Cianjur Terima Alat Pengolah Sampah Jadi Briket, Mampu Olah 5 Ton per Hari

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur Terima Alat Pengolah Sampah Jadi Briket, Mampu Olah 5 Ton per Hari (foto: its)

Cianjur Terima Alat Pengolah Sampah Jadi Briket, Mampu Olah 5 Ton per Hari (foto: its)

Sisipublik.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur menerima bantuan alat pengolah sampah menjadi briket dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkapasitas lima ton per hari. Mesin ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah di daerah sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi sumber energi alternatif.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan alat tersebut akan mulai beroperasi di Kelurahan Sayang. Karena Wilayah tersebut volume sampah harian tergolong tinggi di banding kawasan lain di Cianjur.

Menurut dia, pengolahan sampah menjadi briket akan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), bank sampah, serta tempat pengolahan sampah yang selama ini sudah menjalankan konsep reduce, reuse, recycle atau 3R.

Baca Juga :  Macron Sambut Positif Akses Pasar Indonesia untuk Produk Susu dan Daging Sapi Prancis

“Pada tahap awal kami tempatkan di Kelurahan Sayang karena produksi sampah di wilayah itu cukup tinggi. Setelah itu kami arahkan bantuan berikutnya ke wilayah lain yang juga menghadapi kondisi serupa,” ujar Komarudin.

Pemkab Cianjur juga menyiapkan langkah lanjutan untuk pemasaran hasil produksi briket. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama ketika kapasitas produksi meningkat dan kebutuhan pasar mulai terbuka.

Komarudin menyebut hasil olahan briket berpeluang masuk ke sejumlah perusahaan yang masih memanfaatkan batu bara sebagai sumber energi. Kehadiran produk ini di harapkan bisa menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberi nilai tambah dari pengelolaan sampah.

Baca Juga :  Pengendalian Hama Wereng Batang Cokelat Jadi Kunci Menjaga Produksi Padi

Selain program briket, Cianjur juga bersiap mendukung program Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai berjalan pada 2029. Dalam skema tersebut, Kabupaten Cianjur menyiapkan pasokan sampah sekitar 350 ton per hari untuk diolah menjadi energi listrik terbarukan.

Sambil menunggu proyek PSEL berjalan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan alat pengolah sampah ke sejumlah kabupaten dan kota. Tahun depan, pemerintah provinsi juga menyiapkan anggaran untuk pengadaan sekitar 50 unit alat serupa guna memperluas pengelolaan sampah berbasis energi di berbagai daerah. (j/*)

Berita Terkait

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya
BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan
Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG
Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Samsung, dari Notifikasi hingga Aplikasi Bermasalah
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Stiker Personal dengan ChatGPT Images, Begini Cara Membuat dan Mengeditnya

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

BRIN Pantau Air Tanah Gambut untuk Deteksi Dini Karhutla Bawah Permukaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:57 WIB

Teknologi Nuklir BRIN Diuji untuk Perpanjang Umur Simpan Beras BULOG

Rabu, 2 September 2026 - 07:00 WIB

Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah untuk Pemula, Perhatikan 7 Langkah Ini

Berita Terbaru