Sisipublik.com – Banjir Solok berdampak pada sejumlah fasilitas pemerintahan dan layanan publik di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Selain membersihkan material banjir, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini memetakan kerusakan bangunan dan menyiapkan penanganan jangka panjang, termasuk relokasi tiga gedung pemerintah yang mengalami kerusakan berat.
Hasil pemeriksaan awal Kementerian PU mencatat 11 gedung perkantoran terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, tiga bangunan, yakni Kantor DPRD, Sekretariat DPRD, dan Kantor Dinas PUPR, mengalami kerusakan berat sehingga tidak direkomendasikan untuk rehabilitasi maupun rekonstruksi di lokasi semula.
Kondisi tersebut membuat Banjir Solok tidak hanya membutuhkan pembersihan material, tetapi juga penataan kembali lokasi pembangunan agar fasilitas pemerintahan tidak kembali berada pada area yang berisiko terdampak aliran sungai. Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa mengatakan relokasi menjadi opsi untuk bangunan yang struktur dan lokasinya tidak lagi layak dipertahankan.
Banjir Solok Dorong Penataan Ulang Gedung Pemerintah
Kementerian PU saat ini melakukan pembersihan material di sejumlah gedung yang terdampak. Pada Jumat (25/9/2026), petugas mengerahkan satu excavator, empat dump truck, dan satu hydraulic breaker untuk membersihkan area Kantor DPRD dan Kantor Badan Pendapatan Daerah.
Namun, pemerintah tidak akan menerapkan penanganan yang sama terhadap seluruh bangunan. Tingkat kerusakan dan kondisi lokasi menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah bangunan dapat diperbaiki atau perlu dipindahkan.
Kementerian PU menyatakan bangunan yang berada pada jalur aliran sungai tidak dapat kembali dibangun di lokasi tersebut. Karena itu, proses pemulihan juga mencakup kajian terhadap lokasi yang lebih aman untuk pembangunan kembali fasilitas pemerintahan.
Fasilitas Kesehatan dan Rumah Ibadah Ikut Dipulihkan
Selain gedung pemerintahan, penanganan menyasar fasilitas yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Kementerian PU menangani Puskesmas Kayu Jao, Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro, serta Mushalla Al-Izzah.
Di Puskesmas Kayu Jao, pekerjaan mencakup perbaikan pagar yang roboh dan miring. Petugas juga menata kembali sistem drainase agar aliran air dari kawasan puskesmas dapat tersambung dengan saluran pembuangan akhir.
Petugas membersihkan material banjir di Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro dengan dukungan dua alat berat dan 30 pekerja. Di Mushalla Al-Izzah, pembersihan halaman dan drainase berlangsung secara manual. Petugas juga meninggikan elevasi halaman dari permukaan jalan untuk mengurangi risiko genangan.
Langkah tersebut sejalan dengan penanganan Ditjen Prasarana Strategis yang sebelumnya memprioritaskan pemulihan fasilitas publik agar pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan.
Jalan Nasional Solok-Lubuk Selasih Kembali Terhubung
Pemulihan juga menyasar konektivitas antarwilayah. Ruas jalan nasional Batas Kota Solok–Lubuk Selasih sebelumnya tertutup material banjir sepanjang sekitar 150 meter dengan ketebalan lumpur mencapai 30–50 sentimeter.
Kementerian PU membuka kembali akses kendaraan dari kedua arah pada Selasa (22/9/2026). Meski lalu lintas telah kembali berjalan, petugas tetap membersihkan material yang masih berada di sekitar ruas terdampak untuk menjaga keamanan pengguna jalan.
Pemulihan jalan menjadi bagian penting dari tahap awal penanganan karena akses tersebut mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah distribusi kebutuhan selama masa pemulihan. Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menangani dampak bencana di lapangan.
Jaringan Air Bersih Mulai Diperbaiki
Selain infrastruktur transportasi, Kementerian PU menangani jaringan perpipaan PDAM yang rusak atau terputus akibat banjir. Perbaikan jaringan berjalan bersamaan dengan dukungan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan sementara, tiga mobil tangki memasok sekitar 50 meter kubik air bersih setiap hari. Upaya tersebut membantu menjaga ketersediaan air selama jaringan perpipaan menjalani perbaikan.
Dengan demikian, pemulihan pascabanjir di Solok berlangsung pada beberapa sektor sekaligus, mulai dari jalan nasional, gedung pemerintahan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, drainase, hingga jaringan air bersih. Pemerintah juga mulai mengarahkan penanganan pada aspek keselamatan lokasi agar pembangunan kembali tidak mengulang kerentanan yang sama.











Komentar