Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat membuka Business Matching Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah Tahun 2026 di Stadion Wilis, Madiun (foto: kementerian haji dan umrah)

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat membuka Business Matching Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah Tahun 2026 di Stadion Wilis, Madiun (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Potensi ekonomi haji-umrah yang mencapai sekitar Rp80 triliun membuka ruang bagi UMKM Indonesia untuk masuk lebih jauh ke rantai pasok kebutuhan jemaah. Pemerintah mendorong pelaku usaha tidak hanya mengejar transaksi domestik, tetapi juga menyiapkan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan dorongan tersebut saat membuka Business Matching Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah Tahun 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (27/9/2026).

Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun

Menurut Irfan Yusuf, potensi ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai sekitar Rp80 triliun. Angka tersebut mencakup kebutuhan penyelenggaraan haji yang mendekati Rp20 triliun dan potensi ekonomi umrah sekitar Rp60 triliun.

Karena itu, pemerintah ingin memperluas manfaat ekonomi tersebut kepada pelaku usaha nasional. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong terbentuknya ekosistem yang menghubungkan UMKM dengan pelaku usaha, perbankan, eksportir, serta mitra bisnis yang memiliki akses ke pasar Arab Saudi.

Baca Juga :  Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya agar kebutuhan dalam ekosistem haji dan umrah dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi produk dalam negeri.

Business Matching Buka Akses UMKM

Untuk mendukung langkah itu, Kemenhaj mempertemukan sekitar 300 pelaku UMKM Jawa Timur dengan dunia usaha, perbankan, eksportir, dan mitra strategis melalui kegiatan business matching di Madiun.

Pertemuan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi. Pemerintah mendorong hasil pertemuan berkembang menjadi transaksi, kontrak bisnis, dan kemitraan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk memahami kebutuhan calon mitra sekaligus menyesuaikan kapasitas produksi dan kualitas produk sebelum memasuki pasar yang lebih luas.

Pasar Arab Saudi Butuh Pasokan Konsisten

Selain makanan dan minuman, peluang pasar Arab Saudi mencakup pangan olahan, perlengkapan haji, busana, kerajinan, serta produk oleh-oleh. Namun, peluang tersebut juga menuntut kesiapan usaha dalam memenuhi standar kualitas, harga, regulasi, dan kontinuitas pasokan.

Irfan menekankan pentingnya konsistensi karena mitra bisnis membutuhkan pemasok yang mampu menjaga ketersediaan produk dalam jangka panjang. Artinya, kemampuan UMKM memenuhi pesanan secara berkelanjutan menjadi faktor penting selain kualitas produk.

Baca Juga :  Produk Pangan Nasional Disiapkan Masuk Rantai Pasok Haji 2027

Karena itu, Kemenhaj mendorong UMKM membangun kemitraan dan konsorsium ekspor. Pola tersebut dapat membantu pelaku usaha menggabungkan kapasitas produksi sehingga mereka tidak menghadapi pasar internasional secara sendiri-sendiri.

Ekosistem Usaha Jadi Kunci

Selanjutnya, pemerintah mendorong sinergi antara UMKM, eksportir, perbankan, penyelenggara perjalanan haji dan umrah, serta lembaga pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan industri haji dan umrah.

Langkah itu juga menempatkan penyelenggaraan haji dan umrah sebagai bagian dari aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak sektor. Dengan rantai pasok yang semakin terhubung, peluang transaksi dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha Indonesia.

Pemerintah berharap penguatan ekosistem tersebut tidak berhenti pada kegiatan business matching, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di pasar nasional maupun internasional.

Berita Terkait

Produk Dalam Negeri Bidik Pasar Domestik, TKDN Jadi Penguat Daya Saing Industri
Koperasi BKMT Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi Umat hingga Desa
KDKMP Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Desa, Pemerintah Perkuat Pasokan dan Pengawasan
Sinergi Kemenkeu-BI Fokus Perkuat Sektor Riil dan Stabilitas Keuangan
InaExport Tambah Lima Layanan untuk Buka Peluang Ekspor Produk Indonesia
Fermentasi Nusantara Disiapkan Jadi Produk Kreatif untuk Pasar Global
Industri Tekstil Jadi Fokus Pemerintah, Bahan Baku hingga Impor Jadi Perhatian
Kerja Sama Industri Indonesia-Bulgaria Bidik Investasi dan Akses Pasar Eropa
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 06:00 WIB

Potensi Ekonomi Haji-Umrah Rp80 Triliun, UMKM Didorong Siapkan Produk untuk Pasar Arab Saudi

Minggu, 27 September 2026 - 11:00 WIB

Produk Dalam Negeri Bidik Pasar Domestik, TKDN Jadi Penguat Daya Saing Industri

Sabtu, 26 September 2026 - 09:00 WIB

Koperasi BKMT Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi Umat hingga Desa

Sabtu, 26 September 2026 - 07:00 WIB

KDKMP Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Desa, Pemerintah Perkuat Pasokan dan Pengawasan

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

Sinergi Kemenkeu-BI Fokus Perkuat Sektor Riil dan Stabilitas Keuangan

Berita Terbaru