KDKMP Didorong Jadi Offtaker Produk Desa, Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

koperasi yang mendukung penyerapan, pengolahan, dan pemasaran produk unggulan masyarakat desa (foto: kementerian koperasi)

koperasi yang mendukung penyerapan, pengolahan, dan pemasaran produk unggulan masyarakat desa (foto: kementerian koperasi)

Sisipublik.com – KDKMP sebagai offtaker produk desa menjadi arah baru Kementerian Koperasi untuk memperkuat hilirisasi komoditas masyarakat. Pemerintah ingin koperasi tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pelaku usaha, tetapi juga mengambil peran dalam menyerap, mengolah, dan memasarkan produk unggulan dari desa dan kelurahan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan fungsi tersebut membutuhkan dukungan sarana pascaproduksi. Menurut dia, koperasi perlu memiliki peralatan seperti mesin pengering untuk komoditas padi serta fasilitas penyimpanan dingin untuk produk pertanian dan perikanan.

KDKMP sebagai offtaker produk desa dinilai dapat membantu meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum masuk ke pasar. Dengan pengolahan yang lebih baik, produk masyarakat tidak harus langsung dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga peluang peningkatan pendapatan pelaku usaha menjadi lebih besar.

Kemenkop Soroti Keterbatasan Mesin Pascaproduksi

Ferry menjelaskan, mesin yang tersedia di pasar saat ini lebih banyak mendukung kegiatan praproduksi. Sebaliknya, kebutuhan peralatan untuk tahap setelah panen atau produksi masih terbatas.

Kondisi tersebut membuat koperasi belum dapat menjalankan fungsi hilirisasi secara maksimal. Karena itu, Kementerian Koperasi berencana mendorong penyediaan peralatan dan mesin untuk mendukung kegiatan pascaproduksi mulai 2027.

Baca Juga :  DPR Optimistis BGN Lebih Optimal di Bawah Kepemimpinan Baru

“Kami akan mendorong agar fungsi offtaker dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Ferry dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Lampung, Jumat (4/9).

Pemerintah berharap dukungan tersebut membuat koperasi memiliki kemampuan lebih besar untuk menangani produk masyarakat, mulai dari penyimpanan hingga pengolahan sebelum pemasaran.

Produk Lokal Diprioritaskan Masuk Gerai KDKMP

Selain memperkuat fasilitas produksi, pemerintah juga mengarahkan gerai KDKMP untuk memprioritaskan produk masyarakat setempat. Produk UMKM dan hasil usaha masyarakat akan mendapat ruang utama dalam jaringan pemasaran koperasi.

Ferry mengatakan koperasi tetap dapat menjalin kemitraan dengan produsen atau prinsipal apabila kebutuhan pokok masyarakat belum dapat dipenuhi dari produk lokal. Dengan demikian, keberadaan gerai KDKMP diharapkan sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk desa.

Langkah tersebut juga dapat memperpendek rantai pemasaran. Produk masyarakat memiliki peluang untuk masuk langsung ke jaringan koperasi tanpa terlalu bergantung pada rantai distribusi yang panjang.

Perpres Disiapkan untuk Memperjelas Peran KDKMP

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan Peraturan Presiden sebagai payung hukum operasional KDKMP. Aturan tersebut diharapkan memperjelas tugas dan fungsi koperasi sekaligus mencegah tumpang tindih dengan regulasi kementerian.

Baca Juga :  KDKMP Masuk Tahap Operasional, Kemenkop Percepat Verifikasi dan Penguatan Tata Kelola

Ferry menyebut kehadiran Perpres akan memberikan kepastian mengenai pembagian peran KDKMP. Kepastian aturan menjadi salah satu faktor penting agar koperasi dapat menjalankan fungsi ekonomi secara lebih terarah.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut padi, singkong, dan jagung sebagai sejumlah komoditas unggulan daerahnya. Ia menilai penguatan KDKMP dapat membantu meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut sekaligus memperbesar perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, melihat program KDKMP dan Makan Bergizi Gratis sebagai peluang untuk mengoptimalkan potensi produksi daerah. Kedua program tersebut dapat membuka permintaan sekaligus memperluas pasar bagi komoditas masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung. Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing koperasi dan memperkuat perannya dalam perekonomian masyarakat.

Berita Terkait

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Perluas Kerja Sama dengan Bank Dunia
Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia
Gaji Pensiunan ASN Lewat Koperasi Masih Dikaji, Kemenkop Tegaskan Belum Ada Keputusan
Pelatihan Kerja Sukabumi Siapkan 1.600 Peserta, 11 Jenis Keterampilan Dibuka
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia

Berita Terbaru