Ahli Jantung Menyarankan Risiko Jadwal Tidur Tidak Teratur, Bisa Memengaruhi Kesehatan Jantung

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Jantung Menyarankan Risiko Jadwal Tidur Tidak Teratur, Bisa Memengaruhi Kesehatan Jantung (foto: ilustrasi/AI)

Ahli Jantung Menyarankan Risiko Jadwal Tidur Tidak Teratur, Bisa Memengaruhi Kesehatan Jantung (foto: ilustrasi/AI)

Sisipublik.com – Jadwal tidur tidak teratur ternyata bisa berdampak pada kesehatan jantung jika berlangsung terus-menerus.

Ahli jantung Douglas Zuckermann menjelaskan tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup setiap malam untuk memulihkan diri. Saat pola tidur tidak teratur, tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres, tekanan darah saat tidur bisa meningkat, dan respon dalam tubuh ikut bertambah.

Kondisi itu membuat jantung bekerja lebih berat dan dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

Ada beberapa alasan mengapa jadwal tidur yang tidak konsisten perlu diperhatikan.

Pertama, pola tidur yang berubah-ubah bisa mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme ini mengatur banyak fungsi penting, mulai dari pelepasan hormon hingga detak jantung.

Baca Juga :  Hasil Foundation Flawless dan Natural, Pilih Spons atau Kuas Makeup?

Menurut ahli jantung Cynthia A. Kos, ketika ritme tubuh terganggu, tubuh bisa tetap berada dalam kondisi siaga lebih lama. Hal itu membuat tekanan pada jantung meningkat.

Kedua, tidur yang tidak teratur juga bisa menghambat penurunan tekanan darah alami saat malam hari. Padahal, fase tersebut penting untuk memberi waktu istirahat pada jantung dan pembuluh darah.

Ahli jantung Caroline Ball menyebut tekanan darah yang tetap tinggi saat tidur dapat memberi beban tambahan bagi tubuh.

Selain itu, pola tidur yang berantakan juga kerap memengaruhi kebiasaan harian. Saat waktu tidur yang tidak cukup, seseorang biasanya lebih mudah merasa lelah dan cenderung memilih makanan atau minuman tinggi kalori untuk menambah energi.

Baca Juga :  Peta Jalan Riset Nasional Jadi Kompas Indonesia Menuju 2045, Ini Strategi Besarnya

Kondisi tersebut bisa memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk cara tubuh mengatur gula darah dan nafsu makan.

Tak hanya itu, tidur yang tidak teratur juga berkaitan dengan meningkatnya respon dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

Para ahli mengingatkan, bukan hanya waktu tidur yang tidak cukup yang perlu diperhatikan. Tidur terlalu lama juga bisa mengganggu ritme tubuh dan berdampak pada metabolisme.

Karena itu, menjaga jam tidur tetap konsisten setiap hari menjadi langkah sederhana yang penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung. (j/*)

Berita Terkait

SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu
25 Prodi PPDS Hospital-Based Dibuka, Pemerintah Bidik Pemerataan Dokter Spesialis
Ayah Siaga Jadi Kunci Cegah Stunting pada 1.000 HPK
Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan di Tujuh Provinsi
206 Relawan TCK Dikirim ke NTT, Enam Wilayah Terdampak Gempa Dapat Penguatan Medis
CKG Banten Tembus 5,9 Juta Peserta, Kemenkes Siapkan Model untuk Daerah Lain
Pasokan Suplemen Ibu Hamil Diperkuat, Pabrik Bayer Bidik Kebutuhan Nasional dan Ekspor
Rumah Sakit Lapangan Ruteng Jadi Penopang Layanan Operasi Pascagempa NTT
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu

Rabu, 2 September 2026 - 10:00 WIB

25 Prodi PPDS Hospital-Based Dibuka, Pemerintah Bidik Pemerataan Dokter Spesialis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Ayah Siaga Jadi Kunci Cegah Stunting pada 1.000 HPK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan di Tujuh Provinsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:00 WIB

206 Relawan TCK Dikirim ke NTT, Enam Wilayah Terdampak Gempa Dapat Penguatan Medis

Berita Terbaru