Banjir Solok Picu Relokasi 3 Gedung Pemerintah, Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Kementerian PU membersihkan material banjir di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik (foto: kementerian pekerjaan umum)

Petugas Kementerian PU membersihkan material banjir di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik (foto: kementerian pekerjaan umum)

Sisipublik.com – Banjir Solok berdampak pada sejumlah fasilitas pemerintahan dan layanan publik di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Selain membersihkan material banjir, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini memetakan kerusakan bangunan dan menyiapkan penanganan jangka panjang, termasuk relokasi tiga gedung pemerintah yang mengalami kerusakan berat.

Hasil pemeriksaan awal Kementerian PU mencatat 11 gedung perkantoran terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, tiga bangunan, yakni Kantor DPRD, Sekretariat DPRD, dan Kantor Dinas PUPR, mengalami kerusakan berat sehingga tidak direkomendasikan untuk rehabilitasi maupun rekonstruksi di lokasi semula.

Kondisi tersebut membuat Banjir Solok tidak hanya membutuhkan pembersihan material, tetapi juga penataan kembali lokasi pembangunan agar fasilitas pemerintahan tidak kembali berada pada area yang berisiko terdampak aliran sungai. Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa mengatakan relokasi menjadi opsi untuk bangunan yang struktur dan lokasinya tidak lagi layak dipertahankan.

Banjir Solok Dorong Penataan Ulang Gedung Pemerintah

Kementerian PU saat ini melakukan pembersihan material di sejumlah gedung yang terdampak. Pada Jumat (25/9/2026), petugas mengerahkan satu excavator, empat dump truck, dan satu hydraulic breaker untuk membersihkan area Kantor DPRD dan Kantor Badan Pendapatan Daerah.

Namun, pemerintah tidak akan menerapkan penanganan yang sama terhadap seluruh bangunan. Tingkat kerusakan dan kondisi lokasi menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah bangunan dapat diperbaiki atau perlu dipindahkan.

Baca Juga :  Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta, Pramono Perkuat Pengolahan Kompos hingga Energi Listrik

Kementerian PU menyatakan bangunan yang berada pada jalur aliran sungai tidak dapat kembali dibangun di lokasi tersebut. Karena itu, proses pemulihan juga mencakup kajian terhadap lokasi yang lebih aman untuk pembangunan kembali fasilitas pemerintahan.

Fasilitas Kesehatan dan Rumah Ibadah Ikut Dipulihkan

Selain gedung pemerintahan, penanganan menyasar fasilitas yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Kementerian PU menangani Puskesmas Kayu Jao, Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro, serta Mushalla Al-Izzah.

Di Puskesmas Kayu Jao, pekerjaan mencakup perbaikan pagar yang roboh dan miring. Petugas juga menata kembali sistem drainase agar aliran air dari kawasan puskesmas dapat tersambung dengan saluran pembuangan akhir.

Petugas membersihkan material banjir di Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro dengan dukungan dua alat berat dan 30 pekerja. Di Mushalla Al-Izzah, pembersihan halaman dan drainase berlangsung secara manual. Petugas juga meninggikan elevasi halaman dari permukaan jalan untuk mengurangi risiko genangan.

Langkah tersebut sejalan dengan penanganan Ditjen Prasarana Strategis yang sebelumnya memprioritaskan pemulihan fasilitas publik agar pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan.

Jalan Nasional Solok-Lubuk Selasih Kembali Terhubung

Pemulihan juga menyasar konektivitas antarwilayah. Ruas jalan nasional Batas Kota Solok–Lubuk Selasih sebelumnya tertutup material banjir sepanjang sekitar 150 meter dengan ketebalan lumpur mencapai 30–50 sentimeter.

Baca Juga :  Optimalisasi Aset Negara Jadi Sorotan, Mengapa Kebun Raya Bogor Dijadikan Percontohan Nasional?

Kementerian PU membuka kembali akses kendaraan dari kedua arah pada Selasa (22/9/2026). Meski lalu lintas telah kembali berjalan, petugas tetap membersihkan material yang masih berada di sekitar ruas terdampak untuk menjaga keamanan pengguna jalan.

Pemulihan jalan menjadi bagian penting dari tahap awal penanganan karena akses tersebut mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah distribusi kebutuhan selama masa pemulihan. Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menangani dampak bencana di lapangan.

Jaringan Air Bersih Mulai Diperbaiki

Selain infrastruktur transportasi, Kementerian PU menangani jaringan perpipaan PDAM yang rusak atau terputus akibat banjir. Perbaikan jaringan berjalan bersamaan dengan dukungan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan sementara, tiga mobil tangki memasok sekitar 50 meter kubik air bersih setiap hari. Upaya tersebut membantu menjaga ketersediaan air selama jaringan perpipaan menjalani perbaikan.

Dengan demikian, pemulihan pascabanjir di Solok berlangsung pada beberapa sektor sekaligus, mulai dari jalan nasional, gedung pemerintahan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, drainase, hingga jaringan air bersih. Pemerintah juga mulai mengarahkan penanganan pada aspek keselamatan lokasi agar pembangunan kembali tidak mengulang kerentanan yang sama.

Berita Terkait

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Kapal Fiberglass Buka Akses Warga Segun Saat Sungai Surut
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa

Berita Terbaru