karena posisi Indonesia berada di kawasan yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi.

Salah satu contoh yang disebut ialah pengembangan rumah modular tahan gempa. BRIN telah mengembangkan percontohan teknologi tersebut sejak 2021–2022.

Dengan demikian, pertemuan Prabowo, Ramos-Horta, dan para peraih Nobel membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas. Pemerintah ingin menghubungkan keahlian ilmuwan dunia dengan kebutuhan riset, inovasi, konservasi, dan pembangunan di Indonesia.

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru