Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Radio HF dapat mendukung komunikasi jarak jauh ketika jaringan seluler dan infrastruktur telekomunikasi utama mengalami gangguan (Ilustrasi AI: sisipublik.com)

Radio HF dapat mendukung komunikasi jarak jauh ketika jaringan seluler dan infrastruktur telekomunikasi utama mengalami gangguan (Ilustrasi AI: sisipublik.com)

Sisipublik.com – Radio HF menjadi alternatif komunikasi darurat ketika bencana alam atau gangguan antariksa melumpuhkan infrastruktur telekomunikasi. Teknologi ini dapat menghubungkan pengguna dalam jarak jauh tanpa bergantung pada menara BTS maupun jaringan internet.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Varuliantor Dear, menjelaskan bahwa radio High Frequency (HF) memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi ketika jaringan modern tidak berfungsi. Teknologi tersebut memanfaatkan propagasi gelombang radio melalui ionosfer untuk menjangkau wilayah yang jauh.

Karena itu, radio HF untuk komunikasi darurat dapat menjadi bagian dari strategi ketahanan komunikasi Indonesia, terutama di wilayah terpencil dan kawasan yang rentan terhadap bencana.

Radio HF untuk Komunikasi Darurat saat Infrastruktur Lumpuh

Ketergantungan pada BTS, kabel serat optik, dan satelit membuat sistem komunikasi modern menghadapi sejumlah risiko. Kerusakan fisik akibat bencana, gangguan pasokan listrik, maupun gangguan elektromagnetik dapat menghambat pertukaran informasi.

Selain itu, aktivitas Matahari dan perubahan kondisi ionosfer juga dapat memengaruhi propagasi gelombang radio. Namun, dampaknya berbeda-beda menurut frekuensi, lokasi, waktu, dan kondisi atmosfer sehingga tidak semua sistem komunikasi mengalami gangguan yang sama.

Dalam Pelatihan Dasar Space Situational Awareness pada 22 Oktober 2026, Varuliantor menyoroti pentingnya memahami risiko antariksa terhadap sistem komunikasi di Bumi. Ia juga mengangkat pengalaman gangguan komunikasi sebagai pelajaran tentang pentingnya menyiapkan jalur alternatif ketika sistem utama tidak tersedia.

Peristiwa erupsi Hunga Tonga pada Januari 2022 turut memperlihatkan bagaimana letusan besar dapat menghasilkan gelombang atmosfer yang menjalar jauh dan memengaruhi ionosfer. Meski demikian, dampak terhadap kabel dan layanan komunikasi bergantung pada kondisi serta infrastruktur di setiap wilayah.

Gelombang HF Menjangkau Wilayah Jauh Tanpa Menara BTS

Berbeda dengan jaringan seluler yang mengandalkan stasiun pemancar, radio HF dapat berkomunikasi langsung antarpengguna dengan memanfaatkan kondisi propagasi yang sesuai. Gelombangnya dapat dibiaskan kembali ke Bumi oleh ionosfer sehingga memungkinkan komunikasi jarak jauh, bahkan lintas negara.

Baca Juga :  Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Keunggulan tersebut membuat radio HF relevan untuk mendukung komunikasi di daerah terpencil, lokasi bencana, dan kawasan yang belum memiliki infrastruktur telekomunikasi memadai. Pengguna juga tidak harus bergantung pada jaringan internet atau layanan seluler untuk mengirimkan pesan suara melalui radio.

Menurut Varuliantor, kebutuhan infrastruktur radio HF relatif sederhana. Pengguna memerlukan perangkat radio, antena, sumber daya listrik, serta pengetahuan pengoperasian yang memadai.

Ia memperkirakan perangkat radio beserta antenanya dapat diperoleh dengan anggaran sekitar Rp10 juta, bergantung pada spesifikasi dan kebutuhan pengguna. Setelah perangkat tersedia, komunikasi radio tidak menggunakan pulsa seluler. Meski begitu, pengguna tetap perlu memperhitungkan biaya instalasi, perawatan, listrik, dan kebutuhan operasional lainnya.

