UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau sentra produk rotan di Desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah (foto: kementerian perdagangan)

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau sentra produk rotan di Desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah (foto: kementerian perdagangan)

Sisipublik.com – UMKM Surakarta mulai memperkuat kesiapan produk menjelang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kementerian Perdagangan menilai produk rotan Sukoharjo dan batik Surakarta memiliki peluang memperluas pasar ekspor.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau sejumlah pelaku usaha di Sukoharjo dan Surakarta, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut bertujuan melihat kesiapan produk sekaligus kebutuhan pengembangan usaha sebelum mengikuti TEI 2026.

UMKM Surakarta Dorong Produk Lokal Masuk Pasar Global

Dalam kunjungannya, Roro mendatangi Reka Design di Desa Trangsan, Sukoharjo. Sentra tersebut dikenal sebagai Desa Devisa Rotan dan menghasilkan furnitur yang telah memasuki pasar Eropa serta Amerika.

Roro menilai perkembangan industri rotan tidak hanya berkaitan dengan penjualan produk. Menurut dia, kegiatan usaha tersebut juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan perajin dan penyerapan bahan baku.

Karena itu, pemerintah menyoroti regenerasi perajin sebagai salah satu kebutuhan industri. Selain menjaga keterampilan, keberlanjutan pasokan bahan baku juga menjadi perhatian agar produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Di sisi lain, inovasi desain menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing produk rotan Indonesia. Roro mendorong pelaku usaha memanfaatkan pendampingan Kementerian Perdagangan, termasuk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC).

Baca Juga :  Yamaha MX King Terbaru 2026 Bikin Penasaran, Kini Punya Traction Control dan Fitur Motor Sport

Batik Surakarta Perkuat Strategi Menjangkau Pembeli Internasional

Setelah meninjau sentra rotan, Roro mengunjungi Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman. Kedua kawasan tersebut terus mengembangkan batik dengan memadukan karakter budaya Surakarta dan pendekatan desain yang lebih modern.

Sejumlah UMKM batik di kawasan tersebut juga telah mengikuti TEI dan membangun hubungan dagang dengan buyer dari Asia Tenggara, Jepang, hingga Eropa.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa UMKM Surakarta tidak hanya mengandalkan keunikan produk. Pelaku usaha juga perlu menyesuaikan desain, pemasaran, serta strategi pengembangan pasar dengan kebutuhan konsumen global.

Salah satu pelaku usaha yang dikunjungi Roro, Hapsari Chandra Dewi dari Toko Sudagaran Laweyan, menyiapkan jenama baru bernama Kultur Jawa. Produk tersebut menyasar konsumen muda melalui warna yang lebih cerah dan model pakaian kasual.

Strategi tersebut menjadi salah satu cara pelaku usaha menjaga relevansi batik di tengah perubahan selera konsumen. Dengan demikian, warisan budaya tetap memiliki ruang di pasar generasi muda.

TEI 2026 Buka Akses UMKM ke Buyer Global

Kementerian Perdagangan akan mengoptimalkan peran Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) untuk membantu pelaku usaha bertemu calon buyer.

Baca Juga :  Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Selain itu, Kemendag menyiapkan business matching dan business pitching dalam rangkaian TEI 2026. Forum tersebut dapat mempertemukan UMKM dengan calon mitra dagang dari berbagai negara.

TEI 2026 akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Pada edisi 2025, pameran tersebut mencatat 8.045 buyer internasional dari lebih dari 130 negara.

Catatan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong pelaku usaha mempersiapkan produk sejak sebelum pameran berlangsung. Pemerintah juga ingin memperkuat hubungan antara pertemuan bisnis dan realisasi perdagangan.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan delapan UMKM dari Surakarta akan berpartisipasi dalam TEI 2026. Mayoritas produk yang mereka bawa berupa batik, terutama untuk memperkuat promosi dan pelestarian batik tulis.

Dengan persiapan tersebut, TEI 2026 menjadi salah satu kanal bagi UMKM Surakarta untuk memperkenalkan produk berbasis budaya kepada pasar internasional. Pada saat yang sama, penguatan desain, regenerasi perajin, dan akses buyer menjadi bagian penting agar peluang ekspor dapat berlanjut setelah pameran.

Berita Terkait

Wamendag Roro Tekankan Riset Pasar untuk Perluas Ekspor Produk Kreatif Indonesia
Tambahan Produksi Gas Kalimantan Timur Capai 290 MMSCFD, Pemerintah Perkuat Pasokan Energi
Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal
Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal
Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Wamendag Roro Tekankan Riset Pasar untuk Perluas Ekspor Produk Kreatif Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Tambahan Produksi Gas Kalimantan Timur Capai 290 MMSCFD, Pemerintah Perkuat Pasokan Energi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terve Chocolate Angkat Cita Rasa Nusantara ke Pasar Global Lewat Kakao Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi

Berita Terbaru

Tim Ekspedisi Patriot ITS mendampingi kelompok tani di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Lombok Timur, dalam pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar (foto: kementerian transmigrasi)

Teknologi

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:45 WIB