Data Cuaca Jadi Dasar Bertani, Petani Merauke Didorong Terapkan Pertanian Cerdas Iklim

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Ekspedisi Patriot IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan (foto: Dok. Tim Ekspedisi Patriot IPB)

Tim Ekspedisi Patriot IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan (foto: Dok. Tim Ekspedisi Patriot IPB)

Sisipublik.com – Data cuaca petani Merauke kini mendapat dukungan teknologi digital melalui pemasangan Automatic Weather Station (AWS) oleh Tim Ekspedisi Patriot IPB University di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kehadiran perangkat ini membantu petani memperoleh informasi cuaca secara lebih cepat untuk menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi iklim setempat.

Selama ini, ketidakpastian cuaca menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lahan pertanian di Distrik Kurik. Karena itu, Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya memasang perangkat pemantau, tetapi juga mendorong petani menggunakan informasi cuaca sebagai bagian dari pengambilan keputusan di lahan.

Data cuaca petani Merauke tersedia secara digital

Data cuaca petani Merauke dari AWS dapat diakses secara real-time melalui sistem digital. Selain kondisi cuaca terkini, sistem tersebut menyediakan prediksi kondisi iklim hingga 15 hari ke depan. Informasi itu dapat membantu petani mempertimbangkan waktu tanam, kebutuhan air, serta potensi risiko yang berkaitan dengan perubahan cuaca.

Jangkauan AWS tersebut mencapai lahan pertanian hingga sekitar 40 kilometer. Dengan cakupan itu, manfaat informasi cuaca tidak hanya berfokus pada satu titik pemasangan, tetapi dapat mendukung aktivitas pertanian di wilayah sekitarnya.

Baca Juga :  Lokasi Parkir Malam Puncak HUT Jakarta, Pengunjung Wajib Tahu Titik Parkir Resminya

Selain itu, data dari perangkat tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk mengantisipasi risiko kekeringan dan potensi serangan hama. Namun, informasi cuaca tetap menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil panen.

Pendampingan diarahkan pada pertanian cerdas iklim

Setelah memasang AWS, Tim Ekspedisi Patriot IPB University melanjutkan pendampingan kepada petani melalui pendekatan climate-smart agriculture atau pertanian cerdas iklim.

Pendekatan tersebut mencakup penyusunan kalender tanam, pengaturan pemompaan air, serta pemantauan potensi hama melalui dashboard digital. Dengan demikian, teknologi tidak berhenti pada penyediaan data, tetapi terhubung dengan kegiatan pengelolaan lahan sehari-hari.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa petani perlu menyesuaikan kegiatan budidaya dengan karakter agroklimat wilayah. Menurut dia, pemahaman terhadap kecukupan air dan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam menerapkan pertanian yang adaptif terhadap iklim.

Pendekatan berbasis data tersebut menjadi relevan bagi masyarakat Kampung Harapan Makmur yang banyak menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Kepala Kampung Harapan Makmur Sutamto menyambut pemasangan AWS karena teknologi tersebut membantu masyarakat memperoleh informasi yang mendukung kegiatan pertanian.

Baca Juga :  Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Dorong Akses Pendidikan Tetap Terbuka

Teknologi menjadi bagian dari program Ekspedisi Patriot

Pemasangan AWS di Merauke merupakan bagian dari pelaksanaan Ekspedisi Patriot IPB University pada 2026. IPB University sebelumnya menyebut mengerahkan 25 tim untuk program tersebut, dengan 20 tim ditempatkan di kawasan transmigrasi Salor, Merauke, dan tim lainnya berada di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam program itu, setiap tim memiliki fokus kajian yang berbeda, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, dan pengembangan sumber daya manusia. IPB University menyatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan kawasan transmigrasi.

Dengan pemasangan AWS, pendampingan pertanian di Merauke kini memiliki dukungan data cuaca lokal yang dapat dimanfaatkan petani. Langkah tersebut memperluas fungsi Ekspedisi Patriot dari pemetaan kondisi wilayah menuju penerapan teknologi yang langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat pertanian.

Berita Terkait

Kebudayaan Hidup dari Tradisi yang Diteruskan, Kemenbud Soroti Peran Masyarakat di Bali
Banjir Solok Picu Relokasi 3 Gedung Pemerintah, Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik
Kemenhut Dorong Saka Wanabakti Jambi Terhubung dengan Program Kehutanan
Karhutla Merauke Mengancam Permukiman, Warga dan TEP UGM Perkuat Pemadaman di Bupul Indah
Festival Kopi Kerinci 2026: Deka Mulia Borong Dua Gelar, Hilirisasi Jadi Sorotan
SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu Buka Jalur Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah
SAPE ULIN Kalimantan Buka Klinik Virtual untuk Percepat Layanan Lingkungan di Daerah
Cengkerama Iklim Dorong Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ubah Kepedulian Menjadi Aksi
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:00 WIB

Kebudayaan Hidup dari Tradisi yang Diteruskan, Kemenbud Soroti Peran Masyarakat di Bali

Minggu, 27 September 2026 - 00:00 WIB

Banjir Solok Picu Relokasi 3 Gedung Pemerintah, Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik

Kamis, 24 September 2026 - 17:00 WIB

Kemenhut Dorong Saka Wanabakti Jambi Terhubung dengan Program Kehutanan

Kamis, 24 September 2026 - 09:00 WIB

Data Cuaca Jadi Dasar Bertani, Petani Merauke Didorong Terapkan Pertanian Cerdas Iklim

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Merauke Mengancam Permukiman, Warga dan TEP UGM Perkuat Pemadaman di Bupul Indah

Berita Terbaru