Sisipublik.com – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menyatakan pendidikan koperasi akan mulai di sisipkan dalam kurikulum sekolah dasar hingga sekolah menengah di Jawa Tengah pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, mengatakan materi pendidikan koperasi di siapkan untuk memperkenalkan sistem ekonomi kerakyatan, semangat gotong royong, serta konsep kesejahteraan kepada para siswa sejak usia dini.
Menurut Eddy, materi koperasi nantinya akan di integrasikan ke sejumlah mata pelajaran, seperti Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, hingga Matematika.
Ia menjelaskan, program tersebut di tujukan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep koperasi mulai dari kelas IV sekolah dasar hingga kelas XII tingkat SMA dan sederajat.
“Tujuannya agar siswa memahami ekonomi kerakyatan, kerja sama, gotong royong, dan nilai kesejahteraan bersama,” ujar Eddy saat di temui di Semarang, Kamis (21/5/2026).
Penerapan materi koperasi akan di sesuaikan dengan jenjang pendidikan. Pada tingkat sekolah dasar, siswa akan di perkenalkan pada konsep dasar koperasi. Sementara di tingkat SMP, materi akan mencakup struktur organisasi koperasi. Adapun di tingkat SMA, SMK, dan MAN, pembelajaran akan di arahkan pada kewirausahaan berbasis koperasi.
Ia berharap pengenalan konsep ekonomi kerakyatan dan gotong royong dapat di terima siswa sejak dini, baik di SD, SMP, SMA, SMK, maupun madrasah sederajat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan implementasi program tersebut mulai di terapkan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di sebut merencanakan peluncuran program pendidikan koperasi tingkat SD hingga SMA dan sederajat pada awal Juni 2026. (j/*)










Komentar