Sisipublik.com – Saka Wanabakti Jambi mendapat dorongan untuk memperkuat kegiatan pembinaan generasi muda melalui program kehutanan yang lebih terarah. Kementerian Kehutanan menilai Jambi memiliki modal kelembagaan dan jejaring yang dapat mendukung pengembangan Saka Wanabakti sebagai wadah pembelajaran generasi muda di bidang kehutanan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional, Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Tingkat Daerah, dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Daerah di Jambi pada 2026.
Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) BP2SDM bersama Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional melihat Saka Wanabakti Jambi memiliki dukungan pemerintah daerah, UPT Kementerian Kehutanan, serta pengalaman kegiatan di tingkat regional dan nasional.
Saka Wanabakti Jambi Perkuat Kelembagaan
Kepala Pusgenri Luckmi Purwandari mengatakan penguatan Saka Wanabakti tidak cukup hanya melalui struktur organisasi. Menurut dia, pangkalan perlu aktif, jumlah anggota perlu tumbuh, sementara Pamong dan Instruktur juga harus meningkatkan kompetensinya.
Karena itu, rapat koordinasi menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut. Agenda tersebut mencakup penguatan kelembagaan hingga tingkat cabang dan pangkalan, peningkatan kapasitas Pamong, Instruktur, serta pengurus, dan penyusunan kegiatan yang menyesuaikan kalender pendidikan.
Selain itu, Kementerian Kehutanan mendorong integrasi kegiatan Saka Wanabakti dengan program teknis yang berjalan di Dinas Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan UPT Kementerian Kehutanan. Langkah tersebut membuka ruang agar anggota memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kegiatan kehutanan di lapangan.
Empat Krida Jadi Ruang Pembelajaran
Penguatan kegiatan juga diarahkan pada pemanfaatan empat Krida Saka Wanabakti sebagai ruang pembelajaran dan aktivitas generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, anggota dapat memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan hutan dan lingkungan.
Pendekatan ini sejalan dengan arah pengembangan Saka Wanabakti secara nasional. Pada Mei 2026, Kementerian Kehutanan juga mendorong penguatan kelembagaan sekaligus penyempurnaan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) agar pembinaan generasi muda kehutanan lebih adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan bidang kehutanan.
Sementara itu, program pembinaan di berbagai daerah menunjukkan bahwa Saka Wanabakti mulai diarahkan pada kegiatan yang memberi pengalaman langsung. Kementerian Kehutanan, misalnya, mengembangkan kegiatan konservasi dan pembelajaran lapangan bagi anggota Saka Wanabakti di sejumlah wilayah sepanjang 2026.
Sinergi dengan Gerakan Pramuka Jambi
Penguatan Saka Wanabakti Jambi kemudian berlanjut melalui kunjungan ke Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka dengan agenda kehutanan.
Ketua Kwarda Jambi Sudirman memperkenalkan program SIMPATIK yang mencakup nilai santun, beriman, mandiri, peduli, berakhlak, terampil, berintegritas, dan berkualitas.
Nilai tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan anggota Saka Wanabakti, terutama ketika kegiatan organisasi memberikan pengalaman langsung dalam menjaga hutan dan lingkungan.
Dengan demikian, penguatan Saka Wanabakti di Jambi tidak hanya menyasar keberadaan organisasi, tetapi juga kualitas kegiatan dan kapasitas pengelolanya. Kementerian Kehutanan berharap pola tersebut dapat membuat Jambi berkembang sebagai salah satu basis pembinaan generasi muda kehutanan di luar Pulau Jawa.











Komentar