Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Instalasi pengolahan air yang dikembangkan TEP Unpad untuk membantu memperbaiki kualitas air sumur warga di enam kampung kawasan Bomberay–Tomage, Fakfak (Foto : Tim Ekspedisi Patriot UNPAD)

Instalasi pengolahan air yang dikembangkan TEP Unpad untuk membantu memperbaiki kualitas air sumur warga di enam kampung kawasan Bomberay–Tomage, Fakfak (Foto : Tim Ekspedisi Patriot UNPAD)

Sisipublik.com – Instalasi pengolahan air Fakfak yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad) mulai memperluas akses air bersih bagi warga kawasan Bomberay–Tomage, Papua Barat. Sepanjang Oktober 2026, tim memasang enam unit pengolahan air untuk memperbaiki kualitas air sumur bor yang sebelumnya menunjukkan masalah bau karat, endapan pekat, dan tingkat keasaman tinggi.

Persoalan tersebut selama ini mengganggu kebutuhan air sehari-hari masyarakat. Kepala Kampung Wonorejo, Aan, menjelaskan bahwa air sumur warga terlihat jernih ketika ditimba, tetapi mengeluarkan bau karat dan meninggalkan endapan setelah beberapa waktu.

Kondisi itu mendorong pengembangan instalasi pengolahan air Fakfak berdasarkan kajian lapangan. Sejak Agustus 2026, TEP Unpad bersama Puskesmas Bomberay menguji sejumlah parameter kualitas air, mengukur tinggi muka air tanah, serta memetakan kondisi sumber air di beberapa titik.

Enam Kampung Mendapat Instalasi Pengolahan Air

Hasil kajian menunjukkan tingkat keasaman air di sejumlah lokasi perlu mendapat perhatian. Ketua TEP Unpad, Dr. Eddy Renaldi, S.P., M.E., menyebut tim menemukan air dengan pH 5,2 di salah satu titik, sedangkan beberapa lokasi di Tomage mencatat pH sekitar 4.

Angka tersebut menunjukkan kondisi air yang bersifat asam. Karena itu, warga membutuhkan teknologi pengolahan yang mampu memperbaiki kualitas air sekaligus memudahkan perawatan oleh pengelola setempat.

Baca Juga :  Pengembangan Motor Listrik Nasional Dorong Industri Indonesia Kuasai Teknologi

TEP Unpad mengembangkan teknologi WTP Pasoepati Padjadjaran untuk menyaring air dan menaikkan pH. Tim kemudian memasang instalasi di enam kampung, yakni Mekarsari, Thessa, Onim Jaya, Mbima Jaya, Wonorejo, dan Pinang Agung.

Program ini melengkapi penyediaan sumur bor oleh TNI. Melalui pembagian peran tersebut, TNI menyediakan sumber air, sedangkan TEP Unpad membantu memperbaiki kualitas air melalui teknologi pengolahan.

Pada Minggu, 25 Oktober 2026, tim menyosialisasikan tata kelola instalasi kepada masyarakat. Selanjutnya, pada Senin, 26 Oktober 2026, TEP Unpad menyerahkan fasilitas tersebut dengan dukungan aparat TNI dan pemerintah kampung.

Pengujian Kualitas Air Menjadi Penentu Keamanan Konsumsi

Meski instalasi sudah tersedia, pengelola tetap perlu memastikan kualitas air hasil pengolahan melalui pengujian yang sesuai dengan standar kesehatan. Pengukuran pH menjadi salah satu indikator penting, tetapi belum cukup untuk memastikan keamanan air minum.

Selain itu, pemeriksaan perlu mencakup parameter kimia dan mikrobiologi yang relevan. Hasil pengujian setelah proses pengolahan akan membantu menentukan apakah air memenuhi persyaratan untuk konsumsi atau hanya sesuai untuk kebutuhan tertentu.

Oleh sebab itu, pengelola kampung perlu menjalankan pemeliharaan berkala, memantau kualitas air, serta mengikuti prosedur pengoperasian instalasi. Langkah tersebut juga membantu menjaga fungsi fasilitas dalam jangka panjang.

Baca Juga :  BRIN Dorong Eco Hex Brick Jadi Solusi Ganda untuk Limbah Plastik dan Abrasi Pesisir

Kolaborasi Riset dan Masyarakat untuk Keberlanjutan

Pengembangan fasilitas air di Bomberay–Tomage sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pemerataan akses air bersih. Dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto menyoroti kesulitan sebagian masyarakat dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya riset, data, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pembangunan infrastruktur wilayah.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengenai pemanfaatan anggaran agar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah kampung perlu membangun tata kelola yang jelas agar fasilitas tetap berfungsi. Pelibatan masyarakat dan koperasi desa dapat mendukung pembagian tanggung jawab, pembiayaan perawatan, serta pemantauan kualitas air.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemasangan enam instalasi. Pengujian kualitas air secara berkala, pengelolaan yang konsisten, dan keterlibatan warga akan menentukan manfaat fasilitas tersebut bagi kebutuhan air bersih masyarakat Bomberay–Tomage.

Berita Terkait

Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim
Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu
Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah
Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon
Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya
Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Instalasi Pengolahan Air Fakfak Menjangkau Enam Kampung, Riset Unpad Atasi Masalah Air Sumur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon

Berita Terbaru