Pemerintah Tambah 1 Juta Ton SPHP, Strategi Jaga Stabilitas Beras di Tengah El Nino

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menyalurkan beras SPHP dalam operasi pasar guna menjaga stabilitas harga di tengah musim kemarau panjang (foto: kementerian pertanian)

Petugas menyalurkan beras SPHP dalam operasi pasar guna menjaga stabilitas harga di tengah musim kemarau panjang (foto: kementerian pertanian)

Sisipublik.com –  Produksi beras nasional aman di tengah ancaman El Nino dan musim kemarau panjang, seiring langkah pemerintah memperkuat distribusi dan intervensi pasar melalui penambahan 1 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai rapat koordinasi lintas kementerian di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Pemerintah menilai kondisi produksi dan ketersediaan pangan nasional masih terkendali meski tekanan iklim meningkat.

“Kesimpulan semuanya, aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman,” kata Amran.

Produksi beras nasional aman, intervensi pasar diperkuat

Pemerintah tidak menunggu gangguan pasokan, melainkan langsung memperkuat distribusi beras melalui percepatan penyaluran SPHP, operasi pasar besar-besaran, serta dorongan pasokan beras medium dan premium ke ritel modern.

Selain itu, pemerintah mempercepat bantuan pangan kepada masyarakat guna menjaga daya beli di tengah potensi kenaikan harga akibat musim kering.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, ESDM Beberkan Faktor Global yang Mendorong Penyesuaian

Tambahan 1 juta ton SPHP untuk tekan harga

Pemerintah memutuskan menambah alokasi 1 juta ton beras SPHP medium yang akan disalurkan mulai Oktober hingga Desember 2026 dan berlanjut sampai masa panen berikutnya. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketersediaan beras sekaligus menekan lonjakan harga di pasar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut keputusan tersebut sebagai respons cepat atas dinamika pasokan pangan.

“Kita tambah suplai untuk beras subsidi SPHP medium sebanyak 1 juta ton,” ujarnya.

Distribusi beras dilakukan melalui berbagai saluran agar masyarakat tetap memperoleh harga terjangkau.

Stop impor beras pecah, optimalkan stok dalam negeri

Pemerintah juga menghentikan impor beras pecah atau menir dan mengoptimalkan stok dalam negeri, termasuk cadangan dari Bulog, untuk kebutuhan industri.

Langkah ini sekaligus mendukung kebijakan hilirisasi beras serta mengurangi ketergantungan impor di tengah tekanan global.

Baca Juga :  Ketahanan Energi Nasional Jadi Fokus, Prabowo Percepat Hilirisasi dan Jaga Stabilitas BBM Subsidi

“Beras pecah yang diimpor 380 ribu ton kita stop. Kita optimalkan dari dalam negeri,” kata Amran.

Dukungan tambahan: SPHP jagung dan percepatan distribusi

Selain beras, pemerintah menyiapkan SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton untuk membantu peternak dan pelaku usaha kecil-menengah menghadapi keterbatasan pasokan selama musim kemarau.

Pemerintah juga meminta Perum Bulog mempercepat distribusi beras ke pasar, termasuk memastikan ketersediaan beras premium di ritel modern.

Strategi terpadu jaga ketahanan pangan

Seluruh kebijakan tersebut menunjukkan pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, distribusi, hingga intervensi harga. Pemerintah menargetkan stabilitas pangan tetap terjaga meski menghadapi risiko El Nino.

“Operasi pasar besar-besaran, SPHP ditambah satu juta ton, bantuan pangan dipercepat,” ujar Amran menegaskan strategi pemerintah.

Berita Terkait

Gus Ipul Dorong SDM Sekolah Rakyat Perkuat Akurasi Data Bansos
11 Kapal Gabungan Cari Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia, Amanah Merah Putih Dibawa ke Asian Games 2026
11 Fasilitas Waste-to-Energy Ditargetkan Rampung 2028, Pemerintah Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kinerja Pertanian Jadi Penopang, Amran Puncaki Penilaian Menteri Kabinet Merah Putih
Perlindungan Hari Tua Pekerja Informal Mengemuka, Literasi Dana Pensiun Baru 22 Persen
Pemulihan Flores Mulai Bergerak, Aktivitas Warga Kembali Normal Pascagempa
Perubahan Desil DTSEN Tak Otomatis Hentikan Bansos, Kemensos Buka Ruang Sanggah
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:00 WIB

Gus Ipul Dorong SDM Sekolah Rakyat Perkuat Akurasi Data Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 15:00 WIB

11 Kapal Gabungan Cari Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 14:08 WIB

Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia, Amanah Merah Putih Dibawa ke Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 08:00 WIB

11 Fasilitas Waste-to-Energy Ditargetkan Rampung 2028, Pemerintah Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 9 September 2026 - 20:00 WIB

Kinerja Pertanian Jadi Penopang, Amran Puncaki Penilaian Menteri Kabinet Merah Putih

Berita Terbaru