BERDAYA Kemenpora Jangkau 9.329 Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan Olahraga di Daerah

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpora menuntaskan program ToT BERDAYA di 16 daerah sepanjang 2026 dengan melatih 2.042 penggerak olahraga disabilitas untuk memperluas akses olahraga inklusif di tingkat komunitas (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Kemenpora menuntaskan program ToT BERDAYA di 16 daerah sepanjang 2026 dengan melatih 2.042 penggerak olahraga disabilitas untuk memperluas akses olahraga inklusif di tingkat komunitas (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Sisipublik.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperluas akses olahraga inklusif melalui program BERDAYA yang melatih 2.042 penggerak olahraga disabilitas di 16 daerah sepanjang 2026. Program ini melampaui target 2.000 peserta sekaligus mendorong penyebaran keterampilan olahraga adaptif ke tingkat komunitas.

Capaian tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah peserta pelatihan. Kemenpora mencatat sebanyak 9.329 penyandang disabilitas telah mengikuti pelatihan sebagai dampak lanjutan program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA.

BERDAYA Kemenpora mengandalkan pendekatan pelatihan berjenjang agar peserta dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat di daerah masing-masing. Dengan demikian, program ini menempatkan penggerak komunitas sebagai bagian penting dalam memperluas kesempatan penyandang disabilitas untuk berolahraga.

BERDAYA Kemenpora Perluas Jangkauan hingga 16 Daerah

Kemenpora melaksanakan ToT BERDAYA di Majalengka, Bandung, Semarang, Mojokerto, Tangerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cilacap, Kota Kediri, Kabupaten Garut, Yogyakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pati, Kabupaten Klaten, dan DKI Jakarta.

Sebaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mendampingi kegiatan olahraga bagi penyandang disabilitas. Selain itu, pendekatan berbasis daerah membuka peluang bagi komunitas untuk mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhan dan potensi setempat.

Kemenpora menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu sasaran program. Karena itu, peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran di lokasi pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk menerapkan keterampilan melalui kegiatan olahraga komunitas, pendampingan, serta pembinaan calon atlet disabilitas.

Baca Juga :  Amri/Nita ke Semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah Mengalahkan wakil Taiwan

Peserta Mendapat Pembekalan Olahraga Adaptif dan Identifikasi Bakat

Materi BERDAYA mencakup olahraga adaptif, para sport, klasifikasi olahraga disabilitas, metodologi kepelatihan, pemberdayaan komunitas, dan identifikasi bakat atlet disabilitas. Peserta juga mengikuti praktikum olahraga adaptif dan uji kompetensi.

Selama pelatihan, peserta menjalani penyampaian materi, diskusi, simulasi, praktik lapangan, hingga microteaching atau praktik mengajar. Rangkaian ini memberi kesempatan kepada peserta untuk memahami teori sekaligus melatih kemampuan menyampaikan materi kepada orang lain.

Bekal tersebut penting agar penggerak mampu menyesuaikan aktivitas olahraga dengan kebutuhan peserta. Mereka juga diharapkan dapat mengenali potensi atlet sejak dini dan menghubungkan calon atlet dengan proses pembinaan yang sesuai.

Kemenpora Dorong Pelatihan Berlanjut di Komunitas

Setelah menyelesaikan ToT, peserta diharapkan menjalankan kegiatan olahraga bagi penyandang disabilitas di lingkungan masing-masing. Mereka juga dapat mengaktifkan komunitas, mengajak pemangku kepentingan setempat, dan membantu proses pembinaan calon atlet.

Untuk menilai hasil program, Kemenpora memperhatikan kualitas kegiatan lanjutan, jumlah dan keberagaman peserta, keterlibatan pemangku kepentingan, inovasi olahraga adaptif, dokumentasi, serta potensi keberlanjutan kegiatan.

Baca Juga :  Olahraga Jadi Investasi: Festival Mbois 11 Dorong Ekonomi dan Gaya Hidup Sehat

Penilaian tersebut membantu melihat apakah peserta benar-benar menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh. Dengan begitu, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada jumlah orang yang mengikuti pelatihan, tetapi juga pada manfaat yang muncul setelah kegiatan selesai.

Sertifikasi Menjadi Bagian dari Penguatan Kompetensi

BERDAYA juga menyediakan beberapa skema sertifikasi. Peserta yang memenuhi ketentuan keikutsertaan memperoleh sertifikat peserta, sedangkan peserta yang lolos asesmen dapat memperoleh Sertifikat Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas. Program ini turut menyediakan sertifikat bagi pelatih atau narasumber penggerak olahraga disabilitas daerah.

Skema tersebut membedakan bukti keikutsertaan dari pengakuan kompetensi berdasarkan asesmen. Dengan pendekatan ini, Kemenpora mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus penguatan standar keterampilan dalam pembinaan olahraga disabilitas.

Pada akhirnya, dampak BERDAYA bergantung pada kemampuan para penggerak mempertahankan kegiatan di daerah masing-masing. Perluasan pelatihan menjadi langkah awal, sedangkan akses olahraga yang konsisten, dukungan komunitas, dan pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting agar semakin banyak penyandang disabilitas dapat berpartisipasi dan mengembangkan potensinya.

Program yang berada di bawah Kedeputian Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang inklusif, mulai dari lingkungan komunitas hingga jalur pembinaan prestasi.

Berita Terkait

Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas
Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan
Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi
Indonesia Youth Summit 2026 Siapkan 160 Pemuda untuk Bahas Tantangan Ekonomi dan Isu Strategis
Pembinaan Atlet Jawa Timur Jadi Sorotan, Kemenpora Siapkan Perlindungan Masa Pensiun
Asian Para Games 2026, Indonesia Bidik 7 Emas dan Posisi 10 Besar
ISS 2026 Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp17 Miliar, Peluang Investasi Tembus Rp1,12 Triliun
PSSI Perkuat Standar Medis Sepak Bola, Dokter dan Fisioterapis Disiapkan Jadi Penggerak Perubahan
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Stadion Daerah Jadi Pusat Ekonomi, Kemenpora Siapkan Model Bisnis untuk 20 Stadion Prioritas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Perizinan Usaha Olahraga Jadi Fokus Kemenpora, Pemda Perkuat Pengawasan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rabu Bugar Kemenpora Perkuat Kebiasaan Olahraga Lewat Senam Jantung Sehat dan Tai Chi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Youth Summit 2026 Siapkan 160 Pemuda untuk Bahas Tantangan Ekonomi dan Isu Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Pembinaan Atlet Jawa Timur Jadi Sorotan, Kemenpora Siapkan Perlindungan Masa Pensiun

Berita Terbaru