BRIN–ITERA Perkuat Riset Pertambangan, Mahasiswa Berpeluang Akses Laboratorium

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Teknik Pertambangan ITERA mengenal fasilitas laboratorium BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi Iskandar Zulkarnain, Lampung, dalam penjajakan kerja sama pendidikan dan penelitian pertambangan (foto: brin)

Mahasiswa Teknik Pertambangan ITERA mengenal fasilitas laboratorium BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi Iskandar Zulkarnain, Lampung, dalam penjajakan kerja sama pendidikan dan penelitian pertambangan (foto: brin)

Sisipublik.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjajaki kerja sama riset pertambangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan penelitian mineral. Kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan fasilitas laboratorium BRIN oleh mahasiswa dan dosen ITERA.

Penjajakan tersebut berlangsung saat Program Studi Teknik Pertambangan ITERA mengunjungi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Iskandar Zulkarnain di Tanjung Bintang, Lampung, Senin (26/10). Selain membahas peluang kolaborasi akademik, kegiatan ini memperkenalkan fasilitas penelitian BRIN kepada mahasiswa.

Melalui kerja sama riset pertambangan, kedua institusi juga membahas evaluasi kurikulum agar materi pendidikan lebih sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri pertambangan.

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan ITERA, Alio Jasipto, mengatakan kunjungan tersebut melanjutkan evaluasi kurikulum yang telah berlangsung sejak 2024 dan 2025. Menurutnya, keterlibatan BRIN dapat membantu perguruan tinggi mengembangkan pendidikan sekaligus memperkuat kegiatan penelitian.

“Kami berharap BRIN dapat menjadi bagian dari ITERA dalam mengembangkan pendidikan, terutama kurikulum dan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di bidang penelitian,” ujar Alio.

Baca Juga :  Pertanian Modern Banten Jadi Magnet Baru, Pemuda Diajak Kelola Lahan dengan Teknologi

Kerja Sama Riset Pertambangan Buka Peluang Pengembangan Kurikulum

Evaluasi kurikulum menjadi salah satu agenda utama dalam penjajakan kolaborasi tersebut. ITERA ingin memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan kemajuan teknologi mineral dan kebutuhan dunia industri.

Selain itu, keterlibatan lembaga riset nasional dapat memperluas pengalaman akademik mahasiswa. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui perkuliahan, tetapi juga melalui pengenalan fasilitas dan aktivitas penelitian secara langsung.

ITERA juga melihat fasilitas laboratorium BRIN sebagai peluang untuk mendukung penelitian mahasiswa, terutama ketika mereka menentukan topik dan menyusun tugas akhir.

Laboratorium BRIN Dukung Penelitian Teknologi Mineral

Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM) BRIN, Fajar Nurjaman, menjelaskan bahwa KST Iskandar Zulkarnain merupakan kawasan riset terpadu yang berfokus pada pengembangan teknologi mineral.

Meski memiliki fokus utama pada teknologi mineral, kawasan tersebut juga mendukung penelitian lintas disiplin ilmu. BRIN menyediakan fasilitas kantor terbuka (open space office) serta laboratorium untuk menunjang penelitian proses basah (wet process).

Baca Juga :  Tempe Nonkedelai Mulai Dilirik, Manfaatnya Tak Hanya untuk Sumber Protein

Fajar menjelaskan bahwa PRTM mengelola seluruh laboratorium secara profesional untuk mendukung kegiatan penelitian. Fasilitas tersebut berpotensi menjadi sarana kolaborasi antara peneliti BRIN dan sivitas akademika ITERA.

Selanjutnya, kedua institusi membahas kemungkinan pemanfaatan laboratorium untuk kegiatan akademik dan penelitian bersama.

Mahasiswa Kenali Fasilitas Penelitian Secara Langsung

Selain diskusi kelembagaan, mahasiswa Teknik Pertambangan ITERA mengikuti peninjauan sejumlah laboratorium di KST Iskandar Zulkarnain.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melihat langsung fasilitas, peralatan, serta sarana penelitian yang tersedia. Pengenalan ini diharapkan membantu mereka memahami proses penelitian teknologi mineral sekaligus menentukan arah tugas akhir.

Penjajakan BRIN dan ITERA tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan tinggi dengan kapasitas fasilitas riset nasional. Apabila kerja sama berlanjut, kedua institusi berpeluang memperluas kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang pertambangan.

Berita Terkait

Garam Lokal Berpeluang Masuk Pasar Premium, BRIN Soroti Industri Farmasi
Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur
Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim
Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu
Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah
Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon
Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya
Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

Garam Lokal Berpeluang Masuk Pasar Premium, BRIN Soroti Industri Farmasi

Minggu, 1 November 2026 - 07:00 WIB

BRIN–ITERA Perkuat Riset Pertambangan, Mahasiswa Berpeluang Akses Laboratorium

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu

Berita Terbaru