Akses Listrik Jawa Barat Ditargetkan Tuntas pada 2027, Tinggal 70 Ribu Warga Belum Terlayani

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Akses Listrik Jawa Barat Ditargetkan Tuntas pada 2027, Dedi Mulyadi Sebut Tinggal 70 Ribu Warga Belum Terlayani (foto: esdm)

Akses Listrik Jawa Barat Ditargetkan Tuntas pada 2027, Dedi Mulyadi Sebut Tinggal 70 Ribu Warga Belum Terlayani (foto: esdm)

Sisipublik.com – Akses Listrik Jawa Barat menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pemerataan pembangunan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan seluruh masyarakat di provinsi tersebut sudah menikmati layanan listrik paling lambat pada 2027. Saat ini, sekitar 70 ribu warga masih belum memperoleh akses listrik.

Menurut Dedi Mulyadi, jumlah tersebut menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Sebelumnya, sekitar 500 ribu warga Jawa Barat belum memiliki akses listrik. Kini, pemerintah terus mempercepat pembangunan jaringan agar seluruh masyarakat segera menikmati layanan energi yang merata.

Pada kunjungannya ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026), Dedi menegaskan bahwa Akses Listrik Jawa Barat harus menjangkau seluruh wilayah tanpa terkecuali. Ia optimistis target penyelesaian dapat tercapai pada tahun depan sehingga tidak ada lagi warga yang hidup tanpa aliran listrik.

Baca Juga :  Ganjil Genap Jakarta Masih Berlaku, 28 Akses Tol dan Ruas Utama Diawasi Hari Ini

Pemerintah Dorong Pemerataan Manfaat Energi

Selain memperluas jaringan listrik, Dedi juga mengusulkan kebijakan jangka panjang yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat di daerah penghasil energi. Menurutnya, desa yang menjadi lokasi pembangkit energi layak memperoleh tarif listrik yang lebih terjangkau.

Ia menilai masyarakat yang tinggal di kawasan penghasil energi berperan penting dalam menjaga keberlangsungan sumber daya tersebut. Karena itu, pemerintah perlu memberikan apresiasi melalui biaya listrik yang lebih ringan.

Daerah Penghasil Energi Dinilai Layak Mendapat Insentif

Dedi menjelaskan bahwa daerah penghasil energi mencakup kawasan dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal), tenaga surya, tenaga air, hingga pembangkit listrik tenaga sampah. Bahkan, ia mengusulkan agar desa penghasil energi panas bumi dapat menikmati listrik secara gratis sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan fasilitas energi. Dengan begitu, warga akan memiliki dorongan lebih besar untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung operasional pembangkit listrik di wilayahnya.

Baca Juga :  Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Kakang Rudianto Sambut dengan Harapan Juara Kembali

Pemerataan Infrastruktur Energi Jadi Fokus Pemprov Jabar

Di sisi lain, Dedi menilai masih terdapat ketimpangan karena sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pembangkit energi belum sepenuhnya menikmati layanan listrik yang memadai. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat pembangunan infrastruktur energi di berbagai daerah.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap pemerataan layanan listrik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses energi, serta memastikan hasil pembangunan dirasakan secara merata oleh seluruh warga di Jawa Barat. Dengan target penyelesaian pada 2027, pemerintah optimistis seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat listrik sebagai kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari. (j/*)

Berita Terkait

Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas
Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi
Indonesia Youth Summit 2026 Siapkan 160 Pemuda untuk Bahas Tantangan Ekonomi dan Isu Strategis
Pembinaan Atlet Jawa Timur Jadi Sorotan, Kemenpora Siapkan Perlindungan Masa Pensiun
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Asian Para Games 2026, Indonesia Bidik 7 Emas dan Posisi 10 Besar
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Youth Summit 2026 Siapkan 160 Pemuda untuk Bahas Tantangan Ekonomi dan Isu Strategis

Berita Terbaru