Radio HF juga bukan solusi yang selalu bebas gangguan. Kondisi ionosfer, interferensi, pemilihan frekuensi, dan kualitas antena dapat memengaruhi keberhasilan komunikasi. Oleh sebab itu, operator perlu menguasai prosedur komunikasi dan menyesuaikan frekuensi dengan kondisi propagasi.

Radio HF Mendukung Kesiapsiagaan Wilayah Terpencil

Ketersediaan jalur komunikasi alternatif menjadi penting bagi Indonesia yang memiliki banyak wilayah kepulauan dan daerah dengan akses telekomunikasi terbatas. Saat bencana merusak jaringan utama, radio HF dapat membantu petugas menyampaikan laporan kondisi lapangan, meminta bantuan, dan berkoordinasi dengan posko penanganan darurat.

Namun, penerapan teknologi ini membutuhkan perencanaan. Pemerintah daerah, organisasi relawan, dan komunitas radio amatir perlu menyiapkan perangkat, sumber daya listrik cadangan, operator terlatih, serta prosedur komunikasi yang terkoordinasi.

Selain itu, penggunaan radio harus mengikuti ketentuan frekuensi dan perizinan yang berlaku. Dengan persiapan tersebut, radio HF dapat melengkapi teknologi komunikasi lain, bukan menggantikan seluruh jaringan seluler maupun satelit.

Baca Juga :  Cianjur Terima Alat Pengolah Sampah Jadi Briket, Mampu Olah 5 Ton per Hari

Penerbangan dan Pelayaran Masih Membutuhkan Radio HF

Radio HF juga berperan dalam komunikasi transportasi, khususnya ketika pesawat atau kapal beroperasi jauh dari jangkauan jaringan terestrial.

Dalam penerbangan jarak jauh, radio HF dapat mendukung komunikasi antara pesawat dan pengendali lalu lintas udara di wilayah yang tidak memiliki cakupan komunikasi VHF berbasis darat. Kebutuhan perangkat mengikuti ketentuan penerbangan yang berlaku serta karakteristik rute dan wilayah operasi.

Di sektor maritim, radio HF menjadi bagian penting dari sistem komunikasi keselamatan dan marabahaya untuk kapal yang berlayar di laut lepas. Sistem ini membantu kapal mengirimkan panggilan darurat ketika sarana komunikasi lain tidak tersedia atau tidak dapat digunakan.

Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS). Persyaratan peralatan komunikasi berbeda menurut wilayah pelayaran dan ketentuan yang berlaku, termasuk untuk kawasan laut yang tidak tercakup layanan satelit tertentu.

Kombinasi Teknologi Menjadi Kunci Ketahanan Komunikasi

Ketahanan komunikasi nasional tidak cukup hanya mengandalkan satu teknologi. Jaringan seluler, serat optik, satelit, radio VHF, dan radio HF memiliki karakteristik serta fungsi yang berbeda.

Karena itu, pengembangan sistem komunikasi darurat perlu mempertimbangkan penggunaan beberapa teknologi secara terpadu. Radio HF dapat menjadi jalur cadangan ketika infrastruktur utama terganggu, sedangkan jaringan modern tetap berperan dalam memenuhi kebutuhan komunikasi berkapasitas tinggi.

Pandangan Varuliantor menegaskan pentingnya menyiapkan komunikasi alternatif sebelum bencana terjadi. Dengan perangkat yang sesuai, operator terlatih, dan koordinasi yang baik, radio HF dapat membantu menjaga arus informasi ketika masyarakat dan petugas paling membutuhkannya.

Teknologi ini mungkin tidak menawarkan kecepatan dan kemudahan seperti internet modern. Namun, kemampuannya menjangkau jarak jauh tanpa bergantung pada menara BTS menjadikannya salah satu pilihan penting dalam membangun ketahanan komunikasi Indonesia.

Berita Terkait

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah
Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon
Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya
Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC
MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing

Berita Terbaru

Tim Ekspedisi Patriot ITS mendampingi kelompok tani di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Lombok Timur, dalam pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar (foto: kementerian transmigrasi)

Teknologi

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:45 WIB