Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan Modul II Numerasi Program KREASI memperkuat kapasitas pelatih dan fasilitator untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah (kementerian agama)

Pelatihan Modul II Numerasi Program KREASI memperkuat kapasitas pelatih dan fasilitator untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah (kementerian agama)

Sisipublik.com – Kementerian Agama memperkuat pembelajaran numerasi madrasah melalui peningkatan kapasitas pelatih guru dalam Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI). Langkah ini menyasar pengembangan kompetensi pendidik agar peningkatan kualitas pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan.

Penguatan tersebut berlangsung melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelatih Utama Daerah Modul II Numerasi Teacher Professional Development (TPD) KREASI di Jakarta, 31 Agustus hingga 4 September 2026.

Pembelajaran numerasi madrasah diperkuat lewat pelatihan berjenjang

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Save the Children Indonesia, serta mitra pelaksana KREASI.

Peserta memperdalam sejumlah materi yang berkaitan dengan pengajaran numerasi. Materi tersebut mencakup konsep numerasi, strategi pembelajaran dan asesmen, pengelolaan kelas, serta penyusunan rencana pembelajaran.

Selain itu, pelatihan mencakup praktik micro-teaching, teknik fasilitasi, dan pendampingan guru. Peserta juga mempelajari strategi pembelajaran orang dewasa atau adult learning.

Materi pelatihan turut mengintegrasikan pendidikan karakter, isu perubahan iklim, kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial atau GEDSI.

Program KREASI sendiri merupakan program pendidikan yang dikembangkan secara kolaboratif oleh pemerintah bersama sejumlah mitra. Program ini berfokus pada penguatan literasi, numerasi, karakter, serta pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada peserta didik.

Baca Juga :  Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Pemerintah Siapkan Proses Penggantian

Model berjenjang memperluas jangkauan pembinaan guru

Kegiatan tersebut menggunakan model pengembangan profesional guru secara berjenjang atau cascade training. Melalui model ini, pelatih utama daerah memperkuat kemampuan fasilitator regional sebelum mereka mendampingi guru di satuan pendidikan.

Dengan pola tersebut, peningkatan kompetensi tidak berhenti pada peserta pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pelatih dapat diteruskan kepada fasilitator serta guru di daerah.

Bagi Kementerian Agama, pola ini penting untuk menjaga kesinambungan pengembangan profesional pendidik. Karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada penguasaan materi numerasi, tetapi juga kemampuan fasilitasi dan pendampingan.

Pendekatan KREASI juga sejalan dengan rancangan program yang menempatkan pengajaran, kurikulum dan asesmen, kepemimpinan, serta perlindungan anak sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan.

Kolaborasi lintas kementerian mendukung pembelajaran numerasi madrasah

Keterlibatan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan pentingnya koordinasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar.

Baca Juga :  Data Center Indonesia Ditopang Potensi Listrik Hijau 35 GW dari Mamberamo dan Kayan

Kasubdit Kurikulum Direktorat KSKK Madrasah Abdul Basit mewakili pimpinan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pendidik. Menurut dia, guru perlu memiliki kemampuan untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kolaborasi dengan mitra pembangunan kemudian menjadi salah satu cara untuk memperkuat ekosistem pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

Secara lebih luas, Program KREASI menyasar pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, termasuk TK/RA serta SD/MI. Program tersebut berjalan di delapan kabupaten pada empat provinsi dan mendapat dukungan Global Partnership for Education (GPE), dengan dukungan Pemerintah Australia melalui DFAT.

Kegiatan Modul II Numerasi di Jakarta selanjutnya ditargetkan menghasilkan kesamaan pemahaman terhadap materi pelatihan, peningkatan kemampuan fasilitasi pelatih utama, serta rencana tindak lanjut di daerah.

Dengan penguatan tersebut, pembelajaran numerasi madrasah diharapkan tidak hanya bertumpu pada pelaksanaan pelatihan. Pengembangan kapasitas pelatih dan fasilitator menjadi bagian dari strategi untuk membawa praktik pembelajaran yang lebih kontekstual, inklusif, dan berpusat pada peserta didik ke lebih banyak satuan pendidikan.

Berita Terkait

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat
Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton
Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara
Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman
Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK
Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah
Meutia Hatta Tekankan Perlindungan Anak dan Pendampingan Pasangan untuk Perkuat Keluarga
Sinergi SI, Baznas, dan MES Perluas Akses Modal bagi Pengusaha Muslim
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah

Berita Terbaru