Sisipublik.com – Lima jurnalis bersama tiga kru kapal masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Pemerintah mengerahkan operasi pencarian dengan melibatkan 11 kapal gabungan.
Presiden Prabowo Subianto meminta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali segera mengerahkan kekuatan untuk mencari rombongan tersebut. Instruksi itu diberikan setelah laporan hilang kontak diterima pada Senin malam, 7 September 2026.
Lima jurnalis hilang kontak bersama tiga kru kapal ketika menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, TNI Angkatan Laut langsung mengirim sejumlah kapal setelah menerima arahan Presiden.
11 kapal gabungan menyisir wilayah pencarian
Operasi kemudian berkembang menjadi pencarian gabungan dengan mengerahkan 11 kapal. Langkah tersebut menunjukkan pemerintah memperluas unsur pencarian untuk menemukan delapan orang yang berada dalam rombongan.
Berdasarkan laporan KSAL yang disampaikan Seskab, armada yang terlibat terdiri atas unsur TNI AL, Basarnas, serta kepolisian. Kapal-kapal tersebut menyisir wilayah perairan yang menjadi area pencarian.
Sebanyak 11 kapal yang dikerahkan terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.
Sementara itu, laporan ANTARA menyebut rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin siang. Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru.
Pencarian berlangsung di tengah aktivitas Anak Krakatau
Selain mengandalkan penyisiran laut, tim SAR gabungan juga memperluas operasi pencarian di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau. Kondisi kawasan menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Hingga Kamis, 10 September 2026, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal belum diketahui. Karena itu, operasi pencarian terus berlanjut dengan melibatkan berbagai unsur untuk memperbesar peluang menemukan seluruh anggota rombongan.
Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan harapan agar seluruh rombongan segera ditemukan dalam keadaan selamat. Pemerintah juga terus memantau perkembangan operasi pencarian yang berlangsung di perairan Selat Sunda.











Komentar