Kinerja Pertanian Jadi Penopang, Amran Puncaki Penilaian Menteri Kabinet Merah Putih

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani (foto: kementerin pertanian)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani (foto: kementerin pertanian)

Sisipublik.com – Kinerja pertanian menjadi salah satu indikator yang mengantarkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke posisi teratas dalam Government Performance Assessment yang dirilis IndexPolitica Indonesia pada September 2026. Amran meraih skor 91, tertinggi di antara 10 menteri yang masuk dalam pemeringkatan tersebut.

Penilaian itu menggunakan pendekatan berbasis bukti melalui metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). IndexPolitica menyatakan evaluasi tersebut mengukur capaian yang dapat diukur dan diverifikasi, bukan popularitas maupun tingkat pemberitaan seorang menteri.

Kinerja pertanian menjadi dasar penilaian

Kinerja pertanian mendapat sorotan karena sejumlah indikator produksi dan ekonomi menunjukkan penguatan dalam dua tahun terakhir. Salah satunya terlihat dari produksi beras nasional 2025 yang mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling. Setelah dikonversi, produksi beras untuk konsumsi penduduk mencapai 34,69 juta ton.

Selain produksi pangan, kinerja pertanian juga tercermin dari peningkatan indikator kesejahteraan petani. BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencapai 129,19 pada Agustus 2026, naik 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Pengembangan Kedelai Jawa Timur Diperkuat, UNESA Siapkan 56 Hektare untuk Benih Berkualitas

Di sisi lain, Kementerian Pertanian mencatat pertumbuhan PDB sektor pertanian sepanjang 2025 mencapai 5,74 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional.

Penilaian berbeda dari survei kepuasan publik

Hasil IndexPolitica juga memperpanjang catatan positif Amran dari penilaian lembaga berbeda. Dalam survei Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025, Amran memperoleh tingkat kepuasan publik 84,9 persen, tertinggi di antara pejabat yang masuk dalam daftar tersebut.

Namun, kedua penilaian tersebut menggunakan pendekatan berbeda. Indikator Politik mengukur kepuasan masyarakat terhadap kinerja pejabat, sedangkan IndexPolitica menggunakan evaluasi berbasis capaian kebijakan dan indikator yang dapat diverifikasi. Karena itu, skor 91 dari IndexPolitica tidak dapat disamakan dengan tingkat kepuasan publik 84,9 persen.

Founder dan Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia Denny Charter menegaskan bahwa evaluasi lembaganya berfokus pada hasil kerja, bukan popularitas. Dengan pendekatan tersebut, paparan media tidak otomatis menentukan posisi seorang menteri.

Baca Juga :  Impor Kedelai Mau Dipangkas, Langkah Besar Pemerintah Ini Bisa Ubah Nasib Petani

Capaian pangan menopang agenda swasembada

Peningkatan produksi beras menjadi salah satu capaian penting sektor pertanian dalam periode tersebut. BPS mencatat produksi beras 2025 meningkat 4,07 juta ton dibandingkan 2024.

Pemerintah kemudian menjadikan peningkatan produksi pangan sebagai bagian dari agenda swasembada. Kementerian Pertanian juga menempatkan penguatan produksi, perlindungan petani, serta stabilitas pangan sebagai bagian dari kebijakan sektor pertanian.

Pada saat yang sama, pemerintah mempertahankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat posisi petani. Kebijakan tersebut antara lain penyederhanaan aturan pupuk bersubsidi dan penetapan harga pembelian gabah petani.

Dengan demikian, posisi Amran dalam penilaian IndexPolitica tidak hanya berkaitan dengan skor pemeringkatan menteri. Capaian produksi pangan, pertumbuhan sektor pertanian, dan indikator kesejahteraan petani menjadi konteks penting untuk membaca hasil evaluasi tersebut.

Kementerian Pertanian menyatakan akan melanjutkan program swasembada pangan sebagai bagian dari agenda ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Berita Terkait

Gus Ipul Dorong SDM Sekolah Rakyat Perkuat Akurasi Data Bansos
11 Kapal Gabungan Cari Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia, Amanah Merah Putih Dibawa ke Asian Games 2026
11 Fasilitas Waste-to-Energy Ditargetkan Rampung 2028, Pemerintah Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton SPHP, Strategi Jaga Stabilitas Beras di Tengah El Nino
Perlindungan Hari Tua Pekerja Informal Mengemuka, Literasi Dana Pensiun Baru 22 Persen
Pemulihan Flores Mulai Bergerak, Aktivitas Warga Kembali Normal Pascagempa
Perubahan Desil DTSEN Tak Otomatis Hentikan Bansos, Kemensos Buka Ruang Sanggah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:00 WIB

Gus Ipul Dorong SDM Sekolah Rakyat Perkuat Akurasi Data Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 15:00 WIB

11 Kapal Gabungan Cari Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 14:08 WIB

Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia, Amanah Merah Putih Dibawa ke Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 08:00 WIB

11 Fasilitas Waste-to-Energy Ditargetkan Rampung 2028, Pemerintah Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 9 September 2026 - 20:00 WIB

Kinerja Pertanian Jadi Penopang, Amran Puncaki Penilaian Menteri Kabinet Merah Putih

Berita Terbaru