Pertanian Modern Banten Jadi Magnet Baru, Pemuda Diajak Kelola Lahan dengan Teknologi

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertanian Modern Banten Jadi Magnet Baru, Pemuda Diajak Kelola Lahan dengan Teknologi (foto: tangerangkota)

Pertanian Modern Banten Jadi Magnet Baru, Pemuda Diajak Kelola Lahan dengan Teknologi (foto: tangerangkota)

Sisipublik.com – Pertanian Modern Banten menjadi fokus Pemerintah Provinsi Banten untuk menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian. Langkah ini muncul karena sebagian besar petani di daerah tersebut sudah berusia di atas 50 tahun, sehingga regenerasi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, menyebut dominasi petani lanjut usia berpotensi memengaruhi ketahanan pangan daerah pada masa mendatang. Karena itu, pemerintah terus mendorong kaum muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pertanian Modern Banten Dorong Regenerasi Petani

Pertanian Modern Banten tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mengubah pandangan generasi muda terhadap profesi petani. Selama ini, sebagian anak muda masih menganggap pertanian identik dengan pekerjaan berat dan kurang menjanjikan.

Padahal, menurut Nasir, sektor pertanian mampu menghasilkan pendapatan yang kompetitif apabila dikelola secara profesional dan memanfaatkan teknologi. Bahkan, lahan yang terbatas dapat memberikan keuntungan tinggi jika petani memilih komoditas bernilai ekonomi dan menerapkan manajemen yang tepat.

Baca Juga :  Penerima Manfaat MBG Ditata Ulang, BGN Fokuskan Program untuk Kelompok yang Lebih Membutuhkan

Karena itu, Dinas Pertanian Provinsi Banten menghadirkan sejumlah program untuk mempercepat regenerasi. Program tersebut mencakup pembentukan Petani Muda Milenial, penunjukan duta pertanian atau agriculture ambassador, serta pembentukan Brigade Pangan.

Brigade Pangan Libatkan Sarjana Muda

Melalui Brigade Pangan, pemerintah memberikan kepercayaan kepada kalangan muda, termasuk sarjana pertanian, untuk mengelola kawasan pertanian seluas 150 hektare. Pemerintah juga menyediakan dukungan dari hulu hingga hilir, termasuk sarana produksi dan alat mesin pertanian modern.

Selain itu, pola pengelolaan yang lebih profesional diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menarik lebih banyak anak muda untuk terjun ke bidang pertanian.

Pertanian Modern Banten Terapkan Smart Farming

Selanjutnya, Pertanian Modern Banten terus berkembang melalui penerapan sistem smart farming. Salah satu fasilitas yang dikembangkan ialah smart screenhouse yang memungkinkan budidaya tanaman bernilai ekonomi tinggi secara lebih presisi.

Baca Juga :  HP Android 3 Jutaan Terbaik 2026, Rekomendasi Andal untuk Gaming dan Aktivitas Harian

Teknologi Internet of Things (IoT) membantu petani mengatur kebutuhan tanaman, mulai dari pemupukan digital hingga pengendalian suhu lingkungan. Dengan demikian, kegiatan budidaya menjadi lebih efisien dan hasil panen dapat meningkat.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Banten juga mengirimkan 21 pemuda untuk mengikuti program magang pertanian di Jepang pada April lalu. Program tersebut bertujuan memperkenalkan teknologi pertanian modern yang berkembang di negara tersebut.

Fasilitas Modern Jadi Kunci Minat Anak Muda

Nasir berharap peserta magang dapat menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke Indonesia. Namun, keberhasilan regenerasi petani juga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai.

Menurut dia, generasi muda memerlukan alat pertanian berbasis teknologi agar tetap tertarik mengembangkan sektor ini. Dengan dukungan tersebut, pertanian modern dapat menjadi profesi yang lebih menarik sekaligus memperkuat ketahanan pangan Banten pada masa mendatang. (j/*)

Berita Terkait

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya
BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan
Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG
Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:57 WIB

Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

Berita Terbaru