Festival Kopi Kerinci 2026: Deka Mulia Borong Dua Gelar, Hilirisasi Jadi Sorotan

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kerinci Monadi menutup Festival Kopi Kerinci 2026 di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro (foto: fb milineal monadi)

Bupati Kerinci Monadi menutup Festival Kopi Kerinci 2026 di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro (foto: fb milineal monadi)

Sisipublik.com – Festival Kopi Kerinci 2026 berakhir di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Minggu (20/9/2026). Selain menampilkan seni budaya, festival tersebut mencatat Deka Mulia sebagai peserta yang meraih dua gelar juara pertama dalam kategori Greenbean Arabica dan Greenbean Robusta.

Bupati Kerinci Monadi menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 19–20 September 2026. Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar festival tersebut sebagai ruang pertemuan petani, pelaku usaha, komunitas kopi, barista, UMKM, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan komoditas kopi.

Festival Kopi Kerinci 2026 Uji Kualitas hingga Hilirisasi

Festival Kopi Kerinci 2026 menghadirkan enam kategori kompetisi. Panitia menguji kualitas greenbean Arabica, Robusta, dan Liberika, kemudian menguji keterampilan peserta melalui Manual Brewing dan Cup Taster. Panitia juga membuka kategori Hilirisasi Kopi untuk mendorong kreativitas dalam mengembangkan produk turunan.

Dengan format tersebut, festival tidak hanya mempertemukan produsen dan penikmat kopi. Kegiatan itu juga memperlihatkan berbagai tahapan pengembangan komoditas, mulai dari kualitas biji hingga teknik penyeduhan dan pengembangan produk.

Selain itu, keterlibatan peserta dari sejumlah wilayah di Provinsi Jambi menunjukkan bahwa kompetisi tersebut memiliki jangkauan lebih luas. Kategori Greenbean Liberika, misalnya, menghadirkan pemenang dari Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Sarolangun.

Deka Mulia Raih Dua Gelar Greenbean

Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi mencatat hasil paling menonjol dalam kategori greenbean. Ia meraih juara pertama Greenbean Arabica sekaligus juara pertama Greenbean Robusta.

Baca Juga :  Jadwal KRL Solo Jogja: Catat Jam Keberangkatan dari Palur hingga Tugu

Pada Greenbean Arabica, Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo menempati posisi kedua, sedangkan Busri dari Desa Pauh Tinggi meraih posisi ketiga. Sementara itu, Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya berada di posisi kedua Greenbean Robusta dan Santi Ali dari Sungai Penuh menempati posisi ketiga.

Untuk Greenbean Liberika, Adelia dari Jambi meraih juara pertama. Yani Nurmayani dari Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat, berada di posisi kedua, sedangkan Martono dari Sarolangun menempati posisi ketiga.

Manual Brewing hingga Hilirisasi Hadirkan Pemenang Berbeda

Kompetisi Manual Brewing menghasilkan Frenki sebagai juara pertama. M. Irvan menempati posisi kedua, sementara Galan Dwi Andika berada di posisi ketiga.

Pada kategori Cup Taster, Rahma meraih juara pertama, Frasetiawan menempati posisi kedua, dan Zanka Sari meraih posisi ketiga. Adapun kategori Hilirisasi Kopi menempatkan G Royal Coffee sebagai juara pertama, Kopi Datok/Cascara Kerinci sebagai juara kedua, dan Rahma Putri sebagai juara ketiga.

Rangkaian kategori tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kopi tidak berhenti pada kualitas hasil perkebunan. Pelaku juga perlu mengembangkan keterampilan pengolahan, penyeduhan, pencicipan, serta produk turunan untuk menciptakan nilai tambah.

BRMP Jambi sebelumnya mencatat bahwa festival juga mengangkat hilirisasi dan nilai tambah kopi. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai bidang ekosistem kopi, termasuk barista, roaster, pengusaha, pemasaran digital, desain kemasan, hingga inovasi produk.

Baca Juga :  Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare

Tarian Cerita Kopi Warnai Penutupan

Penutupan festival turut menghadirkan Tarian Cerita Kopi yang dibawakan tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci. Pertunjukan tersebut mempertemukan unsur kopi dengan seni dan budaya lokal.

Kehadiran pertunjukan budaya melengkapi rangkaian festival yang sejak awal memadukan kompetisi kopi, UMKM, ekonomi kreatif, edukasi, serta seni budaya. Dengan demikian, penyelenggara tidak hanya mengangkat kopi sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga menghubungkannya dengan aktivitas ekonomi kreatif dan promosi daerah.

Monadi Dorong Festival Kopi Kerinci Berkelanjutan

Bupati Kerinci Monadi mengapresiasi petani, peserta, penggiat kopi, pelaku UMKM, panitia, sponsor, dan pihak lain yang mendukung pelaksanaan festival. Ia berharap kegiatan tersebut terus berlangsung dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya.

“InsyaAllah tahun depan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan kita terus dorong agar semakin baik,” ujar Monadi dalam penutupan festival.

Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menempatkan festival sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kopi, mulai dari petani, pengolahan, pengembangan produk, hingga pemasaran. Festival yang berlangsung di Kayu Aro itu sekaligus membuka ruang pertemuan antara pelaku kopi dan berbagai unsur pendukungnya.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, perhatian berikutnya tertuju pada keberlanjutan pengembangan kopi di luar arena festival. Kualitas greenbean, keterampilan pelaku, inovasi produk, serta akses pasar menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan nilai tambah kopi Kerinci.

Berita Terkait

Karhutla Merauke Mengancam Permukiman, Warga dan TEP UGM Perkuat Pemadaman di Bupul Indah
SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu Buka Jalur Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah
SAPE ULIN Kalimantan Buka Klinik Virtual untuk Percepat Layanan Lingkungan di Daerah
Cengkerama Iklim Dorong Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ubah Kepedulian Menjadi Aksi
Sekolah Rakyat Kota Medan Rampung, Pemeliharaan Jadi Kunci Keberlanjutan Fasilitas
Bedah Rumah Petamburan Jadi Ujian Ketepatan Sasaran Bantuan Hunian Jakarta
Data Terverifikasi Jadi Kunci Penyaluran Bantuan Pascabencana Pidie Jaya
Kampung Losida Kompleks Yuka Gunakan Pot untuk Kelola Sampah Organik di Lahan Gambut Pontianak
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Merauke Mengancam Permukiman, Warga dan TEP UGM Perkuat Pemadaman di Bupul Indah

Selasa, 22 September 2026 - 18:00 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026: Deka Mulia Borong Dua Gelar, Hilirisasi Jadi Sorotan

Selasa, 22 September 2026 - 09:00 WIB

SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu Buka Jalur Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah

Selasa, 22 September 2026 - 06:00 WIB

SAPE ULIN Kalimantan Buka Klinik Virtual untuk Percepat Layanan Lingkungan di Daerah

Senin, 21 September 2026 - 20:20 WIB

Cengkerama Iklim Dorong Pelajar dan Mahasiswa Surabaya Ubah Kepedulian Menjadi Aksi

Berita Terbaru