Cengkerama Iklim Dorong Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ubah Kepedulian Menjadi Aksi

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar dan mahasiswa mengikuti aksi bersih pantai sebagai bagian dari rangkaian Cengkerama Iklim di Surabaya (foto: kementerian lingkungan hidup)

Pelajar dan mahasiswa mengikuti aksi bersih pantai sebagai bagian dari rangkaian Cengkerama Iklim di Surabaya (foto: kementerian lingkungan hidup)

Sisipublik.com – Cengkerama Iklim di Surabaya mendorong pelajar dan mahasiswa tidak berhenti membahas perubahan iklim, tetapi mulai menerapkan solusi dari lingkungan terdekat. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar kegiatan bertajuk “Muda Peduli, Muda Beraksi” pada 19–20 September 2026 dengan melibatkan sekitar 100 pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan tersebut mempertemukan peserta dengan pegiat lingkungan, pemerintah daerah, serta perwakilan KLH/BPLH. Selain memperoleh materi mengenai perubahan iklim, peserta menyusun gagasan dan rencana aksi yang dapat mereka terapkan di sekolah, kampus, komunitas, maupun lingkungan tempat tinggal.

Cengkerama Iklim Bahas Masalah Lingkungan dari Lingkungan Terdekat

Melalui Cengkerama Iklim, KLH/BPLH mengarahkan peserta untuk melihat persoalan lingkungan secara lebih dekat. Materi kegiatan mencakup perubahan iklim, mitigasi, adaptasi, kebijakan lingkungan, komunikasi iklim, hingga penyusunan rencana aksi.

Pembahasan juga mengangkat konsep triple planetary crisis yang mencakup perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi. Wisnu Murti dari KLH/BPLH mengaitkan persoalan tersebut dengan aktivitas sehari-hari, termasuk penggunaan energi, pengelolaan sampah, dan penanaman pohon.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya memaparkan sejumlah langkah pengelolaan lingkungan perkotaan. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Surabaya Maria Agustina Yuristina menyebut keberadaan sekitar 700 taman kota dan tujuh hutan kota sebagai bagian dari pengelolaan ruang hijau di wilayah tersebut.

Baca Juga :  HUT DKI Jakarta 499 Jadi Momentum, Pramono-Rano Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pengelolaan Sampah hingga Keterlibatan Anak Muda

Persoalan sampah menjadi salah satu contoh aksi yang dekat dengan kehidupan peserta. Putri Lingkungan Hidup 2024, Queen Anneysa Kabeer Lukito, membagikan pengalamannya mengolah sampah organik melalui budidaya maggot.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berangkat dari persoalan sederhana di sekitar masyarakat. Queen juga menyampaikan bahwa kegiatan lingkungannya telah berlangsung selama enam tahun dan mencakup pengolahan sampah organik.

Selain itu, peserta mendapatkan perspektif mengenai keterlibatan generasi muda dalam ruang kebijakan. Anastasya Laila Definia Salsabila, delegasi Indonesia dalam ASEAN Children and Youth Climate Summit 2025, menekankan bahwa suara anak muda juga dapat masuk dalam proses pengambilan keputusan yang berlangsung saat ini.

Dengan demikian, kegiatan tidak hanya membangun pemahaman peserta tentang perubahan iklim, tetapi juga memperkenalkan jalur keterlibatan publik yang dapat mereka gunakan untuk menyampaikan gagasan lingkungan.

Aksi Bersih Pantai Kumpulkan 495,25 Kilogram Sampah

Setelah mengikuti rangkaian diskusi, peserta membawa pembelajaran tersebut ke kawasan pesisir pada 20 September 2026. Dalam aksi bersih pantai di sekitar Taman Suroboyo, Surabaya, sekitar 150 peserta dari sejumlah SMA dan perguruan tinggi menyusuri kawasan pesisir untuk mengumpulkan serta memilah sampah.

Baca Juga :  Minapadi Salin BRIN Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir di Batang

Hasil kegiatan mencatat 495,25 kilogram sampah terkumpul. Peserta menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari material organik dan anorganik hingga residu, termasuk plastik, kemasan sachet, limbah tekstil, serta potongan jaring.

Namun, kegiatan tersebut tidak sekadar mengangkat sampah dari pantai. Peserta juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya pencegahan sampah dari sumbernya. Zidan, mahasiswa Teknik Lingkungan UPN, menilai edukasi masyarakat perlu berjalan bersama kegiatan pembersihan agar sampah tidak terus kembali ke kawasan pesisir.

Karena itu, rangkaian Cengkerama Iklim memperlihatkan hubungan antara pengetahuan dan praktik. Peserta memulai kegiatan dengan memahami persoalan lingkungan, menyusun gagasan, kemudian menguji kepedulian tersebut melalui aksi langsung di lapangan.

Bagi KLH/BPLH, pola kegiatan seperti ini membuka ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam aksi lingkungan. Sementara bagi peserta, kondisi pantai menjadi pengalaman langsung bahwa pengelolaan sampah membutuhkan perubahan perilaku, edukasi, pemilahan, dan upaya pencegahan secara berkelanjutan.

Berita Terkait

SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu Buka Jalur Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah
SAPE ULIN Kalimantan Buka Klinik Virtual untuk Percepat Layanan Lingkungan di Daerah
Sekolah Rakyat Kota Medan Rampung, Pemeliharaan Jadi Kunci Keberlanjutan Fasilitas
Bedah Rumah Petamburan Jadi Ujian Ketepatan Sasaran Bantuan Hunian Jakarta
Data Terverifikasi Jadi Kunci Penyaluran Bantuan Pascabencana Pidie Jaya
Kampung Losida Kompleks Yuka Gunakan Pot untuk Kelola Sampah Organik di Lahan Gambut Pontianak
Literasi Bisnis Padang Pariaman Buka Jalur Pendampingan dan Akses Modal bagi Pelaku Ekraf
Pascagempa NTT, Siswa SMA Muhammadiyah Boleng Dapat Pendampingan Kesehatan Mental
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:00 WIB

SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu Buka Jalur Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah

Senin, 21 September 2026 - 20:20 WIB

Cengkerama Iklim Dorong Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ubah Kepedulian Menjadi Aksi

Minggu, 20 September 2026 - 15:00 WIB

Sekolah Rakyat Kota Medan Rampung, Pemeliharaan Jadi Kunci Keberlanjutan Fasilitas

Minggu, 20 September 2026 - 11:00 WIB

Bedah Rumah Petamburan Jadi Ujian Ketepatan Sasaran Bantuan Hunian Jakarta

Sabtu, 19 September 2026 - 15:00 WIB

Data Terverifikasi Jadi Kunci Penyaluran Bantuan Pascabencana Pidie Jaya

Berita Terbaru