Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Prioritaskan 30 Persen Tenaga Kerja Lokal Maluku

Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan membuka lebih dari 12.000 lapangan kerja, memperkuat ekonomi Maluku, serta mendorong pertumbuhan industri dan UMKM.

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Prioritaskan 30 Persen Tenaga Kerja Lokal Maluku (foto: mediaindonesia)

Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Prioritaskan 30 Persen Tenaga Kerja Lokal Maluku (foto: mediaindonesia)

Sisipublik.com – Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja menjadi salah satu target strategis pemerintah dalam memperkuat sektor energi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. pemerintah memprioritaskan sekitar 30 persen kebutuhan tenaga kerja operasional bagi masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pada puncak masa konstruksi, proyek ini diperkirakan melibatkan lebih dari 12.000 tenaga kerja. Selain itu,

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan komitmen tersebut setelah menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Blok Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, proyek strategis nasional ini menghadirkan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Selanjutnya, Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja juga menjadi langkah pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. Bahlil menegaskan, proyek ini tidak hanya meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Ekspor Kopi Jabar Tembus Mesir, Nilai Transaksi Capai Rp4,6 Miliar

Proyek Utamakan Tenaga Kerja Lokal Maluku

Pemerintah menargetkan sekitar 30 persen tenaga kerja operasional berasal dari masyarakat Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kebijakan tersebut bertujuan memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Bahlil menjelaskan, keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dari pengembangan proyek. Dengan demikian, masyarakat setempat memperoleh peluang lebih besar untuk berpartisipasi dalam sektor energi nasional.

Proyek Berpotensi Tingkatkan Kontribusi Ekonomi Nasional

Di sisi lain, Proyek LNG Abadi Masela diperkirakan memberikan kontribusi ekonomi yang besar ketika memasuki masa produksi. Lapangan Abadi Masela di proyeksikan menyumbang sekitar USD137,8 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sementara itu, proyek tersebut berpotensi meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku hingga USD95 miliar. Adapun PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar di perkirakan mencapai sekitar USD92 miliar.

Kontribusi tersebut di harapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan penerimaan negara dan pemerintah daerah dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Percepat Antrean Haji, Prabowo Minta Kemenhaj Siapkan Formula Baru

Proyek Dorong Pertumbuhan UMKM dan Infrastruktur

Selain sektor ketenagakerjaan, pemerintah juga memperkirakan proyek ini mampu mempercepat pertumbuhan industri pendukung dan usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM) di Maluku.

Tidak hanya itu, pembangunan kawasan proyek akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar.

Lebih lanjut, proyek ini juga memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Studi Prediksi Serapan Lebih dari 12.000 Tenaga Kerja

Berdasarkan kajian Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura, pembangunan Proyek LNG Abadi Masela berpotensi menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja selama puncak konstruksi.

Kehadiran proyek tersebut di harapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur. Selain menciptakan lapangan kerja, proyek ini juga mendukung pertumbuhan usaha masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. (j/*)

Berita Terkait

Penertiban Kawasan Hutan Masuk Tahap Pengumuman, Prabowo Minta Proses Terbuka
Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah
BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:00 WIB

Penertiban Kawasan Hutan Masuk Tahap Pengumuman, Prabowo Minta Proses Terbuka

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Berita Terbaru