Sisipublik.com – Pemulihan sanitasi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus dipercepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengembalikan layanan pengelolaan sampah dan lumpur tinja. Program ini mencakup pembangunan fasilitas baru serta optimalisasi infrastruktur sanitasi yang mengalami kerusakan akibat bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan sanitasi pascabencana harus berjalan seiring dengan pemulihan infrastruktur lainnya. Pemerintah tidak hanya memperbaiki fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan dasar.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ujar Dody.
TPA Sibolga Dibangun untuk Menangani 55 Ton Sampah per Hari
Fasilitas tersebut dirancang untuk menangani sampah sekitar 55 ton per hari dengan rencana umur layanan tiga tahun. Pembangunan mencakup pembentukan zona landfill dan Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) untuk mendukung pengelolaan sampah sekaligus mengendalikan air lindi.
Hingga saat ini, pekerjaan pembangunan TPA masih berlangsung mengikuti tahapan pelaksanaan di lapangan.
Selain fasilitas persampahan, Kementerian PU juga mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Sibolga. Fasilitas tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana sehingga membutuhkan penanganan untuk mengembalikan fungsi pengolahan limbah domestik.
Optimalisasi IPLT diharapkan dapat memulihkan layanan pengolahan lumpur tinja sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan permukiman.
TPA Sipirok Diperkuat, Layanan Persampahan Huntara Ikut Didukung
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kementerian PU melanjutkan optimalisasi TPA Sipirok melalui sejumlah pekerjaan teknis. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan dan penataan area, pemadatan, pekerjaan bore pile, serta pemasangan lapisan geotekstil dan geomembran.
Pekerjaan ini bertujuan memperkuat fasilitas pengelolaan sampah agar sesuai dengan kebutuhan teknis dan kondisi lapangan. Sementara itu, pemerintah juga mendukung layanan persampahan di kawasan hunian masyarakat terdampak bencana. Dukungan tersebut menjangkau Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kementerian PU Pastikan Pemulihan Berjalan Bertahap
Kepala BPBPK Sumatera Utara Yenni Mulyadi menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan penanganan pascabencana melalui beberapa tahapan, mulai dari penanganan darurat hingga pembangunan kembali infrastruktur secara permanen.
“Penanganan pascabencana tidak berhenti pada tahap darurat. Kami terus mempercepat pemulihan dan pembangunan infrastruktur sanitasi secara permanen agar layanan dasar masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” ujar Yenni.
Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan mengikuti kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah terdampak.
Pemerintah akan terus memantau dan mengoordinasikan pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar kualitas konstruksi, dan mengikuti ketentuan teknis yang berlaku.











Komentar