Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Dorong Akses Pendidikan Tetap Terbuka

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Jelaskan Tantangan SPMB Jabar 2026 (foto: jabarprov)

Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Jelaskan Tantangan SPMB Jabar 2026 (foto: jabarprov)

Sisipublik.com – Persaingan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 kembali menarik perhatian masyarakat. Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Sorotan, jumlah pendaftar Sekolah Negeri lebih besar dibandingkan kapasitas sekolah yang tersedia. Kondisi ini memunculkan berbagai tanggapan dari orang tua dan calon murid yang belum berhasil memperoleh tempat di sekolah negeri.

Selain itu, sebuah video yang menampilkan kekecewaan sejumlah orang tua calon murid turut ramai diperbincangkan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pandangannya melalui akun TikTok pribadinya pada Kamis (11/6/2026).

Menurut Dedi persoalan utama berasal dari keterbatasan fasilitas pendidikan yang saat ini belum mampu mengakomodasi seluruh calon murid di Jawa Barat. Karena itu, proses seleksi harus berlangsung melalui mekanisme persaingan yang cukup ketat.

Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa calon murid tidak hanya bersaing dengan pendaftar baru. Mereka juga bersaing dengan peserta lain yang berasal dari berbagai jalur penerimaan yang tersedia dalam SPMB.

Akibatnya, peluang masuk sekolah negeri menjadi semakin kompetitif. Dedi mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menyediakan jumlah sekolah negeri dan tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Drakor Roh Yoon Seo Raih Rating Tinggi, 5 Drama Korea Terbaik dengan Cerita Menarik

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu terus meningkatkan kapasitas layanan pendidikan agar semakin banyak siswa memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Usulan Sistem NEM Kembali Muncul

Sementara itu, perbincangan publik juga mengarah pada usulan penggunaan kembali sistem seleksi berbasis nilai akademik atau Nilai EBTANAS Murni (NEM).

Menanggapi hal tersebut, Dedi mengaku tidak keberatan apabila sistem berbasis nilai kembali diterapkan. Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan terkait aturan kelulusan dan penerimaan peserta didik berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah hanya menjalankan regulasi yang telah di tetapkan secara nasional. Meski demikian, Dedi menyatakan dukungannya terhadap sistem yang memudahkan masyarakat memperoleh akses pendidikan.

Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Siapkan Alternatif Melalui Sekolah Swasta

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah agar siswa yang belum lolos seleksi sekolah negeri tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Salah satu upaya yang di lakukan yaitu menjalin kerja sama dengan berbagai SMA dan SMK swasta di sejumlah daerah. Melalui program tersebut, siswa dapat memperoleh kesempatan belajar di sekolah swasta yang telah bermitra dengan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Akses Listrik Kalimantan Masih Terbatas, DPR Soroti Daerah Kaya Batu Bara yang Belum Teraliri Energi

Dedi mengajak seluruh pihak untuk tetap mendukung pendidikan anak-anak. Menurutnya, sekolah swasta dapat menjadi pilihan yang baik bagi siswa yang belum mendapatkan kursi di sekolah negeri.

Bantuan Pendidikan untuk Meringankan Beban Orang Tua

Tak hanya menyediakan jalur alternatif, Pemprov Jawa Barat juga menghadirkan bantuan pendidikan bagi siswa yang bersekolah di lembaga swasta mitra pemerintah.

Program tersebut mencakup bantuan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) hingga Rp1,5 juta. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan SPP hingga Rp100.000 per bulan.

Menariknya, program ini berlaku untuk berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan kondisi ekonomi. Khusus bagi keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan agar anak-anak tetap dapat bersekolah.

Saat ini, sekolah mitra tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, mulai dari Bogor, Bandung, Bekasi, Cirebon, Garut, hingga Pangandaran. Dengan jaringan yang cukup luas, pemerintah berharap distribusi siswa dapat berlangsung lebih merata sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. (j/*)

Berita Terkait

Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global
JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering
Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah
Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:00 WIB

Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global

Jumat, 11 September 2026 - 07:00 WIB

JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Berita Terbaru