SAPE ULIN Kalimantan Buka Klinik Virtual untuk Percepat Layanan Lingkungan di Daerah

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pusdal LH Kalimantan menghadirkan SAPE ULIN sebagai klinik virtual untuk memperluas akses konsultasi dan layanan teknis lingkungan di Kalimantan. (foto: kementerian lingkungan hidup)

Pusdal LH Kalimantan menghadirkan SAPE ULIN sebagai klinik virtual untuk memperluas akses konsultasi dan layanan teknis lingkungan di Kalimantan. (foto: kementerian lingkungan hidup)

Sisipublik.com – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghadirkan SAPE ULIN Kalimantan sebagai layanan konsultasi lingkungan berbasis virtual untuk mendekatkan pelayanan teknis kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Kalimantan meluncurkan platform tersebut pada Jumat, 18 September 2026.

Inovasi ini menawarkan akses konsultasi tanpa harus mempertemukan seluruh pihak secara langsung di satu lokasi. Dengan pendekatan digital, Pusdal LH Kalimantan ingin mempercepat koordinasi sekaligus membantu daerah menangani berbagai persoalan pengendalian pencemaran, pengelolaan sampah, hingga kepatuhan lingkungan.

SAPE ULIN Kalimantan Perluas Akses Konsultasi Teknis

SAPE ULIN Kalimantan menggabungkan konsep klinik virtual dengan 14 layanan teknis terpadu. Tim ahli dan pejabat teknis Pusdal LH Kalimantan membuka ruang konsultasi rutin setiap Jumat pada pekan ketiga setiap bulan.

Kepala Pusdal LH Kalimantan Fitri Harwati menjelaskan, nama SAPE ULIN mengambil inspirasi dari kearifan lokal Kalimantan. Kata “sape” merujuk pada alat musik petik tradisional masyarakat Dayak, sedangkan “ulin” merujuk pada kayu ulin yang dikenal kuat. Sumber kebudayaan daerah juga mencatat sape sebagai alat musik tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan.

Baca Juga :  PSEL Legok Nangka Siap Dibangun, Proyek Olah 2.000 Ton Sampah Bandung Raya Dimulai Akhir Juli

Menurut Fitri, konsep tersebut mencerminkan upaya Pusdal LH Kalimantan membangun pelayanan yang dekat dengan pemangku kepentingan sekaligus memperkuat integritas birokrasi. Platform itu juga mendukung agenda pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

14 Layanan Menjangkau Persoalan Lingkungan Daerah

Pusdal LH Kalimantan menyiapkan 14 layanan melalui SAPE ULIN. Cakupannya antara lain sinkronisasi program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, forum teknis, penanganan tempat pemrosesan akhir (TPA) open dumping, pembinaan kepatuhan pelaku usaha, serta pengelolaan sampah.

Selain itu, layanan mencakup pengendalian pencemaran air dan udara, pembinaan pengelolaan limbah B3 dan non-B3, konsultasi regulasi, penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup, evaluasi dokumen lingkungan, serta pemantauan kualitas tanah, lahan, udara ambien, dan air.

Dengan cakupan tersebut, pemerintah daerah dapat menggunakan SAPE ULIN untuk berkonsultasi mengenai agenda lingkungan tanpa terkendala jarak. Dunia usaha dan masyarakat juga memperoleh ruang untuk mendapatkan pembinaan serta berkoordinasi mengenai kepatuhan lingkungan.

Baca Juga :  Kemnaker Temukan Catatan Norma Kerja dan K3 di Sembilan Perusahaan Kendal-Batang

Sesi Perdana Fokus pada Persiapan Adipura 2026

Pusdal LH Kalimantan langsung mengarahkan sesi perdana SAPE ULIN pada isu pengelolaan lingkungan perkotaan melalui diskusi bertajuk “Jalan Menuju Adipura Melalui Kolaborasi Pemangku Kepentingan Daerah”.

Dalam forum tersebut, jajaran Pusdal LH Kalimantan membahas mekanisme penilaian Adipura 2026, tata kelola TPA, serta keterlibatan dunia usaha. Pembahasan itu menempatkan pengelolaan sampah dan kolaborasi antarpemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam agenda lingkungan daerah.

Selanjutnya, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan pegiat lingkungan dapat mengakses informasi layanan, jadwal konsultasi, serta pendaftaran melalui microsite Pusdal LH Kalimantan.

Melalui SAPE ULIN, KLH/BPLH mendorong pola pelayanan lingkungan yang lebih mudah dijangkau sekaligus memperkuat koordinasi teknis antara pemerintah pusat dan daerah di Kalimantan.

Berita Terkait

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Kapal Fiberglass Buka Akses Warga Segun Saat Sungai Surut
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa

Berita Terbaru